Husband 28

1078 Kata
Jian dan Jasmine menghentikan langkah mereka ketika pintu ruang kerja Jasmine terbuka yang langsung menampilkan se buket bunga lili yang sudah tertata rapi di meja kerjanya membuat Jasmine menatap kearah Jian yang kini hanya bisa menatap bunga lili tersebut yang kemudian berjalan cepat kearah  meja tersebut " Apa kau sengaja memasang vas bunga ini di sini? "Tanya Jian membuat Jasmine menggelengkan kepalanya pikiran mereka kemudian tertarik pada paket bunga yang tadi pagi datang ke rumah Jasmine membuat Jian langsung menekan interkom di atas meja Jasmine untuk menghubungi Rona " Siapa yang meletakkan vas bunga lili ini di atas meja kerja Bu Jasmine? " Tanya Jian " Saya tidak tahu Pak, Saya baru saja datang dan Belum sama sekali masuk ke ruangan Bu Jasmine mungkin office boy yang membersihkan ruang kerja Bu Jasmine yang meletakkannya "ucap Rona membuat kening Jian mengerut “ Ya sudah kalau begitu "ucapnya setelah itu mematikan sambungan interkom  dan kemudian memandang ke arah Jasmine " Apa kau ingin memindahkan vas bunga ini? "Tanya Jian membaca Jasmine terdiam setelah itu berjalan mendekat kearah kursi kebesarannya sambil menatap kearah vas bunga yang sudah berisikan bunga lili tersebut " Aku menyukai bunga ini meskipun tidak tahu siapa pengirimnya tapi bolehkah Itu disimpan di sana saja "jawab Jasmine sambil menatap kearah meja di sudut ruangan membuat Jian pun akhirnya membawa vas bunga tersebut dan meletakkan di tempat dimana Jasmine menginginkan, Jian kemudian meletakkan beberapa berkas setelah itu kembali mengecek jadwal Jasmine saat ini "berapa menit lagi kita akan langsung ke Ruang rapat “ucap Jian membuat Jasmine mengangguk setelah itu menatap ke arah layar datar di hadapannya " apa Nanti malam kita ada undangan pesta? "Tanya Jasmine membuat Jian menganggukkan kepalanya  “aku hampir saja melupakannya jika kau tidak mencatatnya di note ku  ” ucap Jasmine “kalau begitu aku akan ke ruang kerjaku terlebih dahulu mungkin kita akan langsung bertemu di ruang rapat”   ucapan Jian membuat Jasmine  mengangguk, Jian kemudian berlalu meninggalkan ruang kerja Jasmine namun pandangannya langsung tertuju kepada bunga lili tersebut sejenak sebelum benar-benar pergi, Jian  merasa heran Siapa orang yang sudah mengirimkan buket bunga tersebut kepada istrinya apakah dirinya harus menyelidikinya, namun detik berikutnya Jian menggelengkan kepalanya  itu hanya sebuah buket bunga mungkin Jika bunga tersebut Datang Di keesokan harinya Jian benar-benar akan mencari tahunya. Jian kemudian sejenak mendudukkan dirinya di kursi kerja nya sebelum menatap ke arah layar datar di hadapannya mengecek beberapa email masuk setelah itu langsung mengecek ponselnya, Jian langsung membuka pesan yang dikirimkan Alpha dan juga Dixon, alpha yang melaporkan tentang galeri seni yang tengah mempersiapkan untuk kedatangan lukisan-lukisan nanti malam sedangkan Dixon mengirimkan beberapa foto berliburnya bersama wanita-wanita yang selalu menemaninya membuat ujian berdecak dengan kesal namun saat dia hendak meletakkan ponselnya tiba-tiba ponselnya berdering menampilkan nomor yang tidak dikenal membuat Jian  langsung mengangkatnya "Halo siapa ini?" Tanya Jian  " Halo ini aku l, apa kau masih mengenali suaraku? "Ucap seseorang dari seberang sana membuat Jian langsung mengubah wajahnya dengan ekspresi datar tentu saja suara yang menggoda yang mengalun di telinganya saat ini masih sangat Jian ingat siapa lagi kalau bukan Medi "tentu saja aku mengingatmu Ada perlu apa? "Tanya Jian pada poin ya karena Jian sebentar lagi harus ke ruang rapat  " kau dingin sekali, Aku hanya ingin menyapamu dan juga memberitahu bahwa ini nomor pribadi ku, kau bisa menyimpannya jika suatu saat kau mungkin membutuhkannya "ucap Medi membuat Jian hanya menghembuskan nafas panjang nya “ya Baiklah terima kasih atas pemberitahuannya kalau begitu aku tutup dulu aku harus mengadakan rapat penting saat ini juga" ucap Jian hendak mematikan sambungan telepon tersebut Namun lagi-lagi Medi menghentikannya  " Aku menunggumu di restoran dekat kantor, aku ingin makan siang denganmu Aku akan mengirimkan nama restoran tersebut oke, kalau begitu sampai jumpa nanti "ucap Medi mematikan sambungan telepon tanpa menunggu Jian untuk menjawabnya membuatnya Jian hanya menatap. Layar ponsel nya tersebut dengan rahang mengeras,  tetap Jian pun akhirnya memilih untuk mengambil tab dan setelah itu berjalan menuju ruang rapat di sana sudah ada Jasmine dan juga beberapa bawahan mereka untuk mendiskusikan tentang perkembangan perusahaan mereka setelah berpindah ke tangan Jasmine dan sepertinya dalam rapat ini ada kabar bahagia untuk semuanya karena semenjak Jasmine menjabat sebagai pemimpin perusahaan, grafik perusahaan stabil tidak ada penurunan meskipun belum ada peningkatan tapi setidaknya Jasmine masih bisa mempertahankan kinerja yang sebelumnya Ronald pertahankan membuat dewan direksi yang memang memantau kerja Jasmine dari awal mulai percaya dengan kemampuan yang Jasmine miliki membuat mereka akhirnya mau tidak mau menyerahkan semua kepemimpinan kepada tangan Jasmine membuat Jasmine menarik  sudut bibirnya sambil memperhatikan kearah Jian kemudian tersenyum puas, Namun semua itu sirna ketika Justin tiba-tiba mengeluarkan suaranya  “bukan kah  masih ada satu minggu lagi sampai kita memberikan penilaian untuk pemimpin baru kita Apakah layak atau tidak duduk di kursi kebesarannya, "ucap Justin Yang sepertinya sangat tidak suka jika Jasmine mendapatkan dukungan dari direksi lain membuat Jasmine menatapnya dengan tatapan tajam sebenarnya apa mau bocah itu batin Jasmine sambil mengepalkan tangannya  " kalau begitu kita mungkin bisa mengambil keputusan satu minggu lagi, jadi lebih baik kita membahas tentang grafik Perusahaan kita Bulan ini saya yang akan menjelaskannya " Potong Jian Karena tidak ingin suasana antara Jasmine juga Justin semakin memburuk membuat suasana sekitar menjadi tidak kondusif Untuk itulah Jian berinisiatif untuk menengahi perdebatan mereka dan kemudian berjalan ke samping Jasmine dan meletakkan tab beserta ponselnya sebelum menjelaskan tentang grafik perusahaan mereka. untuk beberapa jam Jian terus menjelaskannya membuat orang-orang di dalam ruangan tersebut fokus pada Jian termasuk Jasmine namun detik berikutnya pandangan Jasmine teralihkan pada ponsel Jian yang diletakkan tepat di sebelah Jasmine disana tertera nomor baru yang menghubungi Jian membuat Jasmine ragu untuk memberitahu Jian karena sedang fokus dalam presentasinya membuat Jasmine akhirnya mengabaikan panggilan yang masuk ke ponsel Jian namun lagi-lagi nomor baru tersebut menghubungi Jian sampai satu pesan masuk membuat Jasmine membulatkan matanya ketika pesan tersebut bisa terbaca di layar utama Jian membuat Jasmine langsung mengambilnya dan melihat isi pesan tersebut yang ternyata nomor baru itu adalah nomor medi yang kini tengah menunggu Jian untuk makan siang bersama nya di salah satu restoran yang Jasmine tahu berada di dekat perusahaan mereka, Jasmine kemudian menatap ke arah  Jian yang masih fokus pada persentasenya dan detik berikutnya Medi kembali menghubungi jian membuat Jasmine langsung menolak panggilan tersebut Jasmine ragu apakah dirinya harus membalas pesan tersebut atau tidak. namun jika dia membalasnya Jian pasti akan merasa jika tindakan Jasmine adalah sebuah kelancangan membuat Jasmine akhirnya mengambil tindakan untuk menghapus pesan dari Medi saja sebelum meletakannya kembali dengan keadaan turn off. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN