Husband 18

1104 Kata
Jasmine langsung memukul bola di hadapannya yang kemudian melambung dengan tinggi namun fokusnya bukanlah pada bola kecil tersebut melainkan kepada dua orang yang berjalan santai di belakangnya dia adalah Jian dan juga Medi "lemparan yang bagus Jess "ucap Paman Jo membuat perhatian Jasmine kembali tertarik setelah itu menatap paman jo dengan senyum tipisnya "sekarang giliran paman" ucap Jasmine membuat paman Jo mengangguk sedangkan 2 orang yang berjalan tidak jauh di belakang mereka sepertinya mengambil permainan yang sama "Sudah berapa lama kau menjadi sekretaris Jasmine?" Tanya Medi membuat Jian menatap ke arahnya sejenak sebelum melempar kan bola miliknya “ Belum lama ini tapi aku sudah menjadi sekretaris ayahnya lebih dari 10 tahun "jawab Jian membuat Medi membulatkan matanya " wow kau ternyata betah sekali menjadi sekretaris di snaa” ucap Medi membuat Jian menganggukkan kepalanya " pekerjaannya tidak terlalu sulit dan gajinya juga besar aku juga tidak mempunyai alasan untuk keluar dari pekerjaan senyaman ini "ucap Jian membuatnya Medi terkekeh geli " Kalau begitu bagaimana kalau menjadi asisten pribadi ku pekerjaannya tidak jauh berbeda dengan yang Jasmine berikan dan gajinya akan lebih besar dari yang dia memberikan Bagaimana? "Tanya Medi sepertinya memiliki tawar yang lebih baik dari yang Jasmine berikan membuat Jian menegakkan tubuhnya sambil menatap kearah Medi  "Benarkah?" Tanya Jian Membuat Medi menganggukkan kepalanya “tentu saja, aku bisa memberikan gajimu dua kali lipat dari yang jess berikan dan pekerjaan mu hanya untuk menjaga ku dan berada di sampingku saja tidak akan banyak pekerjaan yang akan aku berikan seperti di kantor yang Jasmine lakukan padamu "ucap Medi yang sepertinya benar-benar menginginkan Jian untuk menjadi asisten pribadinya atau bisa disebut sebagai bodyguard-nya membuat Jian terdiam sejenak sambil menatap kearah Jasmine yang kini berada jauh di depannya bersama paman Jo "bisa kupikirkan" ucap Jian yang hanya menjawabnya nya dengan candaan saja Namun sepertinya Medi menganggapnya sebagai satu ucapan yang serius membuat senyum lebarnya mengembang begitu saja, mereka kemudian kembali melanjutkan permainan sampai terik matahari mulai menyengat kulit membuat Medi akhirnya memutuskan untuk menyelesaikan permainan tersebut. Medi menarik Jian untuk beristirahat di Gazebo sebelumnya yang menjadi tempat peristirahatan mereka Begitu pun dengan pemain Jo dan Jasmine yang tiba terakhir kali "Hai kalian curang sekali Kenapa kalian tidak bermain sampai ke bawah sana?" Tanya Paman Jo membuat senyum Medi langsung terlihat “ kami terlalu asyik mengobrol Jadi sepertinya lupa untuk bermain golf seperti rencana awal” ucap Medi sambil menatap kearah Jian yang tengah menyimpan alat permainan Golf mereka sedangkan Jasmine menatap mereka dengan tatapan kesal Entah kenapa rencana awalnya untuk membuat hubungannya nya dengan Jian membaik malah sepertinya semakin membuat dirinya kesal “sepertinya hubungan kalian cepat akrab” ucap Jasmine yang kini duduk di seberang mereka sambil meneguk sebuah jus yang memang sudah disediakan disana  "Ya seperti yang dilihat Jian orang yang menyenangkan” ucap Medi yang sepertinya langsung ditangkap oleh Paman Jo sinyal dari rasa suka putrinya tersebut  “Wow Benarkah, kejutan yang bagus biasanya Putri daddy ini tidak terlalu menyukai orang baru tapi Ada apa dengan Jian? " Tanya oaman Jo yang lagi-lagi mengundang senyum sumringah dari Medi yang menghiasi wajah nya sambil menatap ke arah Jian yang menampilkan tatapan datarnya sambil meminum air mineral yang baru saja dia ambil membuat perhatian Jasmine dan Medi menatap ke arahnya melihat bagaimana aliran air tersebut membasahi kerongkongannya membuat sesuatu yang berada di lehernya naik turun mengikuti aliran tersebut membuat Medi dan jasmani ikut menelan ludah dengan susah payah hanya dengan melihat Jian meminum saja, dan sepertinya Paman Jo juga memperhatikannya “Jian kau benar-benar sudah jauh berubah dari yang aku kenal dulu saat kau masih dibawa Ronald, saat ini kau benar-benar menarik perhatian termasuk putriku" ucap paman Jo membuat Jian hanya tersenyum tipis sambil menatap kearah Medi setelah itu meletakkan air mineral di atas meja  " Benarkah?” Tanya Jian membuat paman Jo menganggukkan kepalanya "Kau tahu putri ku itu kadang akan langsung merengek padaku jika aku memperkenalkannya dengan orang baru tapi denganmu dia langsung nyaman dan sepertinya langsung menempel "ucap paman Jo membuat Medi hanya tersipu malu " Ya dan aku sedang menawarkannya menjadi asisten pribadi Bagaimana menurut daddy,?"tanya Medi pada Paman Jo namun sebelum menjawab perkataan Medi Jasmine langsung beranjak dari duduknya dengan rasa terkejut "apa?” Seru Jasmine seolah menganggap serius perkataan Medi “ Kai menawari nya sebagai asisten pribadi, dia sekretaris ku "ucap Jasmine membuat Medi terkekeh geli  "Ayolah Jess kau sudah terlalu lama menahan nya di perusahaan itu dia juga pasti ingin mempunyai pengalaman baru jadi lepaskan saja Dia Untukku Bagaimana" ucap Medi membuat Jasmine mengepalkan tangannya dengan kuat “ Jian itu bukan barang untuk dilepaskan begitu saja dia memang sudah menjadi sekretaris karena akan tetap seperti itu Sampai kapan pun jadi lebih baik kau cari asisten pribadi yang lain saja dan jangan mengincar sekretarisku " Ucap Jasmine dengan wajah yang mengeras membuat Medi yang sedari tadi berwajah santai pun ikut menanggapinya dengan serius " Baiklah kalau begitu Bagaimana kalau kita tanya saja kepada Jian secara langsung Sepertinya dia juga berminat untuk menjadi asisten pribadi Ku "Ucap Medi menatap kearah Jian begitu pun dengan Jasmine namun detik berikutnya gelak tawa dari paman Jo yang mereka tangkap " kalian mengingatkan Paman seperti kalian masih kecil ketika berebut sebuah mainan dan saat ini kalian melakukan hal yang sama kepada Jihan "ucap paman Jo dengan tawa di setiap kalimatnya sambil menetapkan ke arah mereka bergantian  "Kau tahu Jian mereka ini sudah bersama-sama sejak kecil dan yang paman Tahu sampai saat ini mereka tidak pernah bersikap akur karena selalu memperebutkan barang yang mereka Miliki satu sama lain yang tidak akan pernah mau berbagi “ jelas paman Jo membuat ujian menarik senyum setipis mungkin “ya itu terdengar hal wajar karena para wanita memang seperti itu bukan selalu memperebutkan boneka yang mereka inginkan " ucap Jian membuat Jasmine memutar bola matanya malas sedangkan Medi kembali duduk dan merapat ke arah samping Jian membuat Jasmine rasanya ingin menarik Medi Sejauh Mungkin dari suaminya tersebut "Tapi ini berbeda kau bukan boneka aku hanya ingin kau menjadi asisten pribadi ku aku janji akan mengaji Mu lebih besar daripada yang jess berikan" ucap Medi yang sepertinya benar-benar serius untuk menjadikan Jian sebagai asisten pribadinya " Ya sepertinya bisa aku pertimbangkan” jawab Jian dan detik berikutnya Jasmine langsung mendorong kursi dengan begitu kencang setelah itu meninggalkan meja mereka dan berjalan menuju ruang ganti Entah kenapa hatinya benar- benar kesal kepada Jian Ditambah lagi dengan jawaban Jian yang sepertinya menyetujui perkataan dari Medi tersebut Medi yang tersenyum senang langsung mengambil cemilan buah di hadapannya sedangkan Jian menatap punggung Jasmine yang semakin menjauh. Jian bukan nya tidak tahu bahwa jasmine sedang kesal tapi entah kenapa melihat kekesalan nya membuat jian merasa terhibur. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN