Kesalahan Do hyun

1257 Kata
Aisya dalam perjalanan pulang setelah menyelesaikan shift bekerja, Di perjalanan, “Aisya?” Seseorang memanggil namanya, Langkah Aisya pun terhenti, Kemudian ia membalikkan tubuhnya, “Do Hyun?” Do hyun melangkah mendekati Aisya, “Berhenti disitu!” Pinta Aisya Do hyun menuruti permintaan Aisya, Ia menghentikan langkahnya, “Aisya, Aku ingin menjelaskan tentang apa yang terjadi tempo hari,” “Tidak perlu, aku rasa itu sudah cukup jelas,” Aisya hendak melanjutkan langkahnya, Namun dengan cepat Do hyun menahannya dengan memegang tangan Aisya, “Tunggu! Kau harus mendengarkan penjelasanku,” Aisya menepis kasar pegangan Do Hyun, “Tidak!” Aisya melanjutkan langkahnya “Aku tidak sengaja bertemu dengan Arsyla saat akan pulang ke rumah, Dia kebingungan karena masih belum tau jalanan disini, Karena itu aku membantunya, sekaligus menanyakan tentangmu,” Terang Do hyun yang langsung menghentikan langkah Aisya, Aisya terdiam sejenak, “Aku hanya ingin mengetahui tentangmu, tentang keluargamu,” lanjut Do hyun, Aisya melirik ke arah Do Hyun tanpa mengucapkan apapun, Aisya melangkah meninggalkan Do hyun, Hari pun berganti, Do Hyun yang sudah kebingungan mencari cara untuk membujuk Aisya, Akhirnya memutuskan untuk mendekati Aisya agar ia membantu Do hyun untuk berbaikan dengan Aisya, “Hai,” Sapa Do hyun yang tiba tiba berdiri di depan gerbang pabrik tempat Arsyla bekerja, “K-Kau? Apa yang kau lakukan disini?” Tanya Arsyla heran “Emm, tidak apa apa, Apa kau ada waktu kosong?” “Iya, Aku baru menyelesaikan jam kerja ku, Ada apa?” “Bisakah kita bicara sambil makan ramen?” “Eoh?” Arsyla sedikit terkejut dengan ajakan Do hyun, ‘Bukankah di korea ajakan seperti itu artinya dia ingin berkencan denganku? Apa dia menyukaiku? Tapi, jika benar, Bagaimana dengan Aisya nanti?’ Batin Arsyla, “Arsyla?” Panggil Do hyun “Ah Iya,” Lamunan Arsyla pun buyar “Bagaimana? Apa bisa?” Arsyla menyetujui ajakan Do hyun, Mereka berdua kemudian pergi ke kedai ramen terdekat, Tak lama kemudian ramen yang mereka pesan pun datang, Ketika tengah menikmati ramen, “Kau menyukai ramennya?” Arsyla menganggukkan kepalanya diiringi senyuman, pandangan Do hyun pun beralih pada kuah ramen yang terlihat belepotan di bibir Arsyla, “Kau ini, cara makanmu seperti anak kecil saja,” Do hyun kemudian menghapusnya dengan Ibu jarinya, Degh Jantung Arsyla berdebar kencang, seketika raut wajah nya pun berubah memerah menahan malu, Arsyla kemudian mengalihkan pandangannya ke arah lain, ‘Ya ampun, kenapa jadi begini? Hey jantung berhenti berdebar! Nanti kedengaran!’ Batin Arsyla berkata, “Hei, Kau kenapa?” Tanya Do hyun yang melihat Arsyla bersikap sedikit aneh untuknya, “Eoh, Tidak, Aku tidak apa apa!” Jawabnya gugup. Do hyun melemparkan senyuman manisnya, “Oh ya, Emm tumben sekali kau mengajakku makan ramen?” Tanya Arsyla “Emm, Tidak apa apa, Hanya saja aku pikir tidak ada salahnya aku mengajakmu jalan jalan mengenal lebih dalam tentang negara ini,” Arsyla hanya menganggukkan kepalanya, “Kenapa? Apa kau keberatan?” Tanya Do Hyun, “Oh, Tidak tidak! Aku senang bisa ditemani olehmu Eh, Emm maksudku aku senang kau mau mengajakku kesini,” Ucap gugup Arsyla. “Kau sangat lucu,” Do hyun tertawa melihat Arsyla yang gugup *** Do hyun kemudian mengantar Arsyla pulang ke kontrakan miliknya, “Oh ya, Menurutmu bagaimana caranya agar bisa mengerti perasaan seorang wanita?” Tanya Do hyun tiba tiba, “Oh, menurutku, kau harus belajar untuk peka terhadap perasaan seorang wanita,” “caranya?” Arsyla berpikir sejenak, “Emm, mungkin dengan cara banyak berkomunikasi, itu akan membuat pikiran semakin terbuka dan hati akan semakin peka,” Do hyun pun menganggukkan kepalanya, “Begitu ya? Tapi bagaimana jika gadis itu malah sedang marah dan kita tidak tau bagaimana cara meredakan kemarahannya,” “Emm, jika seperti itu, biasanya seorang gadis akan sangat menyukai sesuatu yang manis, kau bisa meminta maaf dengan cara yang romantis seperti mengirimkan bunga, coklat, atau hadiah lainnya,” “Jika gadis itu bukan gadis biasa?” “maksudmu, bukan gadis biasa?” “Emm, Maksudku gadis yang istimewa seperti mu,” Do hyun menatap dalam ke arah Arsyla yang membuat Arsyla salah tingkah, dan tidak memperhatikan jalanan di depannya, Tukk Kepalanya membentur tiang listrik di depannya, “Aww,” Ringis Arsyla, Do hyun pun panik dan segera melihat kening Arsyla, “Kau tidak apa apa?” Tanya Do hyun panik, “Aku tidak apa apa!” Arsyla tersenyum manis, Pandangan mereka pun bertemu, Entah setan apa yang merasuki Arsyla, Seolah ada magnet yang menariknya untuk melakukan hal yang gila, Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Do Hyun, Perlahan matanya pun terpejam, begitupun dengan Do Hyun yang tiba tiba terdorong untuk lebih mendekatkan wajahnya ke arah Arsyla, Dan.. Cupp Bibir Do hyun pun berhasil mendarat di bibir ranum milik Arsyla, Do Hyun teringat Aisya, seketika ia menghentikan perbuatannya, “M-maaf! Maafkan aku, tidak seharusnya aku melakukan hal itu padamu,” Do hyun menyesali perbuatannya, “Lebih baik aku pergi, lagipula tujuanmu sudah dekat dari sini,” Do Hyun pun melangkah cepat meninggalkan Arsyla, Dan Arsyla pun menunduk malu, *** Tiba di kamar, Arsyla tersenyum senyum sendiri sambil memegang bibirnya, “My first kiss,” Gumamnya Arsyla kemudian merebahkan tubuhnya diatas tempat tidurnya, “Haa, Aku sama sekali tidak menyangka akan melakukan hal itu,” Arsyla memukul mukul gemas boneka miliknya, Tiba tiba ia teringat pada Aisya, “Eh tapi bagaimana dengan Aisya?” Arsyla sejenak berpikir, “Tapi, Dia kan udah putus waktu di taman,” Arsyla kembali tersenyum mengingat kejadian barusan Sebagian dari dirinya mengingatkan, ‘Hey, kamu tau itu dosa kan? terus kenapa kamu masih lakukan?’ “Tapi, itu kan khilaf, tiba tiba aja seperti itu, Lagipula itu kan sudah biasa, banyak temen temen yang juga pacaran, aku juga pengen ngerasain gimana pacaran, Yang penting kan gak melebihi batas sampai hamil diluar nikah aja, Pacar juga bisa jadi motivasi biar lebih semangat dalam bekerja,” Ucapnya pada diri sendiri, *** Dilain sisi, Do hyun terus merutuki dirinya atas apa yang terjadi tadi, “Dasar bodoh!! Apa yang kau lakukan! Dia itu muslim dan juga sahabat Aisya, bisa bisanya kau menyentuhnya seperti itu!!” *** Hari berganti, Pagi ini cuaca cukup hangat, sehingga Aisya hanya mengenakan rok berwarna pink soft dengan blouse warna putih dan hijab yang senada, terlihat sangat manis pada diri Aisya, “Alhamdulillah, Hari ini cuacanya tidak terlalu dingin seperti kemarin,” Aisya melangkah keluar, “Aisya?” Panggil seseorang “Kau lagi,” Jawab Aisya dengan tatapan sinis, “Aku minta maaf, benar benar minta maaf! Tolong maafkan aku,” Ucap Do hyun sambil beraegyo. Aisya hanya menatap datar, “Aku mohon!” Do hyun kembali beraegyo, Seketika Aisya tertawa karena tidak tahan melihat raut wajah yang lucu Do hyun, “Hey hentikan! kau bisa membuatku sakit perut karena terus tertawa,” “Aku akan berhenti asal kau mau memaafkanku dan kembali padaku,” Ujar Do hyun, Raut wajah Aisya pun berubah, “Tidak mau!” Jawab singkat Aisya, “Jika begitu, aku akan mengeluarkan jurus andalanku.” Aisya mengerutkan dahinya, tidak mengerti maksud Do hyun, Do Hyun pun mengangkat kedua alisnya berkali kali dan memasang wajah jahilnya, Lalu tiba tiba, Do hyun menggelitik Aisya, Hingga Aisya merasa kegelian dan tertawa terbahak bahak, *** Aisya dan Do hyun pun berbaikan, dan berangkat bersama ke kampus dengan menggunakan kendaraan umum, “Kemana mobil milikmu?” Tanya Aisya “Itu, Aku menyimpannya di garasi, Aku hanya tidak ingin menggunakan mobil itu, rasanya terlalu biasa, jika kita menaiki kendaraan umum seperti ini, justru akan terasa keindahannya dan momennya,” “Dasar perayu ulung!” Ucap Aisya Do hyun hanya terkekeh melihat reaksi Aisya,
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN