Lima-lima

1219 Kata

Kelopak mata Aileen Aldari membuka perlahan-lahan disertai rasa ngilu yang menusuk, mana kala ia mendapati cahaya tajam dari lampu yang menggantung di langit-langit tempatnya tengah berbaring sakit nyaris seperti orang mati. Beberapa detik ia terpaku dengan kelopak mata setengah terbuka. Pikirannya jauh melambung mencoba meraba-raba;apa dan di mana dirinya saat ini. Ketika ia telah berhasil memungut pecahan ingatannya, rasa terkejut serentak memenuhi hatinya ketika ia mengingat peristiwa terakhirnya bersama La Vie yang ketika itu tengah tersudut. Saat ia seharusnya masih bersama perempuan itu dan melindunginya. Ia malah jatuh tertembak dan tak tahu lagi keadaan bagaimana keadaannya saat ini. Secara spontan dengan mengikuti naluri khawatirnya, Aileen Aldari bangkit dari baring tanpa me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN