"Engh, Mami udah pulang, ya?" tanya Aerilyn dengan suara serak khas orang bangun tidur. Aerilyn tadi tiba-tiba terbangun saat mendengar suara obrolan Nani dan juga Ardo. "Eh, anak Mami yang paling cantik udah bangun. Maaf ya, suara kita itu berisik bikin ganggu. Kamu bobo aja ya. Mau Mami anter Sayang?" ujar Nani dengan lembut. Aerilyn menggeleng pelan, ia ikut duduk di lantai beralas karpet bulu itu bersama dengan mereka. Merasa tak enak ketika pemilik rumah di bawah, sedangkan ia tadi enak-enakan tidur di atas sofa. Tangan kanan gadis itu mengucek mata, sedangkan tangan kiri yang satunya dipakai untuk menutup mulut yang menguap. Di sampingnya ada Ardo yang langsung mengelus lembut rambut gadis itu. Sangat perhatian. "Sekarang udah jam berapa Kak?" tanya Aerilyn menatap sayu ke arah

