Enam Delapan

1763 Kata

Suasana tenggelam dalam kebisuan. Mendengar kecemasan Aileen Aldari membuatnya terkejut namun juga senang di saat yang sama. Hanya saja, ia tak bisa melakukan apa yang pria itu inginkan. Untuk saat ini masih ada keraguan dalam benaknya akan niat tulus pria itu. Ia melangkah pelan menjangkau tubuhnya. Ketika jarak antara mereka menipis, ia mengangkat tangannya yang lembut lalu merapikan kerah bajunya yang terlipat ke dalam. Sorot matanya yang teduh menatap dadanya yang membusung. Gurat ototnya yang menonjol, menebal tampak gagah sekaligus berbahaya. "Jadi..." Pupil La Vie terangkat. Dagunya mengerut tampak sinis, "apa kau ingin aku terus-terusan duduk dan menunggu sampai mereka menyingkirkanku, begitu?" Kepala Aileen Aldari mengulur, menempel kening La Vie seraya memegang lembut kedua ta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN