"Demammu sudah turun, tapi kamu jangan terlalu banyak dulu beraktivitas. Istirahat yang banyak, dan jika ada kejadian seperti kemarin lagi, hubungi aku. Dengar Karina, kamu dan Rafan adalah tanggung jawabku!" terang Gara terdengar gentle. Namun, Karina tidak tersentuh sama sekali. Dia bahkan terkesan cuek membuat Gara geram. Karina tak seperti biasanya, karena setidaknya wanita itu pasti membalas ucapannya, tidak seperti sekarang yang lebih banyak diam. Meski kemudian pria itu pun berpikir mungkin sikap diamnya diakibatkan sakit demamnya. Karina pasti kehilangan tenaga untuk mengomel. "Baiklah, sekarang makan buburnya, habis itu minum obat dan tidurlah," ucap Gara. Karina masih tak bereaksi, membuat pria itu mengambil alih buburnya dan bermaksud menyuapi Karina. Namun, wanita itu jug

