Do hyun tersenyum ke arah aisya,
“Aku akan berubah menjadi perayu ulung saat bersamamu,”
Aisya tersenyum mendengar ucapan Do Hyun,
Setibanya di kampus,
Do hyun menggandeng tangan Aisya sehingga menjadi pusat perhatian orang orang yang berada disana,
Tidak terkecuali Aera,
Namun, Aera pandai menyembunyikan kesedihannya, Ia menghampiri Do hyun dan Aisya,
“Sepertinya kalian sudah berbaikan?” Aisya memeluk mereka berdua dari belakang,
Do hyun dan Aisya pun saling bertatapan dan tersenyum,
Di tengah kebahagiaan mereka yang baru saja berbaikan,
Seseorang datang menghampiri mereka,
“Hai kalian!” Sapanya
Aisya dan Do hyun terkejut melihatnya,
“A-Arsyla?”
Aisya dan Do hyun melihat sesuatu yang berbeda dari diri Arsyla,
Cara berpenampilannya terlihat berbeda, Ia mengenakan pakaian yang modis layaknya seorang gadis berkewarganegaraan korea,
Arsyla bergelayut di lengan Do hyun tiba tiba,
“Yeobo, hari ini aku libur bekerja, bagaimana jika pergi makan ramen?”
Do hyun semakin salah tingkah melihat sikap Arsyla terhadapnya, Terlebih di hadapannya ada Aisya, kekasihnya, begitupun Aisya dan juga Aera,
Do hyun mencoba untuk melepas pegangan Arsyla, Namun Arsyla kembali memegangi lengannya,
“Arsyla tolong lepas!” Ucap Do hyun dengan tegas,
Arsyla pun perlahan melepaskan pegangannya,
“Apa apaan kau ini, Arsyla?” Do hyun terlihat menahan marah
“Tapi, bukankah kau mencintaiku? itu lah sebabnya akhir akhir ini kau mendekatiku kan? Bahkan semalam kau menciumku,” Tutur Arsyla,
“A-apa? Menciummu?” Aisya syok mendengar pengakuan Arsyla,
Aera berdiri di hadapan Arsyla,
“Jaga bicaramu! tidak mungkin oppa sembarangan seperti itu!” Aera menatap tajam Arsyla,
Aisya tertegun, Ia seakan tidak percaya dengan apa yang ia dengar,
Tubuhnya pun bergemetar, kakinya terasa lemas tak ada tenaga, Ia menyenderkan tubuhnya di dinding dan jatuh perlahan,
“Aisya dengarkan aku!” Do hyun mendekat ke arah Aisya dan mencoba untuk menjelaskannya.
“Stop! Berhenti disitu!” Buliran bening itu pun lolos dan mengalir begitu saja.
“Aisya dengar! Aku sama sekali tidak mencintainya, kau harus yakin padaku!” Do hyun terus berusaha untuk meyakinkan Aisya,
Aisya menatap nanar Do hyun,
“Katakan! Apa benar kau menciumnya?” Tanya Aisya
Do hyun terdiam,
Aisya menarik baju Do hyun,
“Katakan! Apa benar kau menciumnya begitu saja? Jujurlah!” Desak Aisya.
Do hyun tetap terdiam,
Arsyla melangkah maju,
“Itu benar! dan kami melakukannya secara sadar,” Terang Arsyla,
Seketika Aisya menjerit histeris,
“Arghh!!” Aisya menangis histeris,
Ia kemudian mendorong Do hyun cukup keras dan melangkah cepat pergi meninggalkan mereka,
Do hyun hanya tertunduk menyesali perbuatannya,
Aera menghampiri mereka,
“Aku pikir, Aisya yang tidak pantas mendapatkanmu, tapi ternyata aku salah, kau yang justru tidak pantas untuknya!” Aera kemudian melangkah pergi menyusul Aisya,
***
Aisya terus berlari, Hingga ia jatuh terduduk di sebuah taman, dengan air mata yang terus mengalir,
Tiba tiba hujan pun turun seakan langit ikut bersedih dengan apa yang Aisya alami,
Air hujan itu bersatu dengan air matanya,
“Kau jahat Do hyun!” Aisya terus meratapi kesedihannya,
“Kenapa harus Arsyla?” Gumamnya,
***
Dalam keadaan basah kuyup, Aisya kemudian memutuskan untuk kembali pulang ke asrama,
Setibanya di asrama,
Terdengar suara ponsel miliknya, Ia kemudian mengangkat teleponnya,
In Call
“Assalamu’alaikum, Aisya?”
Aisya sekilas melihat layar ponselnya, tertulis nama ibu disitu,
“Wa’alaikum salam bu,”
Tiba tiba sang ayah menarik ponsel sang ibu, dengan nada bergetar seperti menahan amarah,
“Aisya! jujur pada ayah, apa benar berita yang ayah dengar tentangmu dan pemuda korea itu?” Tanya sang ayah langsung,
Degh,
“A-apa maksud ayah?”
“Aisya jangan pura pura! katakan dengan jujur!” Desak sang ayah
Aisya kembali menangis,
“Ayah, Maaf! Aisya bersalah,”
“Jadi itu benar? Kau menjalin hubungan dengan pemuda korea? kamu tau itu dosa kan Aisya? Kamu tau dia itu bukan muslim! Apa yang kamu harapkan dari dia? Dia gak bisa jadi imam kamu!”
“Tapi Aisya sayang sama dia yah!” potong Aisya
“Jangan mengatasnamakan segala sesuatu atas dasar cinta! Jangan kamu jadi seorang penyembah cinta!”
“Astagfirullohal’adzim ayah! Aisya gak gitu yah!”
“Sudah yah, sudah!” Terdengar suara samar samar,
“Kalau kamu masih ingin dianggap anak oleh ayah, tinggalin dia! fokus sama pendidikan kamu! atau kamu balik lagi ke indonesia!”
Tut tut tut
Telepon pun dimatikan sepihak,
“Arrrgggghhh!!! Ya Allooohhh!!” Jerit Aisya,
Aisya terus menangis, hari itu menjadi hari paling buruk untuk Aisya,
***
Aisya tidak fokus saat bekerja, tanpa sengaja ia bertabrakan dengan salah seorang pelanggan restoran,
“Eoh, M-maaf! aku tidak sengaja!” Aisya membungkuk berkali kali,
“Oh, Tidak apa apa! Santai saja!” Jawabnya,
“Jika begitu, biar aku bersihkan jasnya,” Aisya menawarkan bantuan sebagai rasa tanggung jawabnya,
“It’s ok, gapapa!”
Aisya mengerutkan dahinya karena mendengar orang tersebut berbicara dengan menggunakan bahasa indonesia,
“Eh, Apa anda dari indonesia?”
Pemuda itu pun tersenyum,
“Ya, Apa anda juga dari indonesia?”
Ya, Saya juga dari indonesia,”
Pemuda itu pun mengulurkan tangannya,
“Namaku Fathan,”
“Namaku Aisya,” Aisya menyambut uluran tangan Fathan
“Seneng rasanya bisa ketemu sama bangsa sendiri,” Aisya tersenyum
“ya, kamu bener! lumayan sulit untuk ketemu orang yang sebangsa di luar negri seperti ini,”
Fathan pun mengajak Aisya mengobrol lebih lanjut,
“By the way, bisa gak kamu temenin aku ngobrol sambil nungguin klien aku yang belum dateng?”
“duh, gimana ya? bukannya gak mau, tapi aku takut manajer marah,”
“emm, aku bakalan ngomong ke manajer kamu gimana?”
“Yaa, kalau diizinin, Aku mau.”
Fathan pun tersenyum,
***
Fathan dan Aisya duduk bersama di salah satu sofa di restoran tersebut,
“Jadi, kamu udah berapa lama disini?” Tanya fathan
“Emm, hampir dua tahun,”
“Wah, lumayan lama juga ya?”
Aisya mengangguk,
“Kamu disini tinggal sama siapa?”
“Aku tinggal di asrama, karena aku masih kuliah,”
“jadi kamu kuliah?”
Aisya kembali mengangguk, “Iya,”
“Apa kau melakukan hal yang lain juga selain kuliah dan bekerja disini?”
“Apa anda sedang mewawancarai ku?” Aisya tersenyum kecil,
“Oh maaf, kalau kau merasa seperti itu, Aku hanya ingin lebih kenal saja,” Fathan ikut tertawa kecil,
Mereka pun mulai akrab,
***
Aisya tengah dalam perjalanan pulang,
“Aisya?”
Suara yang sudah tidak asing lagi ditelinga Aisya, dan Aisya memilih untuk mengacuhkannya,
“Aisya Tunggu!” Do hyun berlari dan menarik tangan Aisya,
“Lepas!” Aisya mencoba melepaskan pegangan Do hyun,
“Tidak! Sampai kapanpun, aku tidak akan melepaskanmu!” Tegas Do hyun
“Lalu, Apa maumu?” Tanya Aisya dengan sorot mata yang tajam,
“Aku hanya ingin, kau mendengar penjelasanku terlebih dahulu!”
“Penjelasan seperti apa? Bukankah kau juga mengakuinya?”
“Iya! memang benar, aku mencium Arsyla, tapi dia yang memulainya bukan aku!”
“Aku tidak peduli siapa yang memulai, tapi pada intinya, kalian berciuman! dan bagiku itu tetaplah pengkhianatan!”
Do hyun terdiam,
Aisya pun melanjutkan langkahnya,
Sejak tiba di asrama, Aisya hanya melamun dan memikirkan pengkhianatan Do hyun dan juga perasaan kecewa kedua orang tuanya, Air mata itu kembali mengalir di sudut mata Aisya,
***
Tok tok tok
Terdengar suara ketukan pintu kamar Aisya,
Aisya yang baru saja menyelesaikan sholat subuh nya pun membuka pintu,
“Arsyla?” Aisya terkejut dengan kedatangan Arsyla yang tiba tiba,
Arsyla melenggang masuk begitu saja,
“Ada apa kau kesini?” Tanya Aisya,
Arsyla membalikkan tubuhnya dan menatap tajam ke arah Aisya,
“Aku harap, kau menjauhi Do hyun. Karena kami sudah berpacaran sekarang, bahkan aku juga akan menemui keluarganya dalam waktu dekat,” Tutur Arsyla,
“Kau tidak usah khawatir, aku tidak akan melakukan hal sehina yang kau lakukan,”
“Apa?”
“Lagipula, Aku tidak benar benar mencintai Do hyun,” Ucap Aisya
“Aisya!” Teriak seseorang,
Pandangan mereka pun tertuju pada sosok Do hyun yang sudah berdiri di muka pintu,
Do hyun menghampiri Aisya,
“Jadi benar apa yang dikatakan oleh Arsyla tentangmu! Dasar munafik!” Do hyun melangkah pergi dengan tatapan marahnya,
Arsyla menyinggungkan senyuman di sudut bibirnya, dan mengikuti langkah Do hyun,
Sedangkan Aisya hanya tertegun,