Sean ingin tertawa jika mengingat kenangan itu, itulah awal mula ia mengenal Gisel. Dan mulai sejak itu ia selalu kemana mana dengan Gisel. Sean sendiri menganggap Gisel sudah seperti adiknya. Karena memang ia hanya anak tunggal jadi dia suka berdekatan dengan Gisel dan menjaganya. Sean mempersilahkan teman-temannya pulang. Lalu ia menyuruh Gisel berganti baju. Sembari menunggu Sean membuatkan teh panas untuk Gisel. Lagi-lagi Sean mengingat kenangannya dulu. Gisel sangat manis dan selalu memakai gaun atau rok. “ Sean..” panggil Gisel. “ Nih...” Ucap Sean dengan memberikan segelas teh. Ia menatap penampilan Gisel yang memakai kaosnya kebesaran. Dan entah sejak kapan gadis yang selalu memakai jepitan rambut itu berubah tomboy dan sering memakai celana jeans. “ Kenapa lihat kayak git

