Gisel dan Sean tak saling bertukar kabar selama beberapa hari. Sean bahkan tak memberikan komentar soal oleh oleh yang dibawa Gisel. Dan jika mereka berkumpul bersama, Sean tidak akan ikut. Gisel juga menghubungi Sean. Mengirimkannya pesan tapi Sean sama sekali tak membalasnya. Jangankan membalasnya membacanya saja tidak. Gisel meregangkan badannya selesai kelas. Ia mencari Sean berniat meminta tolong kepadanya untuk mengantarkan ke butik maminya supaya ia bisa mewawancarai maminya Sean untuk tugas akhir. Gisel menyusuri lorong jurusan Sean, tapi ia tak menemukannya. Akhirnya ia memilih menyusuri Kantin. Dan Gisel tak dapat menemukan laki-laki tersebut. “ Kemana sih anak itu.” Dengus Gisel sebal. Ya kali dirinya harus mencari Sean memutari Kampus. Gisel menghela nafas, ia lalu me

