Husband 17

1073 Kata
Seperti yang terjadi di kantor sebelum-sebelumnya saat ini pun saat makan malam Jian hanya terdiam yang kadang sesekali menjawab seadanya ketika Jasmine bertanya membuat Jasmine meletakkan alat Makannya dengan cukup keras ke atas meja membuat beberapa pelayan di sekitar mereka dan juga Jian menatap ke arah Jasmine yang kini beranjak dari duduknya dengan wajah yang terlihat kesal " Elsa bawakan camilan ke kamarku Aku sedang tidak mood untuk menyantap makan malam rasanya seperti makan seorang diri "ucap Jasmine setelah itu berjalan menaiki anak tangga sedangkan Elsa setelah mengangguk menatap kearah Jian yang hanya menatap ke arah piring makanan di depannya “baikn Nyonya" jawab Elsa setelah itu langsung mengerjakan perintah yang Jasmine suruh kan Jasmine langsung mendudukkan dirinya di tengah ruang kamar nya di atas sofa bulu  kesayangannya, Jasmine kemudian mengacak rambutnya frustrasi Entah kenapa dirinya sangat kesal sekali “ kenapa bisa aku memjadi sekesal ini hanya karena dia bersikap dingin padaku "kesal Jasmine masih bisa membayangkan bagaimana wajah datar Jian menatap ke arahnya, Jasmine kemudian mengerjapkan matanya beberapa kali membandingkan antara sikap Jian pertama kali di awal pernikahan mereka dengan kali ini dia memang tidak terlalu banyak berbicara tapi Jasmine bisa merasakan perbedaan sikap suaminya tersebut  "Kenapa juga aku harus terganggu dengan perubahan sikapnya toh dia tidak menyakitiku "ucap Jasmine seolah menenangkan dirinya sendiri tidak lama setelah itu Elsa mengetuk pintu dan masuk membawa cemilan seperti yang Jasmine perintahkan sebelumnya ,teh chamomile dengan beberapa macaroon menjadi camilsn kesukaan Jasmine saat sedang mood nya memburuk “dia masih makan di meja makan seorang diri? "Tanya Jasmine yang dia maksud adalah Jian membuat Elsa menganggukkan kepalanya " jika Boleh saya tahu kenapa anda tiba-tiba meninggalkan meja makan?” Tanya Elsa sedikit ragu dengan pertanyaan yang membuat Jasmine menatap ke arahnya  "Karena rasanya    aku makan dengan seseorang tapi rasanya seperti aku makan sendiri kau tahu bukan bahwa aku paling tidak suka menyantap makan malam seorang diri di meja besar tersebut "ucap Jasmine membuat Elsa hanya terdiam karena sudah tahu kebiasaan dari majikannya tersebut, Elsa  kemudian memilih untuk kembali melanjutkan pekerjaannya sedangkan kan Jasmine mulai menyantap camilan yang Elsa berikan namun baru saja beberapa macaroon yang Jasmine lahap tiba-tiba gerakannya terhenti dan mengingat tentang jadwal dirinya besok bahwa dia dan juga Jian mempunyai jadwal untuk bermain golf bersama teman baik Ayahnya yang juga termasuk partner bisnis mendiang ayahnya tersebut membuat Jasmine menarik sudut bibirnya, mungkin besok adalah waktunya untuk membuat Jian tidak bersikap dingin lagi padanya pikir Jasmine. Jasmine kembali melanjutkan makan cemilan nya dengan senyum mengembangkan akhirnya dia mempunyai satu cara untuk membuat suaminya tersebut kembali bersikap normal pada nya dan keesokan harinya Jasmine benar-benar sangat antusias untuk bermain golf membuatnya sudah siap satu jam sebelum waktu pertemuan mereka. Jasmine menuruni anak tangga dengan senyum mengembang “ pagi Elsa "sapa Jasmine membuat Elsa terdiam sejenak karena sepertinya majikan tersebut dalam mood yang sangat baik berbeda dengan semalam membuat Elsa pun membalas sapaan Jasmine dengan senyum ramahnya "Selamat pagi Nyonya" Jawab Elsa setelah itu langsung memberikan segelas jus kepada Jasmine “ Di mana Jian dia belum turun?” Tanya Jasmine membuat Elsa menatap kearah lantai 2 di mana bertepatan dengan Jian yang juga sudah siap dengan setelan olahraganya membuat Jasmine yang tengah meneguk jus pun ikut mengalihkan pandangannya kearah Jian dan detik berikutnya Jasmine merasa jika seluruh jus tersebut masuk ke dalam tenggorokannya membuat Jasmine langsung terbatuk dan meletakkan jus tersebut dengan sembarangan sehingga membuat gelas jus tersebut pecah tepat di sebelah kaki nya "Nyonya tidak apa-apa?" Tanya Elsa yang langsung menyuruh beberapa pelayan untuk membereskan pecahan kaca tersebut Sedangkan Jasmine terdiam karena tidak tahu apa yang baru saja terjadi padanya sedangkan Jian nampak turun dari tangga dengan tergesa-gesa dan menghampiri ke arah Jasmine  "Anda tidak apa-apa?" Tanya Jian membuat Jasmine hanya mengerjapkan matanya menatap kearah Jian yang tanpa mengenakan kacamata tersebut "di mana Kacamatamu?" Alih-alih menjawab pertanyaan dari Jian Jasmine malah menanyakan hal lain “Saya memakai lensa kontak" jawab Jian setelah itu mengambil beberapa tisu dari atas meja dan membersihkan kaki Jasmine yang terkena tumpahan jus tomat itu “ seharusnya anda lebih berhati-hati Bagaimana jika pecahan tadi mengenai kaki Anda "ucap Jian membuat Jasmine  hanya terdiam sambil terus memperhatikannya, Jian kemudian kembali menegakkan tubuhnya setelah itu memberikan segelas air putih kepada Jasmine “Apa Anda tidak enak badan, jika Iya kita bisa membatalkan janji kita pagi ini "ucap Jian membuat Jasmine langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat “ tidak,tidak Aku baik-baik saja aku hanya sedikit terkejut" ucap Jasmine membuat Jian mengerutkan keningnya “terkejut? " tanya Jian membuat Jasmine mengangguk Jasmine terdiam kemudian terus menatap kearah Jian Entah kenapa penampilannya pagi ini benar-benar seperti yang Jasmine harapkan, tanpa kacamata dengan setelan olahraga yang membentuk tubuhnya tidak ada jas dan juga setelan formal rapi membuat dia benar-benar  terlihat berbeda “Baiklah kalau begitu saya akan menyiapkan mobil terlebih dahulu" Ucap Jian membuat Jasmine hanya menganggukkan kepalanya. satu jam kemudian mereka sudah sampai di lapangan golf tempat dimana Jasmine bertemu dengan sahabat ayahnya tersebut yaitu Paman Jo " Jasmine sayang apa kabar Bagaimana keadaanmu? "Sambut Paman Jo saat Jasmine menghampirinya membuat Jasmine langsung menyambut sahabat ayahnya tersebut yang sudah dianggap sebagai pamannya sendiri "baik paman-paman sendiri bagaimana paman terlihat lihat lebih segar dari terakhir kita bertemu" Puji Jasmine membuat pamannya terkekeh geli Jasmine kemudian mengalihkan pandangannya ke arah seorang wanita yang seumuran dengannya "Wow kejutan apa ini seorang Medi mau ikut bermain golf bersama paman? "Tanya Jasmine membuat medi hanya memutar bola matanya malas sedangkan Paman Jo terkekeh geli " ya karena mommy nya tidak bisa menemani Paman karena ada arisan dengan teman-temannya jadi Paman terpaksa menarik anak paman satu-satunya untuk menemani paman yang sudah tua Renta ini "jawab paman Jo membuat Jasmine ikut menarik sudut bibir nya, perhatian perhatian paman jo kemudian teralihkan kepada Jian  “Jian Apa kabarmu kau benar-benar bisa diandalkan "ucap Paman Jo membuat Jian hanya tersenyum tipis Jian tahu betul maksud dari perkataan dari paman Jo  tersebut karena saat dirinya masih bekerja dengan Ronald, paman Jo  sudah sangat memuji Bagaimana kerja keras dan juga kesetiaannya kepada Ronald membuat Jo pun pasti akan melakukan hal yang sama kepada Jian seperti yang Ronald lakukan saat ini “Oh ya Perkenalkan ini putriku Kau pasti baru pertama kali bertemu dengannya bukan karena dia memang sedikit lebih sulit untuk diajak bersamaku dia Medi  dan Medi ini  Jian sekretarisnya Jasmine "ucap  Jo membuat Medi mengulurkan tangannya yang disambut ramah oleh Jian dan hal tersebut tidak luput dari perhatian Jasmine yang lagi lagi entah kenapa merasa sedikit kesal. 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN