Gisel duduk termenung di dalam kamarnya. Ia lalu memegang handphonenya melihat rekaman dan foto Papanya yang baru saja mereka lakukan. Gisel tak tau, jika kepergiannya ke Malang adalah kebersamaan terakhirnya. Gisel menangis lagi mengingatnya. Irenee mengusap rambut Gisel. Agar gadis itu tenang. Tak lama teman-teman mereka datang. “Sel, Sumpah lo jelek banget kalau nangis.” Hibur Reza. “Lo jadi nggak cantik lagi.” Lanjutnya. “Makasih Za, hiburannya.” “ Kamu yang sabar ya Gis. “ Kata Xavier. “ Makasih Kak. “ Setelah itu Xavier langsung pamit untuk pulang. Reza juga demikian, orang tuanya mengajaknya pulang. Teman-temannya yang lain juga sudah pamit pulang. Tinggal Lucas, Aril, Darrell, Azam dan Irenee disana. Tak ada Sean. Azam memeluk Gisel. “Aku tau gimana rasanya kehilanga

