Bab 2: Love, Please Stay

2311 Kata
Sepulang dari salon setelah mengganti warna rambut, tentu saja hal yang pertama kali Zaelena lakukan adalah berdiri di depan kaca, mengamati dirinya berulang kali kemudian mengeluarkan ponsel dan mengambil selfie puluhan kali. Setelah itu tahap selanjutnya yang harus dilakukan adalah memilih salah satu foto terbaik untuk di kirim ke grup KaToKaMa. Para perempuan di luar sana pasti sangat relate dengan hal seperti ini. KaToKaMa Zaelena Photo Gimana rakyatku? Cocok tidack dengan wajah maniezz akuhh? Christina Dalam rangka apa lagi lo ganti warna rambut? Jeane Makin hari makin kayak ayam lo, warna warni! Zaelena @Christina dalam rangka self reward dong mbaku @Jeane mulut ente mulut! Jeane Self reward kok tiap hari! Muka lo itu muka lo! Zaelena Mbak Jean jan galak-galak Jeane Berisik! Zaelena hanya terkekeh membaca pesan yang ada di grup itu. KaToKaMa adalah grup yang memiliki kepanjangan Kadang Tobat Kadang Maksiat. Grup ini sudah berdiri hampir sejak enam tahun yang lalu. Zaelena kadang tidak habis pikir kenapa mereka betah sekali bersama. Sudah banyak sekali drama yang terjadi dalam grup itu. Pokoknya dramanya epik-epik banget dan yang paling trending tentu saja drama yang disebut dengan percintaan. Apa-apa itu memang kurang menarik kalau nggak ada bumbu-bumbu bucin nya. Mereka sama-sama bertemu saat masa Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus atau orang-orang lebih mengenalnya dengan OSPEK. Mereka ada di dalam satu grup mana dulu itu lagi culun-culunnya. Pokoknya kalau di ingat-ingat masa itu lagi lucu-lucunya. Sekarang aja udah pada glow up bukan main. Bahkan bukan penampilan saja yang sudah glow up tapi juga kegiatan. Yang awalnya dulu lebih senang rebahan setelah kegiatan di kampus selesai sekarang sudah sibuk kerja. Christina memang manusia paling rajin sejak awal. Wajahnya yang sangat cantik karena blasteran kelihatan adem banget sudah sibuk jadi panitia event sana-sini sejak dulu sekarang gadis itu juga sudah menjadi seorang sekretaris di sebuah perusahaan multinasional sekaligus menjadi manager Zaelena, jelas hal itu bisa terjadi atas paksaan Zaelena yang saat itu mendadak butuh manager dan syukurnya itu masih bertahan sampai sekarang karena Zaelena tidak pernah sekalipun mengizinkan Christina mengundurkan diri. Jeane si yang paling rajin ikut demo saat kuliah, pokoknya Jeane itu jiwa nasionalisme nya tinggi banget dan sekarang Jeane sibuk menjadi seorang reporter. Setiap kali selesai dalam tugasnya, Jeane akan selalu bercerita dengan ngegasnya kalau lagi kumpul atau nggak paling mentok Jeane akan membuang sampah-sampah yang sudah dia tahan seharian di kepalanya ke grup. Tabita si anak paling kalem. Si paling netral. Si paling iya-iya aja. Kegiatan Tabita saat di kampus itu hampir nggak ada, dia lebih senang ikut komunitas peduli anak-anak gitu di luar kampus. Pokoknya Tabita sudah seperti ibu peri. Sekarang gadis itu sibuk menjadi b***k korporat. Di saat yang lain ngeluh dengan pekerjaanya, Tabita justru sangat jarang sekali ngeluh. Gadis itu seolah sangat menikmati pekerjaan dan kehidupannya. Memang di paling keren. Terakhir Zaelena. Kalau di pikir-pikir Zaelena selama di kampus cuma jadi mahasiswa kupu-kupu. Kuliah pulang-kuliah pulang karena tidak ada satupun kegiatan kampus yang membuat Zaelena tertarik. Paling kegiatan Zaelena yang lain adalah menjadi pawang buaya. Tapi saat itu Zaelena juga sudah mulai menjadi konten kreator dan juga influencer. Emang anaknya suka banget kebebasan dan senang-senang. Jadi nggak heran kalau Amam nya mengomel dan meminta Zaelena untuk mencari pekerjaan yang tetap. Tapi Zaelena masih belum tertarik sampai sekarang. Zaelena Halo b***k korporatku. Besok weekend nih Jeane Halo pengangguranku, weekend baru lo ingat hari Tabita Halo pengangguranku, weekend baru lo ingat hari (2) Christina Halo pengangguranku, weekend baru lo inga hari (3) Zaelena Anjir, kurang ajar kalian saudarahhh Jeane Ya aku sih bodo amad Christina Ada apa tumben, sore-sore lo udah menghancurkan dunia orang-orang yang sedang sibuk closingan untuk menyambut weekend? Zaelena Yaampun mbak Chris bule ku. Kok kamu nuduh? Jeane Buruan nggak lo, jangan merasa sok penting! Zaelena Mbak Jean abis clossingam kok masih ngegas? Jeane Bodo amad Cil Tabita Buruan Acilzae bin Alfarizi. Macet nih! Zaelena Jadi gini guys Teman cantik kalian ini baru saja menemukan harta karun yang sangat menarik Jeane Apaan anjir? Zaelena Karena ini sangat penting, kita ketemu di warjok kampus aja ya Besok pagi Nggak ada yang boleh telat! Jeane Alah tahiii Christina Terlalu percaya pada Acil adalah dosa besar Tabita Sesungguhnya saya adalah orang yang sabar Zaelena langsung melempar ponselnya ke ke kasur kemudian tertawa puas. Sesungguhnya membuat tiga orang b***k korporat itu emosi apalagi di penghujung hari jumat itu adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. *** “Kali ini apa lagi?” Gadis yang baru saja menarik salah satu kursi di sebuah warung pojok kampus yang sejak dulu sudah dia jadikan tempat nongkrong langsung nyengir nggak jelas. Matanya kemudian berkedip perlahan-lahan membuat tiga gadis yang sudah sampai lebih duluan di warung itu menghembuskan napas dengan kompak seolah mereka sudah menduga hal ini akan terjadi. "Yang membuat janji siapa, yang mengatakan tidak ada yang boleh terlambat siapa dan yang telat siapa. Emang dasar lo. Pengen gue cekek rasanya!" seru Jeane dengan wajah kesalnya. Zaelena hanya nyengir menanggapi itu. "Maafkan aku, tahu sendiri lah Jakarta macet." "ITU BUKAN ALASAN!" seru Christina, Jeane dan Tabita dengan sangat kompak. Ekspresi ketiga nya benar-benar terlihat tidak terima. Zaelena kali ini meringis dan meminta maaf berulang kali. "Jadi apa hal penting yang ingin lo kasih tahu ke kita? Kalau nggak penting lo gue seret sepanjang kampus!" seru Jeane. Kesabaran gadis itu sepertinya memang setipis tisu. “Kalian harus dengar apa yang gue informasikan dengan baik, ini adalah berita yang akan mengubah jalan hidup gue selamanya. Pokoknya teman kalian yang kayak model profesional ini tapi nggak laku jadi model hidupnya akan benar-benar berubah,” ucap gadis itu. Zaelena Alfarizi. Gadis dua puluh empat tahun yang tetap memilih jadi pengangguran walau dia sudah meninggalkan universitas kurang lebih dua tahun yang lalu. “Pada intinya gue yakin bakal nggak berfaedah banget sumpah!” seru gadis berambut pirang bernama Christina. Gadis itu meraih tempe mendoan yang baru saja disajikan oleh ibu Warjok, pemilik warung kesayangan mereka sejak jaman jadi mahasiswa baru. “Kalau sampai nggak berfaedah gue bakal jadi orang paling menyesal seumur hidup karena rela jauh-jauh datang kesini dan membuat gue harus mengotori baju gue. Lo bisa mempertimbangkan lah berapa kerugian yang gue alami!” seru Jeane, gadis itu memiliki rambut hitam legam sebahu. Si paling perhitungan diantara empat orang gadis itu sejak dulu. Zaelena mendengus mendengar ucapan sahabatnya itu tapi itu tidak berlangsung lama karena gadis itu lagi-lagi kembali mesem-mesem. “Jadi apa informasinya Acilzae?" tanya Tabita dengan lembut. "Hal paling langka terjadi di komplek gue dua hari yang lalu," ucap Zaelena mulai serius. "Terus? Kayaknya keajaiban dunia nggak bakal terjadi di komplek lo deh apalagi salah satu penghuninya adalah manusia macam lo," ucap Christina dengan santainya membuat Jeane langsung tertawa. "Justru kali ini karena ada gue, keajaiban dunia itu benar-benar terjadi," ucap Zaelena. "Apa? Lo dinobatkan sebagai pengangguran yang anti di julidin tetangga karena lo beternak angsa?" tanya Tabita. Sebagai manusia aneh, keanehan Zaelena atau sering disapa Acil itu semakin didukung oleh peliharaanya yaitu Angsa. Wajah cantik gadis itu benar-benar berasa salah tempat. "Selain angsa apa menurut lo makhluk yang bisa membuat gue berteriak gemas?" tanya Zaelena, kalau bicara nggak muter dan ribet itu bukan Zaelena namanya. Ketiga gadis yang duduk di hadapan gadis itu terlihat benar-benar sudah terbiasa dengan segala tingkah Zaelena. "Pejantan," jawab Jeane dengan sangat sinis membuat senyum Zaelena langsung merekah sempurna bahkan dia langsung fly kiss pada Jeane yang membuat gadis berambut pendek itu mengidik ngeri. "Jadi sekarang tepat lima langkah dari pagar rumah gue, ada penghuni baru, cowok. Ganteng level dewa dan jelas tipe gue banget. Kalian harus bantu gue untuk mengatur strategi meraih jodoh lima langkah gue. Fix banget kali ini gue yakin sampai nikah!" seru Zalena dengan penuh semangat membuat tiga sahabatnya kompak berdiri dari tempat duduk mereka dengan wajah penuh penyesalan kemudian meninggalkan Zaelena dan ketidakjelasannya sendirian namun gadis itu tampak biasa saja dan malah kembali memesan mie telur setengah matang pada bu Warjok. Kanjeng Amam-nya mengatakan padanya bahwa level persahabatannya dengan tiga orang itu sudah level dewa. Sekesal-kesalnya nanti ujung-ujungnya akur juga. Zaelena dapat memastikan dalam hitungan ke tiga pasti mereka akan kembali lagi dan duduk di depan Zaelena. Satu... Dua.. Ti... "Gue pesenin juga menu yang sama," ucap Jeane dengan wajah judesnya. "Gue mendoan nya lagi," ucap Christina. "Gue mie goreng tapi telurnya matang," ucap Tabita. Zaelena langsung terkekeh dan dia memesan makanan yang di inginkan oleh sahabatnya itu kepada bu Warjok. "Nggak jadi pulang?" tanya Zaelena sok kalem. "RUGI BANGET GUE PULANG TANPA MAKAN!" seru Jeane. Kali ini Zaelena benar-benar tertawa dengan sangat lepas. Lucu sekali bukan. Sahabat-sahabatnya ini memang sangat menggemaskan sekali. Zaelena juga bilang apa. Mereka tidak mungkin benar-benar marahan. "Biasa ada dong jawabnya. Makan...Makan. Makan yang kenyang," ucap Zaelena. Mereka bertiga kompak mendengus. "Jadi Zae, lo nggak serius dengan apa yang lo katakan tadi kan?" tanya Christina. "Berhenti lo jadi buaya betina!" seru Jeane gemes sendiri. Zaelena itu memiliki banyak sekali koleksi buaya dari zaman MABA. Bahkan gadis itu membuat grup untuk mengumpulkan para buayanya itu. Memang agak lain gadis yang satu ini. "Gue serius kali ini. Nggak main-main lagi. Kalau kalian sampai lihat orangnya. Kalian juga akan setuju dengan gue. Dia memang gantengnya kebangetan. Penuh dengan wibawa. Udah itu suami impian gue banget!" seru Zaelena. "Lo juga selalu bilang hal yang sama ketika ketemu sama cowok ganteng. Nggak percaya lagi gue sama omongan kardus lo itu!" seru Christina. "Paling juga bertahan sampai beberapa hari abis itu langsung bilang nggak suka dengan berbagai alasan klasik ala dia. Kalian lihat aja selama ini, hubungan dia paling lama cuma bertahan selama tiga bulan. Emang red flag banget betina satu ini!" seru Jeane ngegas. Dulu awal-awalnya setiap Zaelena datang pada mereka sambil menangis bombai, seperti orang paling sedih sedunia bahkan sampai nggak nafsu makan. Mereka pikir memang ada yang salah sama cowoknya bahkan dulu mereka juga ikutan membenci mantan-mantan Zaelena dan melabeli mereka dengan kata paling suci di dunia ini berjenis sekumpulan hewan berkaki empat. Tapi semakin sering Zaelena melakukan hal yang sama mereka semakin sadar bahwa yang salah sebenarnya adalah sahabat mereka sendiri. Zaelena benar-benar punya red flag yang nggak bisa diselamatkan. Gadis itu ada di level paling tinggi. "Kali ini gue serius!" seru Zaelena. "Tapi lo tetap sulit di percaya. Zae, kapan sih lo benar-benar mau stay mencintai satu orang di hidup lo tanpa melihat yang lain-lain lagi. Coba deh sesekali ketika lo lagi jatuh cinta, lo bilang sama diri lo sendiri, lo niatkan dalam diri lo kayak, 'love, please stay', gitu," ucap Christina. "Awalnya gue sangat memaklumi itu. Mungkin lo masih akur-akur aja sama buaya-buaya lo itu sampai sekarang karena mereka juga masih melihat lo main-main. Tapi nggak menutup kemungkinan ada di antara mereka yang merasa kesal sama lo dan siap menjatuhkan lo kapan saja. Kita nggak tahu apa yang dipikirkan oleh seseorang Zae. Jadi lebih berhati-hati dengan tindakan lo mulai sekarang," ucap Tabita. Gadis itu mengatakannya dengan sangat lembut. "Benar itu apa yang dikatakan oleh Bita, lo harus mulai hati-hati dengan tindakan lo mulai sekarang. Banyak manusia yang tingkah lakunya kayak setan sekarang," uca Christina. "Lo dengerin kita nggak sih?" tanya Jeane gregetan ketika Zaelena terlihat sangat menikmati mie rebusnya dengan begitu nikmat, gadis itu tidak memberikan reaksi apapun terhadap ucapan mereka. "Kenapa kalian jadi serius banget sih?" tanya Zaelena. Ketiga gadis itu menghembuskan napas mereka dengan sangat pasrah. Ini bukan pertama kali mereka memberi tahu Zaelena hal seperti ini tapi gadis itu tetap memberikan respon yang sama. Bagi Zaelena itu tetap hal yang tidak penting. "Emang percuma doang ngomong sama bocah yang satu ini. Ngering-ngeringin air ludah!" seru Jeane, dia meneguk es jeruknya dengan sangat rakus. Zaelena hanya terkekeh. "Tapi Zae, ini serius," ucap Christina. "Gue juga serius," ucap Zaelena. Hening kemudian menyelimuti mereka dan mereka sama-sama fokus pada makanan yang ada di hadapan mereka. Zaelena tahu, tahu banget apa yang di katakan oleh sahabat-sahabatnya itu memang benar adanya. Tapi Zaelena juga memiliki keyakinan tersendiri terhadap segala sesuatu. Zaelena tidak ingin begitu serius terhadap sesuatu, Zaelena juga tidak ingin mempercayai sesuatu dengan begitu besarnya. Zaelena sering juga mengatakan 'love, please stay' saat dia memulai hubungan baru dengan seseorang tapi pada kenyataanya yang terjadi justru sebaliknya. Mereka akan pergi jika waktunya untuk pergi. Dan apa yang terjadi setelahnya. Sakit yang benar-benar sakit. Lebih baik semuanya seperti sebuah taman bermain. Datang untuk bersenang-senang kemudian pergi untuk melupakan. Zaelena ingin hidupnya sesimple itu. Dia tidak ingin berpikir terlalu jauh tapi Zaelena juga tidak menganggap semuanya hal tidak serius. Zaelena juga memiliki prioritas dalam hidupnya. Zaelena juga tahu apa yang harus didahulukan. "Jadi apa acara kalian setelah ini?" tanya Zaelena kembali memecah keheningan itu. "Gue kangen masakan apap Adnan sih, nginap boleh nggak sih?" tanya Jeane. "Tumben sekali anda sopan sampai nanya nginap boleh nggak sih biasanya nggak ada izin-izinnya!" seru Zaelena. Jeane kali ini nyengir. "Apap nggak sibuk di restorannya kan Zae? Boleh lah nginap kita. Kayaknya gue juga kangen sama masakan Apap!" seru Christina. "Sejak kapan juga Apap sibuk apalagi kalau kalian udah bilang mau nginap!" seru Zaelena. Entah kenapa, Zaelena kadang juga heran, sesibuk-sibuknya Apap di restoran kemudian ketiga sahabatnya ini mengatakan bahwa mereka akan ingin menginap dan kangen masakan Adnan saat itu Adnan akan mendadak punya free time. Sungguh sangat luar biasa. "Gue kangen ayam rica-rica nya sih!" Seru Tabita mulai menyebutkan menu. "Kalian chat sendiri lah Apap. Dia pasti langsung punya free time buat kalian!" seru Zaelena. Tiga gadis itu dengan kompak membuka ponsel mereka dan terlihat mulai sibuk mengetikkan sesuatu di ponsel mereka. Zaelena tidak pernah masalah dengan itu karena ketika dia berkunjung ke rumah sahabat-sahabatnya itu, Zaelena juga akan mendapatkan perlakukan yang sangat baik walau ya latar belakang mereka jelas sama sekali tidak sama. Banyak sekali perbedaanya. "Apap free!' seru ketiga gadis itu dengan kompak. Mereka kemudian sama-sama berdiri dari tempat duduk mereka. Jelas tujuan mereka selanjutnya adalah rumah Zaelena. Menginap disana. Zaelena lagi-lagi tersenyum. 'Love, please stay'. Zaelena bisa mengatakan hal itu untuk sahabat-sahabatnya bukan? Mereka juga bagian dari cinta bahkan Zaelena mendapatkan tak terhingga dari mereka.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN