Jasmine langsung membuka baju olahraganya satu persatu setelah itu mulai membersihkan dirinya sepertinya otaknya membutuhkan pendingin untuk meredakan amarahnya dan juga agar dia bisa kembali berpikir jernih untuk membalas Medi yang sepertinya saat ini sedang senang karena tawarannya ditanggapi oleh Jian, tapi entah kenapa guyuran air dingin yang membasahi tubuhnya masih belum bisa untuk mendinginkan amarahnya membuat Jasmine menghentak hentakkan kakinya sambil menggeram tertahan dirinya benar-benar sangat kesal membuat Jasmine akhirnya mengakhiri ritual mandinya setelah itu langsung mengenakan pakaian gantinya namun langkahnya terhenti ketika mendengar suara seseorang dari luar ruangan membuat Jasmine bergegas setelah itu melihat siapa yang tengah berbisik-bisik tersebut.
Sedangkan di luar ruangan Medi langsung menarik Jian ke arah ruang ganti wanita ketika Jian hendak membersihkan dirinya
"Kau serius bukan dengan tawaran ku tadi?" Tanya Medi membuat Jian terdiam sambil menatap Medi dengan alis terangkat
"kau menganggap nya serius?” Tanya Jian membuat medi menganggukkan kepalanya dengan antusias
“ Tentu saja aku karena aku menawarkan pekerjaan itu benar-benar serius "ucap Medi dengan bibir mengerucut
" tapi aku masih terikat kontrak dengan Jasmine beberapa tahun ke depan dan sepertinya sulit untuk melanggar kontrak tersebut "ucap Jian yang mulai menanggapi ucapan Medi dengan jawaban yang serius
"Kau bisa membatalkannya bukan pasti ada satu alasan yang membuatmu tidak nyaman menjadi sekretaris nya itu dan bisa kau gunakan sebagai alasan bagimu untuk berhenti dari pekerjaan” Ucap Medi yang kini mulai melangkahkan kakinya merapat ke arah tubuh Jian yang kini hanya terhalang oleh tembok di belakang nya membuat Jian tidak bisa mengelak lagi ketika Mesi mulai merapat
“aku tidak bisa begitu saja mencari satu alasannya hanya untuk Berhenti bekerja , aku Orang yang benar-benar bertanggung jawab dalam masalah penting seperti pekerjaan ini Jadi sepertinya aku akan menolak tawaran mu itu "ucap Jian yang akhirnya mulai memperlihat kan penolakannya terhadap tawaran Medi membuat Jasmine yang sedari tadi mengintip pembicaraan mereka mulai menarik sudut bibirnya karena sikap Jian yang mulai menandakan Bahwa saat ini Medi Sedang ditolak
"Ayolah selama beberapa bulan ini aku belum mendapatkan orang yang cocok untuk berada di sampingku dan saat melihatmu aku yakin kau orang yang tepat untuk pekerjaan itu "ucap Medi yang mulai menaruh telapak tangannya pada bahu Jian membuat Jasmine mengepalkan tangannya dan rasanya dia ingin sekali keluar dari ruangan tersebut dan menarik Medi Sejauh Mungkin dari Jian
"dasar w*************a dia tidak berubah sama seperti dulu" Gumam Jasmine yang teringat masa dulu Medi memang tipe orang yang sepertinya suka dengan barang-barang yang Jasmine miliki entah itu mainan atau apapun itu yang jelas Sepertinya Medi benar-benar terobsesi dengan apapun yang Jasmine miliki sehingga dia ingin memilikinya Untuk itulah Dulu mereka saling berebut mainan karena Medi selalu ingin memiliki mainan apapun yang Jasmine punya.
seperti saat ini entah kenapa Jasmine merasa jika Jian pun berada di posisi seperti mainan yang dulu dia punya, Jian kemudian menarik tangan Medi untuk menjauh dari bahunya
" kalau begitu lebih baik kau bicara saja dengan Jasmine Apakah dia mau memberhentikan ku untuk bekerja sebagai asisten pribadimu "ucap Jian membuat Medi menatapnya dengan Tatapan yang berbeda
"urusan Jasmine itu belakangan dia pasti akan selalu memberikan Apapun yang aku inginkan keputusannya kini hanya ada di tanganmu jika kau bersedia tidak ada alasan lagi untuk menahan mu buka "ucap Medi membuat Jasmine benar-benar akan melangkah keluar namun jawaban Jian kembali menghentikannya
"dan Sepertinya saya yang tidak bisa berhenti dari pekerjaan saya, saya sudah nyaman dengan menjadi sekretaris Jasmine untuk itu lebih baik Anda mencari orang lain untuk bekerja dengan Anda "ucap Jian membuat Jasmine mengembangkan senyum kemenangan yang akan dia tampilkan Nanti pada Medi
Jian hendak berbalik meninggalkan Medi sepertinya pembicaraan mereka sudah cukup sampai disini namun lagi-lagi Medi mencekal lengan Jian dan semakin merapatkan tubuhnya membuat Jian menahan Bahu Medi Namun sepertinya wanita itu tidak tinggal diam ketika kedua tangannya mencengkeram d**a bidang Jian
“Baiklah aku akan jujur saja kalau begitu aku tidak tertarik untuk menjadikanmu asisten pribadi ku tapi seseorang yang lebih dekat daripada itu dan asal kau tahu aku tertarik padamu Sejak pertama kali melihatmu tadi kau benar-benar tipe lelaki yang aku inginkan dan kau juga sangat nyaman diajak berbicara Aku menyukaimu "ucap Medi langsung pada poin pembicaraan yang sedari tadi berputar-putar menawari Jian menjadi asisten pribadinya padahal dari awal Jian sudah menarik perhatiannya membuat Jian terdiam dan sepertinya Jian sudah menebak apa yang akan Medi katakan pada nya
"wow aku benar-benar terkejut “ ucap Jian membuat Medi menatapnya dengan tatapan seperti akan menangkap sebuah bangsa
" tentu saja kau pasti tidak akan menyangka wanita secantik akan mudah jatuh cinta Aku memang sulit untuk dekat dengan orang yang baru aku temui tapi kau berbeda Aku yakin bahwa aku menyukaimu saat pertama kali kita bertemu "ucap Medi yang semakin memperjelas ucapannya dan mendekat ke arah Jian dengan usaha Jian yang terus menjaga jarak di antara mereka tapi sepertinya wanita di hadapan nya ini sulit untuk dihindari
" Tapi sayangnya aku sudah menikah " ucap Jian membuat Medi malah tergalak
“Ayolah kau bisa mencari alasan lain selain itu Aku tidak bodoh dengan mempercayai mu jika kau itu sudah menikah tapi tidak ada cincin yang melingkar di Jari Manismu setidaknya kau mempunyai alasan kau sudah bertunangan "ucap Medi dengan sisa tawa di akhir kalimat membuat Jian Tidak Bisa membalasnya karena memang dia tidak pernah memakai cincin pernikahannya dia hanya menyimpannya di dompetnya saja karena tidak ingin Jasmine merasa terganggu
" Aku hanya tidak nyaman memakai cincin pernikahan” jawab Jian kembali membuat Medi lagi lagi menganggapnya dengan sebuah alasan yang konyol
" Baiklah kalau begitu, tapi aku masih belum menyerah Aku punya satu cara untuk meyakinkan bahwa aku tidak main-main dengan ucapanku , aku benar-benar tertarik padamu dan menyukaimu dan aku bukan sembarang orang yang akan melakukan hal seperti ini pada orang yang baru aku temui "ucap Medi membuat Jasmine menyiputkan mata nya dan detik berikutnya ia mengerti dengan ucapannya ketika Medi tiba-tiba saja menempelkan bibirnya pada Bibir bawah Jian dengan tanpa aba-aba membuat Jian terdiam membeku sedangkan Jasmine membulatkan matanya di dalam ruangan tersebut tidak menyangka jika Medi akan berbuat nekat seperti itu membuat Jasmine tidak bisa tinggal diam lagi langsung membuka pintu tersebut dengan kasar membuat Medi akhirnya melepaskan ciuman nya pada Jian dan menatapnya dengan tatapan penuh kemenangan tanpa rasa bersalah sedikit pun
"apa yang kaulakukan?" Tanya Jasmine dengan wajah memerah menahan tangis
" yang kulakukan Ah kau melihatnya "tanya Medi yang seolah sedang mengolok-olok Jasmine yang kini berjalan cepat kearah mereka sambil menatap kearah Medi dan juga Jian secara bergantian dengan tatapan tidak sukanya
" kalian benar-benar__ Kenapa kalian tidak bisa mencari tempat lain untuk b******u bukannya di tempat umum seperti ini "ucap Jasmine menatap tajam kearah mereka
"Hei Tenanglah Kenapa kau semarah ini dan lagi pula Kenapa kau seperti terlihat ingin menangis kau terluka? " tanya Medi membuat Jasmine Malah semakin menguatkan dirinya agar air mata tersebut tidak melewati pipinya saat ini juga yang akhirnya membuat Jasmine mengabaikan pertanyaan dari Medi dan langsung meninggalkan mereka berdua