Tujuh Satu

1538 Kata

Kilat putih bersinar cerah memekakkan mata disusul besar bunyi guntur menggelegar di langit malam. Angin badai bertiup keras dari selatan tanpa pemberitahuan, membuat kaca-kaca berderak berisik mengeluarkan bunyi berderit mengerikan. Aileen Aldari yang sedang terbaring lelap terusik oleh gemuruh petir bersahutan seperti keras bunyi ombak beriringan. Ia bangkit, mengerjapkan sepasang mata yang terasa amat berat lalu menyalakan lampu tidur di dekat ranjang. Cahaya menyilaukan segera menyambar sepasang matanya, yang menyipit menahan silau tajam yang menembus ke dalam iris emasnya. Setelah beberapa detik, ia baru menyadari kehadiran La Vie, tertidur nyenyak di sampingnya sambil mencengkram hangat selimut membelakanginya. Aileen Aldari bangkit dari ranjang dengan amat hati-hati agar tak meni

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN