Kepala asrama melangkah masuk ke dalam kamar Aisya dan memperhatikan sekitar,
“Em, A-ada apa bu?” Tanya Aisya gugup
Kepala asrama itu menatap tajam Aisya dan melipatkan kedua tangannya di dadanya,
“Aku dengar, Kau mengalami kecelakaan?”
“Iya, itu benar bu,”
“Hm, Bagaimana keadaanmu sekarang?”
“Alhamdulillah sudah lebih baik,”
“Itu bagus! Artinya kau sudah siap untuk mengikuti ujian beasiswa besok,”
“U-Ujian?”
“Ya! tentu saja, ujian untuk beasiswa tahun ini, jika kau lulus itu artinya kau bisa melanjutkan pendidikanmu dengan beasiswa itu, tapi jika kau tidak lulus, kau masih bisa melanjutkan pendidikanmu dengan jalur umum alias kau harus membayar seperti siswa yang lain, termasuk biaya untuk tinggal di asrama,” jelas panjang lebar kepala asrama,
Aisya hanya menganggukkan kepalanya,
Kepala asrama pun melangkah pergi,
Setelah kepergian kepala asrama, Do Hyun pun keluar dari tempat persembunyiannya,
Melihat Aisya yang termenung, Do hyun pun merangkul bahunya,
“Jangan khawatir, Aku akan membantumu belajar, sekalipun kau tidak lulus, aku akan meminta bantuan kedua orang tua ku agar kau masih bisa bersekolah disini,” Do Hyun melemparkan senyumannya ke arah Aisya,
Malam itu, Do Hyun terus membantu Aisya belajar dan mempersiapkan ujian untuk keesokkan harinya,
***
Hari berganti,
Aisya dan Do Hyun yang tertidur di atas meja dengan buku buku yang berserakan,
Lelapnya tidur Aisya terusik oleh suara ribut dari luar asrama,
“Kenapa ribut sekali?” Gumamnya
Aisya mengucek kedua matanya yang masih mengantuk, Saat ia menyadari Do Hyun yang berada di hadapannya, Aisya mengerjap terkejut,
“D-Do Hyun?”
Perhatiannya pun teralihkan oleh suara ketukan pintu dari luar,
Tok tok tok
“Aisya?” Panggil seseorang dari balik pintu,
Aisya yang tidak tega membangunkan Do hyun pun memilih untuk menutupi tubuh Do Hyun dengan sebuah kardus besar miliknya yang ia gunakan untuk pindahan dulu,
“Untung ukurannya pas,” Ucap Aisya
Tok tok tok
Suara ketukan pintu kembali terdengar,
“Iya, sebentar!” teriak Aisya,
Aisya bergegas menuju pintu, seraya kembali menengok ke arah kardus untuk memastikan jika Do Hyun masih tertidur,
Ceklek
“Iya, Ada apa?”
“Aisya, kau masih belum bersiap siap?”
“Astagfirulloh, Iya, Aku akan pergi sekarang,”
“Cepat ya! Setengah jam lagi ujiannya dimulai,”
Aisya mengangguk paham,
***
Aisya dengan tergesa gesa ia bersiap siap, Ia menatap Do Hyun yang masih terlelap tidur, Kemudian Aisya pun meninggalkan catatan kecil untuk Do Hyun,
Aisya melangkah cepat menuju kelas,
Setibanya di kelas,
Dengan nafas tersekat sekat, Aisya mencoba mengatur nafasnya,
“Baiklah anak anak, Ujian kali ini adalah penentu siapakah yang akan tetap mendapatkan beasiswa sampai akhir tahun ajaran, dan siapakah yang harus berhenti sampai disini,” Terang Dosen
Aisya mendengarkannya dengan seksama,
Waktu berjalan begitu cepat, Ujian pun selesai,
Aisya tengah berjalan kaki menuju kantin,
“Aisya?” Panggil seseorang
Aisya memalingkan pandangannya,
“Aera?”
Aera berlari menghampiri Aisya,
“Tumben kau sendirian, Dimana Do hyun?”
Aisya baru teringat, Jika ia meninggalkan Do Hyun di kamarnya dalam keadaan terkunci.
“Gawat,” Aisya kembali berlari menuju asrama,
Betapa terkejutnya ia, saat ia mendapati pintu kamarnya yang sudah tidak terkunci,
“Aneh? Aku yakin, aku sudah menguncinya sebelum pergi ke kampus,” Gumamnya,
Aisya kemudian bergegas masuk ke dalam kamarnya,
Namun, Ia tidak mendapati Do Hyun disana,
“Kemana dia?” Aisya kembali mencari Do Hyun di setiap sudut kamarnya, Namun ia sama sekali tidak menemukan Do Hyun,
Aisya meraih ponselnya dan mencoba untuk menghubungi Do hyun, tidak ada jawaban darinya,
“Do hyun kenapa? Apa dia marah?” Ucapnya pada diri sendiri,
Aisya memutuskan untuk mencari Do Hyun ke rumahnya,
“Annyeonghaseyo Eomma,” Sapa Aisya,
“Annyeong Aisya, Bagaimana kabarmu nak?”
“Baik Eomma,”
“Syukurlah, Eomma sedikit takut jika kau tidak makan dengan baik di asrama, Eomma juga merasa kesepian karena kau sudah lama tidak kemari,”
“Maaf Eomma, Akhir akhir ini banyak pekerjaan yang harus Aisya selesaikan,”
“Iya, Eomma mengerti itu,”
“Maaf Eomma, Apa Do hyun ada?”
Eomma mengerutkan dahinya,
“Do hyun? Sejak kemarin Eomma tidak melihatnya,”
“Oh, begitu ya! Ya sudah Aisya permisi dulu Eomma,”
“Baiklah, Jaga dirimu dengan baik ya,”
Aisya menganggukkan kepalanya seraya tersenyum ramah,
***
Aisya pun berjalan tanpa arah, dengan raut wajah sendu, Ia terus melangkah, Tanpa sengaja Aisya melihat Do Hyun yang tengah berjalan dengan membawa dua buah ice cream cone,
“Do Hyun!” Panggil Aisya,
Karena jarak yang cukup jauh, Do Hyun pun tidak mendengar teriakan Aisya,
“Do hyun, mau kemana ya? Kenapa dia sama sekali tidak melihatku?” Aisya pun melangkah mengikuti Do Hyun,
***
Do hyun menghampiri seorang gadis berhijab yang tengah duduk di salah satu bangku,
“Ini,” Ia menyodorkan es krim kepada gadis itu, dan gadis itu pun meraihnya,
“Terima kasih,” Ucap nya
Do Hyun pun duduk disamping gadis ini,
“Jadi, kau sudah cukup lama berteman dengan Aisya?”
Gadis itu pun mengangguk seraya menikmati es krim pemberian Do hyun,
Es krim milik gadis itu pun tak sengaja menetes ke celana Do hyun,
“Oh, Maaf! Aku tidak sengaja,” Refleks ia membersihkan celana Do Hyun dengan menggunakan tisu dan..
Dugh
Kepala mereka pun saling berbenturan,
“Maaf, Aku tidak sengaja!”
“ARSYLA!!” Teriak Aisya dari arah samping,
Pandangan Do hyun dan Arsyla pun berpaling ke arahnya,
“Jadi ini, yang kalian lakukan di belakangku?” Bentak Aisya,
Do Hyun dan Arsyla pun saling menatap sekilas,
“Hey, Ini tidak seperti apa yang kau bayangkan,” Terang Do hyun
Do Hyun meraih tangan Aisya,
“Tidak!” Aisya menepis kasar tangan Do hyun
Arsyla mencoba menenangkan Aisya,
“Aisya denger! Ini semua gak kayak yang kamu pikirin!” Tegas Arsyla,
“Terus aku harus berpikir bagaimana? Melihat Kau berduaan dengan kekasih ku seperti ini?”
“Aisya, Aku sama sekali tidak melakukan apapun, dan aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Arsyla,” Do Hyun mencoba kembali menjelaskan pada Aisya,
Aisya menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya, seolah tidak mau mendengarkan penjelasan apapun dari mereka,
“Mulai sekarang! Ini semua berakhir!” Aisya melangkah pergi meninggalkan Do hyun dan Arsyla yang terus memanggil namanya,
“Aisya!” Panggil mereka,
Aisya terus berjalan tanpa melihat ke arah mereka,
***
Setiap harinya, Aisya terus menghindar dari Do Hyun dan juga Arsyla,
“Aisya?” Sapa Aera yang tiba tiba sudah berada di hadapannya,
“Kau rupanya, mengagetkan saja,”
Aera kemudian duduk berhadapan dengan Aisya,
“Ada apa? Apa kau sedang ada masalah?”
Aisya terdiam,
Aera menghela nafas panjang,
“Ya sudah jika kau tidak ingin menceritakannya, Aku tidak akan memaksamu, Tapi saranku, Apapun masalah yang sedang kau hadapi, cobalah untuk membicarakannya baik baik, jangan sampai menjadi sepertiku,” Aera pun melangkah pergi meninggalkan Aisya yang tertegun.