Dokter segera berlari menghampiri ambulans yang barusan saja menurunkan tubuh Aileen Aldari yang tengah tak sadarkan diri; bersimbah banyak darah. Di hidungnya menempel selang oksigen untuk membantu pernapasannya yang nampak berat dan susah payah. Sesaat setelah dokter memeriksa tanda vital di tubuhnya yang kian melemah, segera diputuskan untuk membawanya ke ruang operasi demi mengeluarkan proyektil yang bersarang di tubuhnya. Melihat kondisi kritis pria itu, La Vie tak bisa menahan tangis. Pikirannya dipenuhi kekhawatiran bahwa hal buruk mungkin akan terjadi padanya dan tiap kali pikiran itu melintas, air matanya terus berjatuhan tanpa bisa ditahan lagi. Ia merasa bersalah sekaligus amat bertanggung jawab atas kondisi yang menimpa lelaki itu. Hingga tak mau meninggalkannya barang s

