Sean dan Gisel duduk di ayunan tempat mereka dulu bermain. Ya, mereka berdua selesai Dinner di angkringan dekat SMAnya dulu. Gisel meminta Sean untuk mendorong ayunanya. Sean menurut ia lalu bangun dan mulai mendorong ayunan Gisel supaya bergerak. Sean tersenyum melihat Gisel yang tertawa bahagia hanya karena ia mendorong ayunannya. “ Lebih tinggi Yan “ perintah Gisel. “ Ntar lo jatuh.” Tolak Sean ia tetap mendorong ayunan tersebut dengan kecepatan sedang. “ Nggak bakal.” “ Gue nggak mau lo terluka. “ “ Dih, sok Care lu.” Ejek Gisel. “ Gue nggak sok Care.” “ Terus??” tanya Gisel yang menghentikan ayunanya lalu berbalik dan menatap Sean yang berdiri di belakangnya. “ Gue suka lo Sel.” Potong Sean mantap sembari menatap lurus tepat di mata Gisel. Gisel terpengarah mendengar pe

