CILY CEO 72 Dave menghela napas berat, tatapannya menyapu sebuah rumah yang terlihat sepi dengan kondisi yang tidak terawat. Ada kegundahan hati untuk dirinya turun dan masuk kedalam. Kemungkinan-kemungkinan yang ada di kepalanya tentu saja menjadi pemicu dirinya untuk tidak bertindak gegabah, bahkan setelah dirinya mendapat pesan singkat yang sedikit menekannya tadi, dia langsung bergegas kemari. "Lo yakin?" Satu kalimat yang di lontarkan sahabatnya yang mengetahui jika dirinya akan mendatangi tempat ini, bahkan diabaikan begitu saja oleh Dave. "Lo akan nyesel kalau sampai Lo datang ke sana!" Peringatan Dimas sama sekali tidak dia indahkan. Dia seperti orang kesetanan untuk segera datang dan menyelesaikan masalahnya. Namun sekarang, saat dirinya tinggal masuk kedalam, dirinya malah ti

