45

1640 Kata

"Kita gak nemuin dia semalem, dan pas nyari ke rumah Papa tiri dan ke Ibu Julaeha hasilnya nol. Kita gak dapet apa-apa, malah semakin membuat orang-orang panik. Om Deni malah marah besar sama Ardo karena katanya gak bisa jagain Aerilyn, belum lagi Ibu Julaeha yang bener-bener kayak syok banget denger kabar itu." Regan menjelaskan dengan putus asa. Ardo, cowok itu hanya bisa menunduk karena ditatap tajam oleh semua temannya yang ada di situ. Terlebih lagi Serly yang seolah-olah menyimpan dendam padanya. Ardo yang biasanya tak pernah takut kepada siapa pun, kini seperti seekor kucing. Bukan apa-apa ia masih selalu dihantui oleh rasa bersalah dan rasa takut. Apalagi hari ini Aerilyn tak masuk sekolah meski sudah mereka tunggu sampai bolos dan berkumpul di rooftoop. "Riana, lo mending ke k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN