Hanya ingin berteman

1135 Kata
Aisya seketika menarik kembali tangannya, Ia melepas earphone yang sedang ia kenakan, Do hyun pun mengalihkan pandangannya ke arah lain, ‘Apa Aisya tidak mendengar apa yang ku ucapkan barusan?’ Batin Do hyun “Aku mendengarnya,” Ucap Aisya tiba tiba yang membuat pandangan Do hyun kembali ke arahnya, “B-benarkah?” Aisya tersenyum menatap Do hyun, “Tapi kau tau kan? kita tidak mungkin bersama, terlalu banyak hal yang berbeda diantara kita,” Aisya pun berdiri dari duduknya dan hendak melangkah, namun Do hyun menahan langkahnya dengan memegang lengan nya, Aisya pun menatap ke arah tangan Do hyun, sehingga membuat Do hyun seketika langsung melepas pegangannya, “M-maaf,” Aisya melanjutkan langkahnya, terdengar suara helaan nafas kasar Do hyun, *** Sepagi ini, Aisya tengah mengepak barang barang miliknya, Tanpa sengaja Do hyun yang melewati kamar Aisya, melihat Aisya dari celah pintu yang terbuka, Do Hyun yang merasa penasaran pun membuka lebih lebar pintu kamar, “Kau sedang apa?” Tanya Do hyun penasaran, “Oh, Aku sedang membereskan barang barangku,” “Apa? tapi kenapa?” “Aku akan kembali ke asrama,” “Tiba tiba? Tapi kau belum benar benar pulih,” “Aku sudah tidak apa apa,” “Apa kau merasa tidak nyaman disini?” Aisya tersenyum dan menatap ke arah Do hyun, “Aku sangat nyaman disini, Kalian memperlakukanku seperti keluarga kalian sendiri, Tapi.. tidak baik seorang perempuan tinggal bersama dengan seorang laki laki,” “Tapi, kita tidak tinggal berdua kan? masih ada Eomma, Appa dan bahkan Ahjumma,” “Ya, Itu memang benar, Tapi tetap saja bagi seorang perempuan muslim sepertiku, itu tidak diperbolehkan!” Do hyun pun terdiam, Selesai membereskan barang barangnya, Aisya menarik koper miliknya, dan melangkah keluar, Do hyun mengikuti langkah Aisya, “Aisya, Apa tidak bisa kau disini sampai kau benar benar pulih?” “Maaf, Tapi aku tidak bisa,” Aisya pun melangkah pergi, setelah berpamitan pada keluarga Do hyun, *** Setelah Aisya keluar dari rumah Do hyun, Aisya pun mengundurkan diri dari restoran tempat ia bekerja, Di kampus, Do hyun pun kesulitan untuk menemui Aisya karena Aisya yang selalu menghindar, “Aisya kamu dimana? sudah beberapa hari ini aku kesulitan untuk menemuimu,” Gumam Do hyun Di lain sisi, Aisya tanpa sengaja melihat Do Hyun yang tengah berdiri di depan kelasnya, “Duh, Gimana nih? Aku cuman gak mau ketemu lagi sama dia,” Gumam Aisya Aisya pun menutupi wajahnya dengan menggunakan hoodie dan juga masker agar Do hyun tidak mengenalinya, Aisya pun melangkah dengan langkah santai seolah ia tidak mengenali Do hyun, ‘Semoga dia gak nyadar ini aku,’ Bati Aisya, Dan benar saja, Do hyun yang tidak terlalu memperhatikan pun, dilewati begitu saja oleh Aisya, “Haaa, Untung dia gak ini aku,” Gumamnya Do hyun memutuskan untuk mencari Aisya di sekitar kampus, Hingga pandangannya tertuju pada sosok seorang gadis yang memakai rok berwarna hitam, sepatu kets, dengan hoodie berwarna maroon, yang menutupi kepalanya, “Seperti Aisya?” Gumamnya, Karena merasa penasaran, Do hyun pun menghampiri Aisya yang sedikit berjalan cepat darinya, “Aisya?” Teriak Do hyun degh Langkah Aisya terhenti saat mendengar seseorang menyebut namanya, “Aisya?” Panggil Do hyun seraya mendekat ke arahnya, Menyadari bahwa Do hyun yang memanggilnya, Aisya langsung melangkah dengan cepat menghindari Do hyun, Do hyun ikut berlari mengikuti Aisya, Di persimpangan jalan Do hyun berhasil menyusul langkah Aisya, dengan nafas tersekat sekat Do hyun meletakkan kedua tangannya di pinggangnya, “Kenapa kau malah lari?” tanya Do hyun Aisya terdiam mengatur nafasnya, “hey, Apa kau marah padaku?” Aisya menggelengkan kepalanya, “Lalu, kenapa kau menghindar dariku?” Aisya menghela nafas panjang, “Maaf, Aku hanya tidak ingin tenggelam semakin jauh,” Do hyun mengerutkan dahinya, “Maksudmu?” “Apa yang ingin kau sampaikan padaku? Apa kau ingin mengatakan kalau kau juga memiliki perasaan yang sama padaku?” Tambah Do Hyun Aisya menundukkan pandangannya, Senyuman pun berkembang di wajah Do hyun, “Baiklah, aku anggap itu benar! Kalau begitu mulai saat ini, kita resmi pacaran,” Ucap Do hyun begitu saja Aisya langsung menatap Do hyun, “Hey! Kau tidak bisa seenaknya membuat kesimpulan seperti itu!” Ucap kesal Aisya, Do Hyun tersenyum tipis, “Kalau begitu, coba kau buktikan jika aku telah salah mengambil sebuah keputusan,” Aisya semakin kesal karena apa yang dikatakan oleh Do hyun benar adanya, “Sudahlah, Seharusnya kau bahagia karena telah bertemu dengan orang yang tepat,” Aisya memutarkan kedua bola matanya dan melangkah pergi, “Hey! Aisya!” Panggil Do hyun *** Hampir setiap hari, Do hyun terus memberi perhatian pada Aisya bahkan untuk hal hal kecil, “Do Hyun, Kau mau kemana?” Tanya salah seorang temannya “Aku akan menemui Aisya dan memberikan sarapan ini untuknya,” Jelas Do hyun “Ya ampun, Kau benar benar tergila gila dengan gadis dengan penutup kepala itu?” Do hyun menatap tajam mereka, Sehingga membuat mereka terdiam seketika, Do hyun pun melanjutkan langkahnya menuju ke kelas Aisya, “Ini, Untukmu!” Do hyun menyodorkan sekotak makanan pada Aisya “A-apa ini?” “Ini bukan apa apa, Aku membuatnya khusus untukmu,” Aisya menghela nafas, “Dengar, Aku sama sekali tidak berpikir untuk berpacaran, Aku hanya ingin fokus pada sekolahku, hanya itu,” Do hyun tersenyum, “Aku sama sekali tidak memaksamu untuk menerima hubungan kita ini, Aku hanya kau mengetahuinya saja,” “Apa?” Do hyun menghela nafas panjang, “Baiklah, jadi Apa mau mu?” “Kita hanya berteman,” “Kau yakin?” Aisya menganggukkan kepalanya, “Hm Baiklah,” Do hyun pun meninggalkan Aisya yang terdiam mematung, *** Hari berganti, Aisya tengah berjalan menuju ke kelasnya, Ia berpapasan dengan Do hyun, Namun sikap Do hyun sangat berbeda tidak seperti biasanya, “Do hyun?” panggil Aisya, Namun, Do hyun bersikap acuh tak acuh, dan terus berlalu, “Ada apa dengannya? Apa dia salah minum obat?” Gumamnya, Jam pelajaran pun dimulai, Aisya tidak bisa berkonsentrasi saat ini, karena pikirannya tengah membayangkan seseorang, hingga merutuki dirinya sendiri, Selesai jam pelajaran, Aisya tengah berjalan menuju keluar kampus, namun ditengah perjalanan, Aisya melihat sosok Do hyun bersama dengan sosok gadis lain, ‘Siapa dia?’ batin Aisya Do hyun terlihat dekat dengan gadis ini, membuat Aisya merasakan sesuatu yang aneh di dalamnya, jantungnya berdegup kencang, Seolah ingin meledak saat itu juga, “Astagfirulloh,” Aisya terus beristigfar Aisya mencoba untuk bersikap seperti biasanya, dan ia melangkah melewati mereka dengan langkah hati hatinya, Terdengar gelak tawa mereka, yang membuat Aisya mulai merasa penasaran, Ia melihat Do hyun mengeluarkan sebuah kotak kecil di tangannya. Setelah melewati mereka berdua, Tanpa diketahui oleh Do hyun dan gadis yang bersamanya, Aisya berdiri lebih dekat dengan mereka, “Serius, ini untukku?” Tanya perempuan itu, Do hyun mengangguk seraya tersenyum, Perempuan itu pun membuka perlahan kotak berukuran kecil tersebut,
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN