"Ilyn Sayang, kamu ke mana aja? Ya, ampun Sayang ... dugaan Mami kali ini pasti bener deh. Kamu ngeyel kan, buat nyamperin Ardo?" serobot Nani saat melihat Aerilyn membuka pintu rumah. Aerilyn hanya membalasnya dengan senyum tipis, merasa malas untuk berbicara dengan siapa pun. Wanita setengah baya itu benar-benar hampir merasa jantungnya akan copot karena mengetahui Aerilyn memutuskan untuk menemui Ardo sendirian saat sudah hampir larut malam begini. "Kamu pasti ke sana jalan kaki, 'kan ke sana? Tapi pulangnya sama Ardo, juga 'kan? ... astagfirullah, ini kenapa lagi dahi kamu Sayang? Terus tangan kamu? Apalagi yang luk– ya ampun! Ini kaki juga?! Kamu kenapa?!" Nani benar-benar merasa syok melihat keadaan Aerilyn yang membuatnya khawatir setengah mati. Namun, jawaban dari Aerilyn yang me

