"Eh, Sayang ... kenapa kamu nangis? Perut kamu sakit lagi atau kenapa?" Nani dengan heboh tergopoh-gopoh menghampiri Aerilyn yang sedang duduk di sofa bersama dengan Ardo yang terlihat sedang panik untuk menenangkan gadisnya itu. Entah kenapa tadi ia tiba-tiba mendengar Aerilyn menangis histeris, ia benar-benar takut terjadi sesuatu pada gadis itu. Hatinya selalu merasa cemas meyangkut tentang gadis lugu yang ia anggap sebagai anak kandungnya sendiri itu. "Ardo kamu ngapain dia? Kamu bikin dia sakit, hah?! Awas aja kamu, gak bakalan Mami kasih jajan satu bulan dan pastinya ATM kamu itu bakalan Mami blokir, awas aja kamu, ya!" Nanti menatap tajam Ardo, membuat putra tunggalnya itu seketika syok. Padahal ia tidak menyakiti pacarnya sendiri, itu tidak akan mungkin juga, 'kan? "Ma-mi ... t-

