Gerimis berhenti perlahan, hanya menyisakan tetesan-tetesan kecil nyamur yang jatuh merintik di ujung dedaunan hijau. Suasana setelah hujan deras mengguyur beberapa menit membuat udara dingin, kabut tipis naik merangkak seperti laba-laba menggantung di antara rerumputan hijau kurus dan ranting coklat pohon dedalu yang merunduk menyentuh tanah hingga tampak nyaris akan jatuh. Kabut kelabu menyelimuti barisan nisan kayu lapuk hingga seolah tenggelam dalam balutan awan ilusi dan kedukaan. Sendu dan dingin. Tempat berbalut tumpukan lumpur coklat bagai kubangan lembu tersebut kini memancarkan aura mencekam yang pilu menggetarkan, hingga Josephine tak lagi punya cukup tekad dan minat untuk terus berdiri di sana dalam waktu lama. Ia memutar poros tubuhnya pada Aileen Aldari yang berdiri gagah d

