Do hyun berpikir sejenak,
“Entahlah,”
Aisya kembali memasang raut wajah kesalnya,
Do hyun hanya terkekeh melihat reaksi Aisya,
“Oh ya, Apa kau memiliki rencana untuk bepergian hari ini?”
“Emm, Tidak,”
“Begitu ya, Jadi itu artinya kau bisa menemaniku hari ini?”
“Tidak,”
“Kenapa?”
“Aku harus bekerja,”
Do hyun hanya mengangguk anggukkan kepalanya,
***
Aisya melangkah masuk ke dalam toilet,
Ia menghembuskan nafas kasar,
‘Hampir saja, rasanya jantungku tidak kuat harus terus berhadapan dengan Do hyun dan pura pura tidak peduli dengan apa yang terjadi,’
Aisya kemudian mencuci wajahnya, Ia menatap dirinya di depan cermin
“Lama lama aku bisa gila,” Gumamnya
Pendirian Aisya mulai goyah setelah mendengar ucapan dari Aera,
Perlahan, hatinya mulai terbuka dan menerima kehadiran Do Hyun,
‘Mungkin tidak apa apa, untuk sementara seperti ini, Karena Aku juga ingin merasakan bahagia karena mencintai dan dicintai oleh seseorang, yang terpenting aku tidak boleh melakukan hal yang lebih dari ini,’ Pikir Aisya
***
Hari pun berganti,
Di jam istirahat, Do hyun tengah menunggu Aisya di kantin sekolah, hingga beberapa menit kemudian, seseorang yang ia tunggu pun muncul,
“Aisya?” Panggil Do hyun seraya melambaikan tangannya
Aisya melemparkan senyumannya dan berlari ke arah Do hyun,
“Apa kau sudah lama menungguku?” Tanya Aisya
“Hmm, Aku rela menunggu mu berapa lama pun itu, asal aku bisa melihat wajahmu,” Ucap Do hyun
Aisya tersipu malu,
“Sepertinya, pria korea memang sangat tau bagaimana cara untuk menyenangkan hati seorang wanita,”
“Aku anggap itu sebuah pujian untukku,”
Aisya tertawa kecil mendengar ucapan Do hyun,
“Ekhem,” Terdengar deheman dari arah belakang mereka,
Pandangan mereka pun beralih ke arahnya,
“Sepertinya aku datang disaat yang tidak tepat,” Ucap Aera
“Tidak, kemarilah.” Ajak Aisya
Aera pun duduk disamping Aisya,
“Apa kali ini, kalian benar benar sudah jadian?” Tanya Aera,
Aisya memberi kode pada Aera dengan mengedipkan kedua matanya,
“Apa?” Tanya Aera,
“Aera, bukankah kau ada janji?” Ucap Aisya seraya mengembangkan senyuman yang dipaksakan,
“Janji?”
“Iya, janji, Apa kau lupa?” Ucap Aisya yang kembali memberikan kode,
“Ha? tidak, aku tidak punya janji apa apa,”
Aisya menundukkan kepalanya pasrah,
‘Ya Alloh, kenapa temanku sama sekali tidak peka?’ Batinnya
“Kau kenapa Aisya?” Tanya Aera
Do hyun memegang lembut bahu Aisya yang membuat Aera membulatkan matanya,
“Tidak apa apa, sayang.” Ucap Do hyun
Sontak Aisya langsung menatap ke arah Do hyun, begitupun dengan Aera,
“Jadi benar kalian sudah jadian? Wah, ini benar benar berita yang bagus,” Aera bertepuk tangan senang,
“Baiklah, semua orang harus tahu tentang ini,” Aera langsung berdiri dan memukul mangkuk nasi yang berada di hadapannya,
“Perhatian semuanya!!” Teriak Aera,
Seluruh perhatian siswa siswi yang berada di kantin pun sontak mengarah ke arah mereka,
“Ada apa ya?” Bisik mereka.
“Aku ingin memberitahukan pada kalian, Teman kita yang bernama kim Do hyun akhirnya resmi berpacaran dengan Aisya Zara!!” Teriak Aera
“Apa? Bagaimana mungkin Do hyun bisa berpacaran dengan gadis yang menggunakan penutup kepala seperti itu?” Bisik para siswa siswi yang membuat raut wajah Aisya berubah sendu,
Raut wajah Do hyun berubah kesal mendengar beragam tanggapan dari mereka,
Do hyun berdiri dari duduknya,
“Aku tidak peduli bagaimana anggapan kalian tentang kami, karena kalian setuju atau menolak pun tidak ada pengaruhnya untuk kami,” Do hyun menarik tangan Aisya dan pergi dari tempat tersebut,
“Eh, Tunggu aku!” Teriak Aera yang mengikuti langkah mereka,
***
Aera menyusul langkah mereka, dengan nafas tersekat sekat ia mencoba untuk mengatur nafasnya,
“Aisya, maaf! Aku sama sekali tidak bermaksud untuk..” Ucap Aera terpotong
“Tidak apa apa, itu bukan salahmu, ini sudah menjadi konsekuensi dari keputusanku,” Aisya menatap Do Hyun dalam,
Do hyun pun tersenyum,
“Aku akan selalu bersamamu,” Ucap Do hyun
***
Di lain sisi,
Berita tentang Aisya terdengar hingga ke telinga orang tuanya di tanah air,
“Apa? bener bener anak itu! Aku menyetujuinya untuk kuliah dan bekerja di korea itu hanya demi masa depannya yang lebih baik, bukan untuk tempat mencari jodoh!” ” Ayah Aisya syok mendengar berita kedekatan putrinya dengan pria asing berkewarganegaraan korea itu,
Sang istri pun mencoba untuk menenangkannya,
“Tenang yah, kita gak boleh emosi, mungkin itu hanya gosip, Ayah kan tau bagaimana Netizen jika sudah asah pasti jadi makan korban,”
“Tapi bu? Coba ibu pikir, rasanya gak masuk akal kalo hanya gosip tapi poto nya ada?”
“ya mungkin, cuma editan.”
“Tapi ngapain mereka ngeditin? Apa cuman buat iseng aja?”Tanya sang suami,
“yah,tenang dulu! kita belum tahu kebenarannya,”
“Pokoknya, kita harus hubungi Aisya secepatnya!” Ayah Aisya pun melangkah pergi,
Ibu Aisya menghela nafas panjang,
“Ya Alloh, Aisya kamu ngapain di korea sana nak?” Gumamnya,
***
Degh
Sejenak Aisya terdiam,
“Kenapa?” Tanya Do hyun yang melihat Aisya tiba tiba terdiam,
“Oh, Emm Aku tidak apa apa,” Jawab Aisya
‘Kenapa tiba tiba kepikiran Ibu ya?’ Batin Aisya,
Aisya pun melanjutkan langkahnya bersama Do hyun untuk pergi ke street food korea,
Disana berjejer berbagai jenis makanan, dari mulai tteokbokki, Ramen, berbagai jenis gorengan seperti Yachae twigim, mandu Twigim, Gamjajeon, Es krim, dan yang lainnya,
“Kau mau yang mana?” Tanya Do Hyun
Aisya melihat satu persatu jajanan yang berada di hadapannya,
“Semuanya kelihatan enak,” Ucapnya,
“Kalau begitu, kau mau semuanya?” Tanya Do hyun,
“Eh, Tidak tidak! itu rasanya terlalu berlebihan,” Aisya terkekeh,
‘Biasanya di film Drakor, jika wanitanya mengatakan tidak, maka pria justru akan membelikannya lebih banyak,’ Aisya tersenyum senyum sendiri,
Do hyun mengerutkan dahinya,
“Kau kenapa?” Tanya Do hyun heran,
“Apa? Ah tidak, tidak.”
“Ya sudah! Jadi, kau mau pesan apa?”
Aisya pun memilih gorengan yang bernama Yachae Twigim,
“Aku akan memilih yang ini,” Aisya menunjuk salah satu makanan
Si penjual pun menyodorkan wadah makanannya,
“Melihat makanan ini, membuat ku ingat pada kampung halamanku,” Gumam Aisya, tanpa ia sadari Do hyun tengah memperhatikannya,
“Apa di negaramu ada makanan seperti ini?” tanya Do hyun
“Ya, Tentu! Makanan ini sangat mirip dengan makanan yang ada di negaraku, jika disini disebut Yachae twigim, di negaraku makanan ini disebut bakwan, bukan hanya itu, nama bakwan memiliki banyak sebutan di negaraku, tergantung kamu tinggal dimana,”
“Wow, Amazing! Aku baru mengetahui jika ada kesamaan antara negara kita,” Ucap Do hyun
“Bagaimana jika sesekali aku boleh mengunjungi kampung halamanmu,” Tanya Aisya
“Tentu saja, Kita akan sama sama pergi kesana,”
“Janji?” Do hyun mengeluarkan jari kelingkingnya
Aisya pun mengulurkan jari kelingkingnya, dan meraih jari Do hyun,
“Janji,”
Hari itu, mereka menjalani hari bahagianya,