Perempuan itu tersenyum lebar saat ia melihat sebuah jam tangan cantik yang berada di dalam kotak tersebut,
“Wow, Ini benar benar sangat cantik, Terima kasih, Aku sangat menyukainya,”
Do hyun mengangguk seraya tersenyum ke arahnya,
Aisya memundurkan langkahnya dan berbalik pergi, Ia memutuskan untuk pergi ke tempat kerja yang baru,
Sepanjang perjalanan, Aisya terus memikirkan kejadian itu, Bagaimana raut wajah Do hyun saat menatap gadis itu benar benar menghantui pikiran Aisya,
‘Kenapa aku terus memikirkannya, Seharusnya aku senang, karena Akhirnya Do hyun mendapatkan penggantiku, Tapi kenapa aku justru merasa tidak suka melihatnya,’ Batinnya.
***
Di lain sisi,
Do Hyun dalam perjalanan untuk mengantarkan perempuan yang bersamanya,
Tanpa sengaja, perhatiannya pun beralih pada seorang gadis yang tengah duduk di dekat jendela Bis,
“Aisya?” Gumamnya,
Tiba tiba Aisya pun tanpa sengaja melihat mereka berdua, Do Hyun segera memalingkan pandangannya ke arah perempuan yang kini duduk di sampingnya seraya tersenyum,
‘Do Hyun?’ Batin Aisya
Aisya menyaksikan bagaimana Do Hyun tersenyum kepada perempuan tersebut, Hingga tak terasa buliran bening itu pun mengalir begitu saja,
Aisya mengalihkan pandangannya ke arah lain dan menghapus airmatanya kasar,
Bis pun kembali melaju,
Do Hyun yang menyadarinya pun mengikuti kemana Aisya pergi,
Hingga Ia tiba di depan sebuah Cafe bernama “Cake N Coffee”, Do Hyun memperhatikan Aisya yang masuk ke dalam sana,
‘Apa ini tempat kerja Aisya yang baru?’ Batin Do Hyun,
Do Hyun pun mengelilingi Cafe tersebut, untuk mencari tahu tentang kebenaran Aisya yang bekerja disana,
Pandangannya pun tertuju pada arah belakang Cafe, Do Hyun sangat terkejut, Matanya membulat sempurna saat ia melihat Aisya yang sedang mengangkut peralatan besar yang digunakan untuk memasak di luar Cafe,
“Heh Aisya! Cepat bersihkan! Masih ada banyak yang harus kau bersihkan setelah itu,” Bentak seorang pelayan lain,
“B-Baik,” Jawab singkat Aisya,
Aisya terlihat menggulung lengan bajunya, mengikat hijabnya ke belakang, ia mulai mencuci peralatan tersebut,
“Di musim dingin seperti ini, Kau harus mencuci peralatan itu di luar?” Gumamnya,
Do Hyun bersembunyi di balik tembok belakang Cafe, Kemudian suara keras seseorang membuat perhatiannya teralihkan,
“Aisya!! Kenapa panci ini masih kotor, Hah?!” Teriak seorang pegawai yang lain dan melemparkan panci tersebut ke hadapan Aisya, Hingga Aisya pun merasa terkejut,
“M-Maaf Tuan, Saya akan bersihkan ulang,” Ucap Aisya menundukkan kepalanya,
Namun tanpa sengaja Aisya menyenggol sebuah gelas yang disimpan di sampingnya,
“Innalillahi,” Ucap Aisya seketika,
Gelas tersebut pecah berkeping keping,
“Aisya!! Apa yang kau lakukan?” Bentak pegawai disitu,
“Maaf, Aku tidak sengaja,” Ucap gugup Aisya,
Pegawai itu pun menarik baju Aisya,
“Apa apaan kau! Baru kerja beberapa hari kau sudah berani menghancurkan barang yang ada disini!” Teriaknya,
Do Hyun semakin geram melihat perlakuan pegawai itu pada Aisya, Hingga ia kemudian memutuskan untuk menghampiri mereka,
Ia menarik tangan si pegawai tersebut dan menghempaskannya kasar,
“Jangan bersikap kasar seperti itu pada nya Tuan!” Ucap tegas Do hyun
“Siapa kau? Kau tidak perlu ikut campur dalam masalah ini! masalah ini tidak ada hubungannya denganmu!”
“Tentu saja ada! Karena yang kau sakiti ini adalah kekasihku!”
Pegawai itu pun tertawa,
“Apa kau pikir aku percaya? jangan sok sok an menjadi pahlawan di tengah hari bolong, Itu benar benar cara yang menyedihkan,”
“Terserah! Aku tidak butuh ucapanmu!”
Do Hyun hendak menarik tangan Aisya namun dicegah oleh pegawai tersebut,
“Jika kau ingin mendapatkan gadismu kembali, kau harus ganti rugi!”
Aisya terkejut mendengar ucapannya,
“Kenapa aku harus ganti rugi? Aku tidak merusak apapun, Gelas itu aku tidak sengaja menyenggolnya dan pecah,” Terang Aisya,
Do Hyun membuka dompet miliknya dan mengeluarkan beberapa lembar uang, Ia kemudian menyodorkannya pada pegawai tersebut,
“Apa ini cukup untuk membayar kerugiannya?”
Pegawai itu pun tersenyum seraya lagsung mengambil lembaran uang yang dipegang Do hyun,
“Ini sudah cukup,”
Aisya menatap ke arah Do hyun,
“Kenapa kau memberikannya uang?” Tanya Aisya
“Aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu padamu,”
Aisya terdiam sejenak,
“Baiklah, Aku menerima alasanmu, Tapi, Lain kali kau harus mencoba untuk mencari tau kebenarannya,”
Do Hyun pun mengangguk setuju,
Aisya pun berbaikan dengan Do hyun,
***
Hari berganti, Aisya tengah bersiap untuk pergi ke kampus,
Tit tiiittt
Suara mesin terdengar dari luar,
“Ck, Aku kan belum siap, Dasar menyebalkan!”
Aisya pun menghampiri Do Hyun yang tengah menunggunya di mobil, dengan terburu buru,
“Aisya, hari ini bagaimana jika kita pergi ke sebuah taman hiburan? setelah kelas selesai?”
“Taman hiburan?” Ucap kaget Aisya,
“Hm,”
“Emm, Bagaimana ya?” Aisya berpikir sejenak,
“Pliss!” Do Hyun melipatkan kedua tangannya memohon,
“Baiklah!” Jawab Aisya
“Yess!!” Do hyun sangat senang mendengarnya,
***
Setelah kelas selesai,
Do Hyun menunggu Aisya di tempat parkiran, Namun Aisya masih juga belum keluar dari gedung,
“Aisya kenapa lama sekali?” Gumamnya,
Aisya pun muncul dan menghampiri Do Hyun,
“Kenapa lama sekali?”
“Maaf, Tadi tugas yang harus ku kerjakan cukup banyak,”
“Apa kita berangkat sekarang?”
Aisya menganggukkan kepalanya,
“Let’s Go!!” Teriak Do Hyun seraya melajukan mobilnya.
***
Setibanya di taman hiburan, Aisya merasa aneh karena taman hiburan ini terasa sepi dan jarang pengunjung,
“Kenapa sepi sekali?” Tanya Aisya pada diri sendiri,
“Do Hyun, Kenapa disini sepi seka…” Ucapannya terpotong saat tiba tiba ada sebuah spanduk besar yang terbuka, dengan sebuah tulisan yang sangat jelas terpampang,
‘Would you be mine?’ Tulisan spanduk tersebut, membuat Aisya terharu melihatnya,
Tiba tiba Do Hyun berlutut di hadapannya dan menyodorkan sebuah kotak kecil berisi cincin couple hati yang bertuliskan nama masing masing di cincin tersebut, dengan sebuah kalung yang melingkari cincin itu,
“Ini indah sekali,”
“Apa kau menyukainya?” Tanya Do hyun
Aisya mengangguk,
“Jadi, Apa jawabanmu?” Tanya Do hyun langsung,
Tanpa sengaja Aisya melihat dirinya di cermin salah satu toko souvenir di taman hiburan tadi,
Itu menyadarkan Aisya akan suatu hal, senyuman nya perlahan hilang,
“Aisya?” Panggil Do Hyun
Lamunannya pun buyar,
“Iya?” Tanya aisya,
“Apa jawabanmu?”
“Maaf, Jawabanku tetap sama, kau juga pasti sudah menyadarinya kan?”
“Menyadari perbedaan kita?”
Aisya mengangguk,
“Kau tidak perlu khawatir, Aku sudah menyadari perbedaan itu sejak lama, Tapi tidak apa kan jika kita pacaran?”
Aisya kembali menggelengkan kepalanya,
“Dalam keyakinanku, tidak ada pacaran, jadi maaf..."
“Bahkan hanya sekedar untuk berteman?”
“Berteman dengan siapapun, Tapi jika pertemanan hanya dijadikan senjata untuk menjadi lebih dekat, Lebih baik tidak perduli,” Terang Aisya,
“Setidaknya beri aku kesempatan untuk mencintaimu dan selalu berada disampingmu,”
“Apa kamu masih belum mengerti? Perbedaan kita bukan hanya sekedar budaya, bahasa dan juga adat, tapi juga keyakinan kita!”
“Jika begitu, Aku akan masuk islam,”
“Apa kau pikir bisa semudah itu?”
“Ajarkan aku tentang islam, buat aku menyukainya,”
“Jika kau ingin masuk keyakinanku hanya karena aku, lebih baik urungkan niatmu! Karena keyakinan itu akan muncul lewat hidayah yang Alloh berikan ke sini,” Aisya meletakkan ujung jarinya ke d**a Do Hyun,
Do Hyun terdiam,