Aisya hendak melangkah pergi,
“Lalu bagaimana caranya agar aku bisa bersamamu?”
Aisya membalikkan tubuhnya dan menatap Do hyun dalam,
“Apa mencintai adalah sebuah kesalahan?” Tanya Do hyun
Aisya terdiam,
“Jika memang cintaku ini terlarang, Lalu kenapa Tuhan menakdirkan aku jatuh cinta padamu, dan mempertemukan kita di bandara waktu itu?”
“Pertemuan kita adalah takdir, begitu pun dengan nasib kita, seberapa keras pun kita mencoba, kita tidak akan pernah bisa melawan takdir, Jangan pernah tinggalkan Tuhanmu hanya demi cintamu, karena yang akan selalu ada menolongmu bukanlah cinta mu melainkan Tuhanmu,”
Aisya kemudian melanjutkan langkahnya,
Do Hyun pun berlutut dengan pandangan tertunduk,
“Aaaarrgghh!!!” Teriak nya,
Do Hyun merasa tidak berdaya, Hingga buliran bening itu pun mengalir begitu derasnya,
Aisya yang nyatanya belum benar benar pergi dan ikut menangis di balik pohon, Ia terduduk dan merasa tidak berdaya dengan apa yang terjadi,
***
Cuaca hari ini terasa lebih dingin dari hari kemarin, Aisya mengenakan pakaian yang lebih tebal, Namun karena masih belum terbiasa dengan cuaca dingin, Aisya masih merasa kedinginan,
“Ya Alloh, dingin sekali,” Ucapnya seraya menggosok gosokkan kedua tangannya,
Aisya melangkah masuk menuju gedung kampus, Hari ini terasa sedikit sepi, karena sejak kemarin ia tidak bertemu dengan Do hyun, yang menjadi satu satunya teman yang ia miliki di kampus,
Raut wajah Aisya berubah sendu,
‘Do hyun kemana ya? Apa dia marah padaku gara gara kejadian kemarin?’ Batinnya,
“Biasanya Do hyun akan memberikanku Hot pack dan memasukkannya ke dalam saku jaketku,” Gumam Aisya,
Aisya mulai merasa kehilangan Do hyun,
Tanpa sengaja Ia melihat Do hyun yang tengah membaca di salah satu kursi yang berjajar,
“Do hyun?” Gumamnya,
Aisya tersenyum, dan hendak menghampiri Do hyun, namun tiba tiba seorang gadis yang pernah ia lihat sebelumnya juga menghampiri Do Hyun,
Do Hyun memberikan Hot pack pada gadis itu,
‘Mereka kayaknya akrab,’ Batin Aisya,
Do hyun dan gadis itu pun melangkah melewati Aisya begitu saja,
‘Dia bahkan gak menegurku,’ Batin Aisya
Mata Aisya pun berkaca kaca,
Ia kemudian melangkah cepat menuju kelasnya,
Sepanjang pelajaran, Aisya tidak bisa berkonsentrasi,
Ketika ia sedang makan siang di kantin, Dering ponselnya terdengar dan membuyarkan lamunannya,
“Aera?” Gumamnya,
Aisya kemudian mengangkat telepon tersebut,
***
Di sebuah minimarket Aisya tengah menunggu kedatangan seseorang, seraya menikmati semangkuk ramen panas dan secangkir s**u hangat, Ia melihat pemandangan sekitar yang sudah tertutup salju,
Tak lama kemudian, seseorang yang ia tunggu pun datang,
“Hai, Aisya!” Sapa Aera
“Hai,”
“Bagaimana keadaanmu?”
“Aku baik,”
“Syukurlah, Aku ingin mengucapkan terima kasih pada mu dan juga Do Hyun yang sudah mencabut perkaranya dan membuatku dibebaskan,”
Aisya tersenyum tipis,
“Emm, Aku belum pernah melihat Do Hyun sangat mencintai seseorang seperti sekarang, Dulu dia sangat dingin dan datar pada makhluk yang bernama wanita” Ucap Aera seraya tertawa,
“Tapi, Syukurlah dia sudah menemukanmu,” Lanjutnya
Aisya terdiam dan hanya meminum minumannya,
“Bagaimana perkembangan hubungan kalian? Apa Do Hyun jadi melamarmu?”
Uhuuuk uhuuk
Aisya tersedak minumannya,
“Eh, Kau tidak apa apa?” Tanya Aera,
“Aku tidak apa apa, Aku hanya sedikit terkejut dengan yang kau ucapkan barusan.”
“Hm? Terkejut? Apa Do Hyun masih belum melamarmu? Itu artinya, Aku sudah membocorkan nya? Isshh, Dasar bodoh!” Ucap Aera seraya menepuk keningnya,
“Tidak apa apa, Lagipula mungkin yang Do hyun maksud bukan aku, Tapi gadis lain,”
“Gadis lain? Itu tidak mungkin, Aku tau bagaimana Do Hyun, dan aku sudah mendengarnya sangat jelas saat di penjara waktu itu, dia mengatakan akan melamarmu, dan memintaku untuk kembali menjadi teman yang baik untukmu,”
Aisya menghela nafas kasar,
“Seseorang bisa saja mengubah keputusannya bukan?”
“Tapi Do hyun bukanlah tipe pria yang seperti itu,”
Aisya terdiam,
“Apa kalian sedang ada masalah?”
Aisya pun menceritakan apa yang terjadi pada mereka,
“Begitu ya, Emm, menurutku tidak ada salahnya jika kau memberikan sedikit kebahagiaan pada Do hyun, setidaknya anggaplah itu sebagai balas jasa karena Do Hyun yang sering membantumu, Karena pada akhirnya kalian sama sama mengerti jika akhirnya akan seperti apa, tapi sebelum itu terjadi, biarkan kalian menikmati indahnya cinta kalian untuk sementara waktu, yang akan tersimpan menjadi sebuah kenangan manis, Terkadang takdir pertemuan itu tertulis sebentar hanya sekedar untuk menjadi penghias kehidupan bukan penentu kehidupan, Jadi kau tidak perlu terlalu serius menanggapinya,” Tutur Aera
“Tapi bagaimana jika salah satu dari kami menjadi egois, dan justru ingin saling memiliki selamanya?”
“Kau tidak mungkin melepaskan apa yang menjadi keyakinanmu untuk egomu saja kan? Disisi lain, Do hyun juga sepatutnya diberi kesempatan untuk berbahagia dengan apa yang dia rasakan apalagi selama ini dia selalu membantumu dalam segala hal,”
Aisya terdiam,
***
Perbincangan nya bersama Aera terus teringat oleh Aisya,
Hingga tanpa sengaja ia menabrak seseorang yang ada di hadapannya,
“M-Maaf, Aku tidak sengaja.” Aisya membungkukkan badannya berkali kali,
“Aisya?”
Aisya menatapnya,
“Do Hyun? M-maaf aku tidak sengaja,”
“Tidak apa apa,”
Do Hyun kemudian hendak melangkah pergi,
“Tunggu!”
Langkah Do hyun pun terhenti tanpa menatap Aisya,
“A-Aku, aku..” Aisya terbata bata,
Do Hyun membalikkan tubuhnya dan menatap ke arah Aisya,
“Ada apa?”
“Aku hanya ingin mengatakan jika aku, aku..”
“Aku, apa?”
Aisya menutup kedua matanya,
“Aku juga menyukaimu,” Aisya yang merasa malu lalu berlari,
karena jalanan yang licin, Aisya terpeleset dan hampir terjatuh, namun Do hyun berhasil menangkapnya, pandangan mereka pun bertemu,
untuk beberapa detik mereka terdiam dan saling menatap dalam,
“Apa yang kau ucapkan itu, benar?” tanya Do Hyun
Jantung Aisya berdebar keras, Ia tidak bisa mengontrol perasaannya,
Wajah Aisya pun memerah, Ia kemudian mendorong Do hyun dan kembali berlari pergi menjauhi Do Hyun yang menatapnya dengan senyuman,
***
Sesampainya di Asrama,
“Dasar bodoh!! bisa bisanya aku bilang seperti itu padanya!!” Aisya memukul mukul keningnya,
“Aaa, aku benar benar merasa malu sekali!!” Aisya menutupi wajahnya dengan kedua tangannya,
terdengar notifikasi pesan yang masuk kedalam ponselnya,
Aisya pun membukanya,
‘Aku rasa kau berhutang sebuah penjelasan padaku,’
Aisya menghela nafas panjang,
“Ya ampun, Aku benar benar merasa malu, Bagaimana aku menghadapinya nanti?”
***
Keesokkan harinya,
Aisya yang sedang melakukan aktivitas setiap paginya yaitu lari pagi dikejutkan oleh kedatangan seseorang yang tiba tiba ada dihadapannya,
“Selamat pagi!” Sapanya,
“Astagfirulloh!! Kau mengagetkanku!!” Aisya mengelus dadanya untuk menenangkan dirinya,
“Maaf, aku tidak bermaksud seperti itu, Kalau begitu akan aku ulangi lagi,”
Do hyun memundurkan langkahnya dan menghampiri Aisya,
“Selamat pagi, Bagaimana kau tidak terkejut lagi kan?”
Aisya memasang wajah datar,
“Dasar aneh,” Aisya kembali melanjutkan langkahnya,
“Aisya,” Panggil Do Hyun yang ikut berlari menyeimbangkan langkahnya dengan Aisya,
“Apa?”
“Apa yang kau katakan kemarin itu, Apa itu benar?”
Wajah Aisya pun memerah, Ia mencoba untuk menutupinya
“Oh, Emm, Yang mana ya? Aku sama sekali tidak ingat! sudah ya, Aku mau pulang,” Aisya bergegas meninggalkan Do hyun,
Di kampus, Saat jam istirahat..
Aisya tengah menikmati suapan demi suapan menu hari ini,
Uhuuk Uhuuk,
Aisya tersedak saat tiba tiba Do hyun berada di hadapannya dan memberikan potongan daging sapi kesukaannya untuk Aisya,
“A-Apa yang kau lakukan?” tanya Aisya
“Tidak ada, Aku hanya ingin memberikan hal yang aku sukai untuk seseorang yang aku cintai,”
Aisya memutarkan kedua bola matanya,
“Apa setiap pria korea selalu berperilaku seperti mu?”