"Zaelena." Zaelena langsung mengangkat kepalanya ketika Arhan memanggilnya seperti itu. Entah kenapa Zaelena suka saja ketika Arhan memanggilnya. Itu terdengar sangat candu di telinga Zaelena.
"Iya mas Arhan?" tanya Zaelena. Jelas gadis berambut pink itu berusaha keras untuk terlihat kalem di depan Arhan. Setelah menghabiskan makanannya, Zaelena rasanya sudah ingin roll depan sambil kayang. Dia merasa sangat beruntung hari ini.
"Kamu ini memang selalu ceria dan penuh semangat kayak gini?" tanya Arhan tiba-tiba. Zaelena terlihat cukup terkejut dengan pertanyaan Arhan namun pada akhirnya gadis itu cengengesan.
"Aku nggak tahu cara lain memaknai hidup selain seperti ini. Tapi dengan menjalani hidup kayak gini aku merasa jauh lebih baik. Toh buat apa menyiksa diri kalau kita bisa membahagiakan diri sini. Aku berusaha menerapkan prinsip enjoy for your life. Itu juga yang membuat aku nggak ngejar apapun. Itu juga kayaknya yang membuat aku berternak Prince sampai sekarang," jawab Zaelena sambil terkekeh. Arhan mengamati itu dengan sangat baik. Pada akhirnya dia tersenyum.
"Berarti kamu orang yang sudah tahu apa yang harus kamu lakukan untuk hidup kamu." Zaelena langsung mengibaskan tangannya di udara sambil tersenyum malu-malu.
"Mas Arhan jangan muji aku kayak gitu nanti aku tambah sayang terus aku nggak bisa melepaskan mas Arhan gimana?" tanya Zaelena melancarkan aksinya. Gadis itu lagi-lagi tersenyum.
"Zaelena, saya ini umurnya jauh banget di atas kamu. Nggak cocok kamu sama saya," ucap Arhan. Pria itu berdiri dari tempat duduknya dan mengumpulkan piring kotor menjadi satu untuk langsung di cuci. Arhan juga bukan tipe orang yang suka menunda pekerjaan. Arhan berusaha secepat mungkin menyelesaikan apa yang dia kerjakan.
"Umur itu hanya soal angka kali mas Arhan. Kalau udah cinta terus jodoh, apalah arti itu umur. Nggak penting banget. Lagian cowok yang umur nya jauh lebih di atas aku itu adalah idaman aku banget." Betina yang satu ini sepertinya memang selalu lupa membawa rem kemana-mana.
"Zaelena kamu selalu seperti ini?"
"Seperti ini gimana tuh mas Arhan?" Zaelena ikut berdiri dari tempat duduknya dan menyusul ke wastafel dan berdiri di samping Arhan.
"Selalu memperlihatkan apa yang kamu rasakan pada orang lain?"
"Nggak juga, aku juga milih-milih untuk memperlihatkan apa yang aku rasakan karena nggak semua orang akan paham dengan apa yang aku katakan, lagian nanti kalau orang nya bawa perasaan dan ternyata aku nggak suka, kan repot. Kalau akunya suka sih nggak papa," ucap Zaelena. Matanya tidak lepas dari Arhan yang sangat cetakan dalam mencuci piring. Itu terlihat sangat hebat di mata Zaelena karena Zaelena setiap mencuci piring pasti akan dicuci kembali oleh Apap nya dengan alasan Zaelena tidak pernah bersih ketika melakukannya.
"Zaelena saya tahu kamu adalah orang yang suka bercanda dan saya harap apa yang sedang kamu lakukan sekarang juga hanya sebuah candaan. Jika kamu ingin serius, cari orang lain." Zaelena sempat terdiam mendengar ucapan Arhan. Ini untuk kedua kalinya dia ditolak secara halus oleh Arhan tapi detik kemudian Zaelena tertawa.
"Hahaha kenapa mas Arhan nggak mau aku seriusin?" tanya Zaelena, Arhan mengeringkan tangannya. Dia kemudian menatap Zaelena dengan lekat. Benar-benar lekat.
