*Author Pov*
"Ngapain Ri lo bengong gini di sini?" tanya Haikal yang sedang bertugas mengambil buku tugas di ruang guru.
Pemuda itu menatap heran Riri yang sedang berdiri tidak jauh dari ruang guru.
"Lo lagi di hukum apa gimana?" tanya kembali.
"Tadi gw mau ke ruang guru tapi lagi ada rapat. Ini gw baru balik dari wc trus tuh liat anak kucing di sana." jawabnya sambil mengedikan dagunya pada sesuatu yang ada jauh di depan sana.
"Ya samperin gih, ngapa bengong di sini? ntar kesambet lo yang ada." ucap Haikal.
Tanpa berkata apapun lagi, Haikal meninggalkan Riri yang masih berdiri diam. Melihat Haikal pergi ke arah yang sama yaitu ruang guru, Riri berlari-lari kecil mengikuti Haikal.
"Hehe, bareng ya."
Haikal hanya menganggukkan kepalanya, mereka berjalan beriringan menuju ruang guru yang berada di depan sana. Sesekali Riri melirik kearah Haikal. Ia ragu apakah ia harus menanyakan kedekatan Juna dengan Sania akhir-akhir ini pada Haikal yang notabene adalah teman dekat Juna atau kah lebih baik ia tidak usah bertanya?
"Ngapa lo lirik-lirik? Gw tahu kalau gw ganteng, lirik-lirik nanti lo naksir loh."
"Dih pede. Kok lo pede kayak Genta sih? cukup Genta aja yang pede nya selangit. Lo kaga usah ikutan." ucap Riri sambil tertawa geli.