"Jangan halangi jalanku, Pak Kevin. Aku mau bertemu suamiku!" tegas Karina. Namun, sekretaris suaminya itu menggeleng. Bersikeras tidak membiarkan Karina masuk. Dengan berdiri di depan pintu dan tak membiarkan Karina melewatinya. "Mengertilah Bu Karina, Pak Gara sedang sibuk dengan kliennya. Mereka sedang rapat dan membahas proyek penting dan tidak bisa diganggu. Bu Karina juga pernah menjadi sekretaris bukan, jadi saya mohon mengertilah posisi saya," tegur Kevin membuat Karina menghela nafas. Dia mundur, tapi raut wajah Kevin juga tak puas. Seperti ada beban dan sesuatu yang dia tutupi. "Baiklah, tapi biarkan aku menunggu di sini!" tegas Karina mengalah sekaligus memberi syarat. "Tidak!" Lagi-lagi Kevin malah tidak setuju, padahal seharusnya hal itu tak masalah. Karina mengerutk