"Saya bukan orang yang bisa kamu harapkan. Pada intinya, jika kamu ingin berteman dengan saya ayok. Mau cerita ke saya juga ayok tapi jangan pernah menaruh sesuatu hal yang lebih kepada saya. Saya bukan orang yang tepat untuk kamu titipkan hal seperti itu," ucap Arhan. Tangan pria itu bergerak menepuk puncak kepala Zaelena dengan lembut. Zaelena sampai terdiam di pijakannya karena Arhan melakukan itu. Ambyar sekali hati Zaelena. Apakah Arhan tidak pernah tahu, perempuan itu nggak bisa kalau kepalanya sudah di puk-puk, rasanya sangat ambyar sekali. Rasanya jantung ingin pindah ke dengkul saking bapernya.
"Kamu lucu dan orangtua kamu sangat baik kepada saya. Jadi saya tidak masalah kamu repotkan. Tapi tolong hanya sebatas itu." Arhan mengatakan itu dengan tangannya yang masih ada di kepala Zaelena. Zaelena benar-benar tidak bisa berkutik lagi. Dia tidak tahu harus mengatakan apa. Arhan mau direpotkan olehnya. Itu terdengar sangat menggiurkan sekali. Setidaknya itu akan membuatnya selangkah jauh lebih dekat dengan Arhan. Lagian kan perasaan itu muncul ketika terbiasa bersama.
"Apakah mas Arhan sedang menawarkan ingin menjadi seorang abang ke aku?" tanya Zaelena.
"Bisa dibilang begitu. Kamu hanya punya adik angkat kan dan itu Prince sedangkan saya sendiri. Jadi nggak masalah bagi saya jika punya adik angkat juga yaitu kamu," jawab Arhan. Pria itu senyum dan melepaskan tangannya dari kepala Zaelena.
"Boleh deh kalau gitu, siapa tahu dari adek angkat bisa otw jadi istri kamu!" seru Zaelena penuh dengan semangat.
"Zaelena!" seru Arhan. Zaelena tertawa puas. Benar-benar plot twist sekali. Berniat jadi calon istri malah dijadikan adik angkat.
"Iya mas Arhan canda-canda!" seru Zaelena. "Mas Arhan ini rumahnya kan gede banget nih ya, terus udah lama nggak pernah ditepati, barang-barangnya antik semua, mas Arhan hanya tinggal sendiri. Mas Arhan nggak ada takut-takutnya gitu?" tanya Zaelena. Gadis itu duduk di lengan sofa yang Zaelena yakin adalah ruang keluarga karena ada sebuah televisi lama di sana.
"Buat apa takut Zaelena. Ini rumah saya," jawab Arhan.
"Emang beda. Mas Arhan berani banget."
"Kamu bukannya juga sering di rumah sendirian, kamu berani?"
"Berani-berani aja sih karena dari kecil aku juga sudah ada di rumah itu. Nggak pernah pindah. Rumahnya juga nggak luas-luas banget. Lebih luas rumah nya mas Arhan." Arhan terlihat mulai fokus pada layar iPad nya yang menyala sejak tadi. Mungkin pria itu sedang mengerjakan sesuatu di sana. Lagian orang seperti Arhan tidak mungkin membuang-buang waktunya begitu saja.
"Mas Arhan edit video buat apa?" tanya Zaelena ketika melihat aplikasi edit video yang sangat familiar untuknya. Jelas aplikasi itu sangat familiar untuk Zaelena karena dia selalu menggunakan aplikasi itu untuk mengedit konten-konten nya yang akan dipublikasikan ke penggemarnya.
"Konten. Saya baru take video semalam udah lama nggak upload konten," jawab Arhan. Mata Zaelena mendadak berbinar antusias.
"Mas Arhan konten kreator? Serius? Spill username nya mas Arhan spill!" seru Zaelena mendadak semangat. Walau Zaelena sangat yakin jenis konten yang dibuat oleh Arhan akan sangat berbeda dengan konten miliknya. Tapi menemukan seorang konten kreator secara langsung seperti ini terasa menemukan teman satu perjuangan karena sejauh ini Zaelena sama sekali belum pernah menemukan orang-orang yang ada di sekitarnya menjadi konten kreator. Rata-rata orang yang dia kenal pasti bekerja di sebuah perusahaan atau instansi pendidikan atau nggak ya seperti Apap nya pebisnis.
"Kenapa kamu kelihatan antusias banget?" tanya Arhan heran. Mungkin itu juga untuk pertama kalinya Arhan melihat seseorang begitu antusias ketika mendengar dirinya adalah seorang konten kreator.
"Seneng aja dengarnya, setidaknya sekarang ada contoh seorang konten kreator secara nyata yang bisa aku tunjukkan pada Amam. Jadi konten kreator nggak buruk-buruk banget. Itu profesi yang menyenangkan. Waktunya sangat fleksibel. Tidak menuntut," ucap Zaelena. Wajahnya benar-benar full senyum.
"Zaelena kamu seorang konten kreator?" tanya Arhan, dia juga terlihat mendadak antusias. Zaelena mengangguk cepat.
"Benar, mas Arhan kok nggak pernah fyp di aku sih!" seru Zaelena. Gadis itu memberikan ponselnya pada Arhan, "ketik username mas Arhan di situ, aku mau langsung follow. Ya ampun jodoh memang nggak kemana tapi saingannya di mana-mana!" seru Zaelena. Arhan langsung terkekeh. Dia mengambil ponsel Zaelena kemudian langsung mengetikkan username miliknya di sana. Senyum Zaelena semakin lebar. Dia mulai membuka satu persatu konten-konten milik Arhan. Dan ya seperti dugaan Zaelena. Konten-konten Arhan sangat berbeda dengannya. Jika konten Zaelena semua isinya non edukasi maka semua konten Arhan isinya adalah seputar edukasi dan self improvement.
"Mas Arhan keren banget konten-kontennya!" seru Zaelena.
"Zae, ini yang follow kamu orang semua?" tanya Arhan, pria itu terlihat sangat terkejut melihat jumlah followers Zaelena yang benar-benar sangat di luar prediksinya. Followers gadis itu sampai jutaan. Followers Zaelena juga terlihat sangat aktif di kolom komentar dan juga like.
"Heran kan mas Arhan. Aku juga heran. Aku bahkan pernah berpikir mereka semua ghoib tapi setelah diteliti lebih lanjut ternyata mereka adalah orang-orang yang berani kalau di second account doang. Emang manusia-manusia lemah!" seru Zaelena. Tidak lama kemudian Zaelena mendapatkan notif follback dari Arhan.
"Saya sekarang paham kenapa kamu sama sekali tidak tertarik bekerja seperti teman-teman kamu yang lain karena kamu benar-benar sudah menemukan pekerjaan yang kamu sukai. Ini sangat keren Zaelena," ucap Arhan. Banyak orang sekarang yang sedang berlomba-lomba untuk membangun sosial media mereka gunanya selain untuk meningkatkan personal branding juga untuk mendapatkan passive income karena passive income itu memiliki kontribusi yang sangat penting. Dan Zaelena sudah mendapatkan itu. Sangat keren.
"Baru mas Arhan orang yang aku kenal secara nyata mengatakan kalau jadi konten kreator itu keren," ucap Zaelena.
"Sya sendiri paham bagaimana sulitnya untuk mendapatkan perhatian publik dan mendapatkan kepercayaan mereka. Jadi melihat akun kamu yang sudah sebesar ini jelas itu sangat keren Zaelena. Sangat salah jika orang-orang mengatakan bahwa kamu adalah pengangguran. Kalau sudah ada di titik sekarang bahkan ketika kamu tidur pun kamu bisa menghasilkan uang," ucap Arhan. Dari nada suaranya dan cara Arhan menatap Zaelena, pria itu terlihat sangat bangga pada Zaelena.
"Tapi cuma mas Arhan yang berpikir kayak gitu. But thanks loh. Tapi mas Arhan juga keren banget. Konten-kontennya isinya sangat membangun sekali. Membangun generasi yang makin hari makin loyo," ucap Zaelena. Gadis itu masih sibuk scroll akun sosial media Arhan.
"Itu cara saya mengingat apa yang saya pelajari. Kalau saya lupa, ya saya tinggal lihat video nya lagi. Jaman sekarang kita memang harus melek terhadap teknologi dan memanfaatkan teknologi tersebut sebaik mungkin," ucap Arhan.
"Mas Arhan tapi ini konten-kontennya keren-keren banget. Ada yang komen mas Arhan marry me lagi. Emang saingan buat mendapatkan yang terbaik itu ada di setiap tikungan belokan dan tanjakan!" seru Zaelena sambil menggelengkan kepalanya. Arhan hanya terkekeh pelan menanggapi ucapan Zaelena.
"Pasti nih kalau mas Arhan pergi keluar itu nggak akan aman-aman banget karena pasti ada aja yang nyamperin. Sejauh ini udah ada belum mas Arhan yang nyamperin kan mas Arhan baru pulang ke Indonesia tuh?"
"Mahasiswa saya sendiri Zaelena," jawab Arhan, Zaelena langsung menjentikkan jarinya ke udara seolah dia hampir saja melupakan itu. Jelas universitas adalah pusatnya. Di sana pasti banyak sekali yang diam-diam mengagumi Arhan lewat sebuah konten nah pas mereka melihat wujud Arhan secara nyata dan kebetulan Arhan juga menjadi dosen mereka. Beuh udah pasti kacau banget. Fans Arhan pasti menjerit kegirangan.
"Kamu juga pasti sama aja kan. Pasti keluar nggak terlalu aman juga buat kamu?"
"Sometimes iya sih mas Arhan tapi seru aja kalau ketemu mereka. Lucu-lucu soalnya," jawab Zaelena sambil cengengesan. "Mas Arhan habis ini ada kegiatan yang lain?" lanjut Zaelena.
"Saya nggak punya lagi, memangnya kenapa?"
"Pergi belanja yuk mas Arhan. Stok makanan terutama cemilan di rumah itu kosong. Mas Arhan udah belanja sebelumnya?" tanya Zaelena. Lagi-lagi iseng. Ya siapa tahu beruntung lagi. Lagian Arhan juga mengatakan pria itu ingin direpotkan olehnya. Jelas Zaelena tidak akan pernah menyia-nyiakan itu.
"Oke kita pergi belanja. Stok makanan saya juga tinggal sedikit," jawab Arhan. Zaelena hampir saja berteriak dengan sangat kencang. Benar-benar hari ini walau Arhan menolaknya lagi untuk dijadikan suami tapi setidaknya Zaelena bisa menghabiskan lebih banyak waktu bersama dengan Arhan dan itu jelas sangat baik sekali untuk perkembangan hubungan ke masa depan eakkk.
"Mas Arhan beneran?" tanya Zaelena ingin memastikan.
"Berenan, kita berangkat sebentar lagi. Kamu kalau mau siap-siap silahkan."
"Siap mas Arhan siap. Aku mau mandi dulu. Sampai ketemu lagi mas Arhan. Ya ampun senangnya bisa pergi belanja sama mas Arhan!" seru Zaelena. Gadis itu berlari dengan sangat cepat meninggalkan rumah Arhan. Sang pemilik rumah lagi-lagi hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Zaelena. Gadis itu memang sangat menyenangkan. Siapapun itu pasti akan setuju.
"a***y mimpi apa sih gue semalam padahal semalam gue nggak tidur. Beruntung banget gue anjrot. Ya allah terima kasih karena sudah maha baik kepada hamba mu yang lucu, imut, manis dan rajin menabung ini. Zaelena janji ya Allah akan memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin untuk menjerat hati mas Arhan. Akan aku pastikan dia akan memikirkan aku sepanjang waktu. Akan aku tunjukkan betapa dahsyat nya dampak seorang Zaelena padanya hahaha!"