Gisel povv.. Aku melihat wajahku di depan meja rias. Melihat wajah sembabku, aku langsung memukulkan kepalaku di meja belajar. Aku benar-benar bodoh karena menangisi Sean semalaman. Padahal yang aku tangisi saja sedang enak-enakan pacaran dengan mak lampir Elsa itu. Goblok! g****k! g****k!! Ish.. Dasar b**o!! Kok bisa aku aku nangis semalaman gara-gara cowok nggak peka itu. “ Arrghhh...” Teriakku. Rasanya aku ingin mati saja hari ini. Eh tapi, aku nggak mau mati. Enak aja. Oke. . Sekarang saatnya aku move on. Lihat aja aku akan move on. Move on ke kak Xavier. Iya kak Xavier. Lebih baik dengan Xavier dari pada laki-laki b******k nggak peka kayak Sean. Drt..drt... Aku melihat ponselku yang bergetar. Dari kak Xavier. Ia mengajakku makan siang. Baru saja ku batinkan dia sudah mengirimk

