"Lyn, kamu bisa gak sih gak usah ngadu-ngadu terus sama temen-temen yang lain? Kamu gak kasihan apa sama aku yang selalu aja dimarahin sama mereka? Belum lagi Regan yang gak segan-segan buat nonjok muka aku!" sentak Ardo dengan raut wajah yang kesal, sehingga membuat gadis itu menunduk takut. "M-maaf Kak, soalnya mereka nanya aku kenapa. Pertanyaan mereka bikin aku lepas kendali sampai nangis malu-maluin dan tentu aja mereka maksa aku buat cerita," jelas Aerilyn dengan suara yang hampir tak terdengar. Ardo menghela napas panjang, cowok itu kemudian merangkul Aerilyn. Membawa gadis itu ke dalam dekapan hangatnya seraya mengelus lembut rambut kekasihnya itu. Mungkin benar, ia sudah benar-benar kelewatan sampai harus melupakan kekasih tercintanya itu. "Ya udah, maafin aku, ya Sayang? Sekar

