Pertemuan dengan Arsyla

1290 Kata
Aisya berlari dari kampusnya menuju tempat ia bekerja, “Gawat, Aku terlambat!” Gumamnya, tanpa memperhatikan jalan yang ia lalui, Aisya menabrak seorang gadis yang berada di hadapannya, Brughh Keduanya terjatuh, “Aww, sakit sekali.” Ringis gadis yang bertabrakan dengannya, Aisya bergegas berdiri dan membantu gadis itu berdiri, “Ah, Maaf! aku tidak sengaja!” Aisya membungkukkan tubuhnya, Gadis itu pun menoleh ke arah Aisya, “Aisya?” Aisya menatap gadis itu, Ia mencoba mengingat ingatnya, “A-Arsyla?” “Iya, ini aku.” Jawab Arsyla membenarkan, *** Aisya dan Arsyla duduk bersama di sebuah kedai kopi terdekat, “Bagaimana kabarmu?” Tanya Arsyla “Alhamdulillah, Aku baik. Kau sendiri bagaimana?” “Alhamdulillah aku juga baik.” “Oya, Kenapa kau ada disini? Bukannya kau mau mondok ya?” Tanya Aisya heran, Arsyla menghela nafas kasar, “Yaa.. Awalnya aku juga melakukan sesuai rencana, tapi itu tidak berjalan cukup baik,” “Apa terjadi sesuatu?” “Abah ku meninggal, dan meninggalkan banyak hutang, Jadi tidak ada lagi yang bisa membiayaiku, hutang itu menghancurkan keluargaku, Ibu depresi, karena itu aku memutuskan untuk bekerja disini,” Arsyla berkaca kaca ketika bercerita pada Aisya, “Lalu, bagaimana denganmu Aisya?” “Alhamdulillah, Sekolahku berjalan lancar, kebetulan aku juga bekerja paruh waktu untuk memenuhi kebutuhan harianku disini,” Terang Aisya Arsyla mengangguk paham, “Ngomong ngomong, kenapa tadi kau terburu buru seperti itu?” Seketika Aisya langsung berdiri dari duduknya, “Astagfirullahaladzim, tadi aku dalam perjalanan menuju tempat ku bekerja, Ya sudah! aku pergi dulu ya,” Aisya melambaikan tangannya seraya berlari, Arsyla mengerutkan dahinya, “Tumben, Aisya tidak memberi salam?” Gumamnya, Arsyla pun mengangkat bahunya dan melangkah pergi, *** Setibanya di tempat Aisya bekerja, dengan nafas terengah engah, Ia melangkah masuk, ‘M-Maaf bos, Aku terlambat.” Atasan Aisya ini hanya menggelengkan kepalanya, terdengar helaan nafas panjang darinya, Aisya menundukkan pandangannya dan tidak berani menatap atasannya itu, Atasan Aisya pun melangkah pergi tanpa mengatakan apapun, Sedangkan Aisya melanjutkan pekerjaannya, *** Selesai melakukan pekerjaannya, Aisya un memutuskan untuk langsung pulang ke rumah, Namun di perjalanan terdengar dering ponselnya yang berbunyi, “Eoh? Do hyun?” Aisya pun mengangkat telepon Do hyun, In Call, “Iya, Ada apa?” Tanya Aisya “kau dimana?” “Aku sedang dalam perjalanan pulang,” “Begitu ya? Apa kau pulang sendiri?” “Hmm,” “Kalau begitu aku akan menjemputmu, Katakan dimana lokasimu?” “Emm, Aku rasa tidak perlu, Aku bisa pulang sendiri,” “Apa kau yakin?” Aisya mengangguk anggukkan kepalanya, “Iya,” Karena tidak memperhatikan jalanan, sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menyerempet Aisya hingga Ia terjatuh dan ponselnya pun terlempar, Tut tut tut “Hallo, Aisya? Aisya?” Do hyun merasa panik saat suara terakhir yang didengarnya suara jeritan, dan suara rem mobil. Do Hyun bergegas mencari Aisya, Ia menyusuri jalanan yang biasa Aisya lewati, Namun Do hyun tidak menemukan keberadaan Aisya, “Aisya, Kau dimana?” Gumamnya Do hyun pun mencoba untuk mencari Aisya ke klinik klinik terdekat, “Maaf permisi, Apa disini ada pasien kecelakaan bernama Aisya Zara?” Tanya Do hyun pada petugas klinik, “Maaf, Tidak ada.” Do Hyun semakin panik mendengar jawaban tersebut, Ia tidak putus asa sampai disitu, Do Hyun terus mencari Aisya, Hingga di klinik selanjutnya, Ia melihat Aisya yang sedang berjalan terpincang pincang dengan dibantu oleh seorang gadis, Do Hyun langsung berlari ke arahnya, “Aisya, apa yang terjadi? Ada apa dengan kakimu? Kau tidak apa apa?” Tanya Do Hyun bertubi tubi. “Kau bertanya seperti sedang mengintrogasiku saja,” “Hei! Aku seperti ini, karena aku mengkhawatirkanmu,” Aisya memutarkan kedua bola matanya, “Aisya?” Panggil seorang gadis yang masih setia membopongnya, Aisya baru menyadari jika sedari tadi Arsyla memperhatikan mereka, “A-Arsyla,” Aisya terbata bata “Dia ini siapa?” Tanya Arsyla “Oh, Dia ini adalah…” Ucapan Aisya terpotong oleh perkataan Do Hyun “Aku kekasih Aisya, namaku Kim Do Hyun,” “A-Apa? K-Kekasih?” Arsyla terkejut mendengar pengakuan Do hyun Aisya kebingungan bagaimana cara menjelaskannya pada Arsyla, “Aisya? Apa itu benar?” Arsyla menatap tajam Aisya, Aisya menganggukkan kepalanya tanpa menatap Arsyla, “Tapi, Bagaimana mungkin? Kalian kan, Ya Alloh Aisya!! Gimana nanti kalau keluarga kamu tahu?” Arsyla seketika berbicara dengan bahasa indonesia untuk menghindari Do hyun, “Maaf, Tapi ceritanya panjang, Aku bakalan ceritain ke kamu nanti, ok? Yang terpenting tolong rahasiain ini dari Ayah sama Ibu,” Aisya melipat kedua tangannya memohon, Do hyun yang tidak mengerti pembicaraan mereka hanya memperhatikan bergantian ke arah mereka, Arsyla menarik nafas kasar, “Aku gak ikut ikut ya, kalau sampai terjadi sesuatu kedepannya, kamu sadar kan gimana konsekuensinya?” Aisya menganggukkan kepalanya, “Aku pamit, Assalamualaikum.” Arsyla melangkah pergi meninggalkan Aisya bersama Do hyun, “Sebenarnya apa yang terjadi? Apa yang Kalian bicarakan?” Tanya Do hyun Aisya hanya terdiam, ‘Semua konsekuensinya akan aku tanggung, Karena aku juga tidak ingin ada penyesalan suatu saat nanti karena melepaskan orang yang aku cintai begitu saja tanpa memperjuangkannya terlebih dahulu,’ Batin Aisya berkata Do hyun melambaikan tangannya di depan wajah Aisya, “Aisya? Hallo?” Lamunan Aisya pun buyar, “Ckk, Apaan sih.” Aisya menatap sinis Do hyun dan melanjutkan langkahnya, “Apa aku sudah berbuat sesuatu yang salah ya?” Gumamnya, Do hyun mengangkat bahunya dan mengikuti langkah Aisya. *** Di perjalanan, “Aisya?” Panggil Do hyun “Hm?” “Emm, Gadis tadi itu siapa?” “Oh, Dia temanku dari kampung halamanku,” ‘Benarkah?” Aisya menganggukkan kepalanya “Iya,” Aisya terus menatap ke arah luar jendela, “Oya, Bagaimana ceritanya kau bisa ada di klinik?” Tanya Do hyun penasaran, Saat itu… Flashback Ketika Aisya tengah asik menelpon, tanpa Ia sadari sebuah mobil dengan kecepatan tinggi, melaju tanpa arah, Hingga mobil tersebut menyerempet Aisya, dan membuat Aisya terjatuh dan ponselnya terlempar, Mobil tersebut pun tiba tiba berhenti dan seseorang yang keluar dari mobil berlari ke arah Aisya, “Aisya?” Ia sangat syok melihat Aisya yang jatuh pingsan, Dengan cepat Aisya dibawa ke klinik, *** Aisya yang tengah berbaring di tempat tidurnya, dikejutkan oleh kedatangan seseorang yang tiba tiba masuk ke dalam kamarnya, “Kau? Apa yang sedang kau lakukan disini?” Tanya Aisya heran, “Sstt, pelankan suaramu!” Aisya mengerutkan dahinya, “Aku kesini hanya untuk mengantarkanmu makanan,” “Tidak perlu, Aku sedang tidak nafsu makan,” Do hyun duduk di birai kasur dan meletakkan punggung tangannya di kening Aisya, “Tidak panas,” Gumamnya, Seketika Aisya langsung menepis kasar tangan Do hyun “Aku tidak apa apa,” “Iya, Aku tau kau tidak apa apa, Aku hanya ingin memastikannya,” Do hyun mengeluarkan roti lapis kesukaan Aisya, Do hyun pun membukanya dan menyuapinya, “Padahal, Kau tidak perlu repot repot seperti ini,” Ucap Aisya seraya mengunyah makanannya, “Tidak apa apa, Ini sudah tugasku,” Aisya sedikit memiringkan kepalanya, “Tugasmu?” “Iya, Kau adalah kekasihku, tugasku untuk menjagamu, melindungimu, dan mencintaimu,” Terang Do hyun, Aisya tertawa kecil, “Sudah seperti di film film saja,” Di tengah obrolan mereka terdengar suara ketukan pintu, Tok tok tok Sontak Aisya terkejut dan langsung mendorong Do hyun untuk bersembunyi, “Hey, Apa apaan ini!” Ucap Do hyun yang terus didorong oleh Aisya “Aku mohon, bersembunyilah dulu! Aku tidak ingin penjaga asrama mengusirku karena memasukkan seorang pria di dalam kamarku,” “Eh, memangnya kenapa?” “Sudahlah! Jangan cerewet!!” Aisya terus mendorong Do hyun untuk bersembunyi di balik gorden, Kemudian, Aisya sedikit merapihkan dirinya dan melangkah maju ke depan pintu, Ceklek Aisya membuka pintu kamar, dan menampakkan sosok seorang wanita yang tegas, dengan raut wajah serius, mengenakan blazer berwarna hitam dan kacamata,
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN