Gisel berada di apartemen Sean mengantarkan laki-laki itu. “Itu pengacara siapa?” tanya Gisel dengan membawa nampan yang berisi dua cangkir coklat panas. “Keluarganya Darrell. “ jawab Sean. “Kalau nyokap sama bokap lo tau gimana?” “Mereka pasti ngertiin. Cuma gue nggak yakin sama satu hal..” “Yang lo bilang lo anak siapa itu?” tebak Gisel. Sean langsung tersenyum membenarkan. Ia mengambil cangkir dan meminumnya. Sedetik kemudian dia langsung memutahkannya. Lidahnya terasa terbakar. “Panass..” kata Sean. Gisel menahan tawanya. Ia langsung mengambil tisu di dekatnya. Dan membersihkan bibir Sean. “Hati-hati dulu mangkanya.” kata Gisel. “Lo sih, kenapa nggak bilang kalau panas.” keluh Sean yang kini berusaha mendinginkan lidahnya dengan menjulurkannya keluar dan mengipassinya dengan

