Harus Gisel akui selama seminggu di Malang adalah perjalan terbaik dalam hidupnya, mulai mengunjungi Rumah warna warni sampai bermain di Paralayang. “ Cita cita kamu apa Gis?” tanya Papanya ketika mereka akan bersiap akan pulang. “ Pianis Pa, kayak mama.” Jawab Nathan. “ Beneran?” Gisel menganguk. “ Papa ada rencana buat ngikutin kamu sekolah musik.” “ Iya Pa. Gisel mau, mau banget malah. Makasih.” Ucap Gisel yang memeluk Papanya erat. Aryan membalas pelukan putrinya. ***** Nathan dan Aryan mengantarkan Gisel ke kossannya karena besok Gisel akan kuliah. Sebelum pulang, Aryan memberikan kalung bergandul Bulan sabit untuk Gisel. Ia memasangkan kalung tersebut di leher putrinya. “ Makasih Pa.” Aryan menganguk lalu meneluknya erat. Selesai Aryan memeluk Gisel kini gantian N

