Malam itu aku melihat Alexander sedang duduk di ruang keluarga. Bersantai, membaca koran dengan secangkir teh herbal di atas meja. Akupun mendekatinya, dan duduk di sebelah pria itu. Menatapnya tanpa berkata-kata. Alexander menoleh, tersenyum. Ia meraihku ke dalam pelukannya. Mengusap bahuku lembut. "Kau membeli buku, ya?" Tanya Alexander sambil meletakkan koran itu. Kemudian menyalakan televisi. Aku mengangguk, "Hmm, hanya untuk mengisi waktu luang. Aku bahkan menyelesaikan semua tugas kuliah kurang dari setengah hari." "Wow, luar biasa. Apa itu terlalu mudah bagimu?" Alexander terkekeh kecil. "Mungkin." Aku menghela napas, berusaha mengatur kalimat agar dia tidak tersinggung, "Ehm, kau ingin aku membantumu di perusahaan, bukan?" "Hmmm," Alexander mengangguk. "kalau begitu, apa ka

