Tujuh Puluh Dua

203 Kata
*Author Pov* Seperti latihan sebelum nya, Rio meminta kami untuk latihan di dekat rumah Alvan setiap beberapa hari sekali, terutama saat mereka mencoba berlatih dengan Sena atau white Lily di luar latihan mereka di gedung olahraga sekolah. Mereka berlatih semakin intens karena jika ujian tiba, kami tidak akan bisa berlatih untuk sementara. "Gak sangka aja aya, kita udah mau ujian tengah semester aja, padahal gw ngerasa nya kita baru masuk besok loh." gumam Genta. "Karena itu kita tidak boleh membuang waktu, apalagi babak kedua nanti akan di selenggarakan masih cukup lama. Jadi sementara kita akan fokus untuk belajar, lalu juga latihan ringan agar kita tidak akan kalah. " Oh iya, Jun. Besok lo ada acara?" tanya Tadi pada Juni "Hmmm... gak ada sih. kenapa?" "Gw mau belanjan cukup banyak karena bonyok gw mau mampir ke kosan gw dua minggu lagi." "Boleh, besok gw gak kemana-mana. Mau belanja abis selesai latihan?" tanya Juna sambil meneguk minumannya. Radi pun mengangguk, "Iya. Gw juga mau sekalian beli beberapa peralatan makan." ucapnya. Mereka kembali berlatih saat Alvan meniupkan pluit untuk mengumpulkan mereka sebelum kembali berlatih lagi. * Priiiit!! Juna, Genta, Radi, Rio dan Haikal menghentikan latihan mereka. Lalu mereka semua mendekati Alvan untuk mendengarkan penjelasan dari beliau.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN