Kenekadan Arsyla

1312 Kata
Aisya tidak mengira jika seseorang yang sudah ia anggap seperti saudara sendiri tega mengkhianatinya seperti itu, “Arsyla,” Gumam Aisya, *** Do hyun berjalan cepat hingga Arsyla kesulitan untuk menyusulnya, “Oppa, tunggu!!” Teriak Arsyla, Namun, Panggilan Arsyla tak diacuhkan oleh Do hyun, “Oppa!!” Arsyla berhasil menyusul langkah Do hyun, Ia meraih lengan Do hyun “Tidak seharusnya kau bereaksi terlalu berlebihan seperti ini,” Ujar Arsyla Wajah Do hyun memerah menahan amarah, Hingga membuat Arsyla sedikit ketakutan melihat wajahnya, perlahan ia pun melepas pegangan tangannya, Do hyun pun melangkah pergi begitu saja, *** Dilain sisi, Aisya dengan raut wajah sendu terus berjalan tertunduk, Ia tidak memperhatikan jalan yang ia lewati, Kaki kanannya menginjak jalanan yang licin dan membuatnya terpeleset, Brugh “Innalillahi Awww!” Ringis Aisya Aisya merasakan sakit di pergelangan kakinya, “Ya Alloh, sakit sekali.” Aisya mengusap kakinya, Ia kemudian berusaha untuk berdiri, “Aww, Sakit,” Ringis Aisya, Sebuah mobil sedan berwarna hitam pun melintas, Sepasang mata dari dalam mobil itu pun tak sengaja menangkap Aisya yang tengah terduduk dan meringis kesakitan, “Aisya?” Gumamnya, Mobil pun berhenti, Seseorang pun keluar dari mobil tersebut, Ia menghampiri Aisya, “Kau tidak apa apa?” Suara itu mengalihkan perhatian Aisya, “Fathan?” “Mari, Aku bantu.” Fathan mengulurkan tangannya, Aisya menatap tangan Fathan, Fathan pun tertawa kecil, “Tidak apa apa, Aku mengenakan sarung tangan, Jadi kita tidak akan bersentuhan secara langsung,” Aisya pun tersenyum, dan menyambut uluran tangan Fathan, Aisya kemudian dibawa ke klinik oleh Fathan, *** Selesai mendapatkan perawatan dari dokter, Mereka pun berjalan keluar klinik, “Emm, Boleh aku meminta tolong?” Aisya menatap Fathan, Fathan mengangguk, “Bisakah kau mengantarku ke tempatku bekerja?” “Tapi, Bukankah kakimu..” “Tidak apa apa, Aku masih bisa bekerja,” Potong Aisya, “Baiklah,” Fathan pun mengantarkan Aisya ke tempat ia bekerja, “Terima kasih,” Ucap Aisya seraya melangkah terpincang pincang masuk ke dalam restoran, Fathan pun hanya tersenyum tipis, dan berlalu pergi. Aisya langsung masuk ke dalam ruang ganti dan mengenakan seragamnya meskipun ia sedikit kesulitan, Namun ia berhasil mengenakannya. Aisya kemudian langsung menuju ke dapur, “Aisya?” Panggil manajer restoran “I-iya Tuan,” “Terhitung hari ini, kau bisa beristirahat di rumah,” Aisya syok mendengar ucapan dari manajer, “M-maksud anda, Saya dipecat?” “Ah Tidak! Bukan begitu, Karena mendengarmu mengalami kecelakaan hari ini, jadi aku memutuskan untuk mengistirahatkan mu sementara, sampai kau benar benar pulih, Setelah itu kau bisa kembali bekerja seperti biasa,” Jelas manajer “A-apa? Benarkah?” Aisya langsung tersenyum, Namun senyumannya kembali berubah, “Apa ini ada hubungannya dengan Tuan Kim Do hyun?” Tanya Aisya tiba tiba, Manajer itu pun tersenyum, “Tentu saja bukan! Aku bahkan tidak tahu siapa yang kau bicarakan itu, Ini benar benar kebijakan dari kami untuk para karyawan yang sudah bekerja dengan baik,” Tutur Manajer, “Oh, Begitu ya, Kalau begitu terima kasih Tuan,” Aisya tersenyum tipis, *** Di lain sisi, Do hyun mulai tidak bisa mengendalikan dirinya, Ia mulai mabuk mabukkan, dengan menenggak banyak soju, “Sudah! Sudah cukup!” Aera merampas gelas yang ada di tangan Do hyun, Do hyun pun murka, Ia mencengkram keras rahang Aera, dengan mata merah dan rahangnya yang mengeras, “Jangan berani berani melarangku!” Do hyun melepas pegangannya kasar, Aera meringis kesakitan, Sedangkan Do Hyun meraih langsung botol soju yang berada di depannya dan meneguknya dalam satu tegukan, Aera tidak mampu melarangnya, Ia kemudian menghubungi Aisya untuk meminta bantuannya, In Call “Aisya, Bisakah kau membantuku?” “Membantu seperti apa?” “Tolong datanglah ke Club, Do hyun tidak bisa dicegah, dia sekarang sudah mabuk berat,” Aisya terkejut mendengarnya, “Maaf, Aku tidak bisa Aera.” End Call Aera merasa kesal dengan jawaban Aisya, Ia kemudian meninggalkan Do Hyun di mejanya dan berjalan keluar untuk kembali menghubungi Aisya, Karena kondisi di dalam Club yang berisik, Beberapa kali Aera menghubungi Aisya namun tidak diangkat, Hingga untuk kesekian kalinya Aisya pun mengangkatnya, Dengan perasaan marah Aera langsung memaki Aisya, In Call “Aisya, kenapa kau tidak menjawab pertanyaanku tadi? Apa memang seperti inilah dirimu yang sebenarnya?” “Maaf Aera, Aku tidak bisa pergi kemanapun karena aku mengalami kecelakaan kecil tadi, pergelangan kaki ku terkilir, dan aku hanya bisa berbaring,” “Apa? Baiklah aku mengerti,” “Tolong jangan beritahukan pada Do Hyun,” Namun aera tidak sempat mendengarnya dan langsung mematikan ponselnya Tut tut tut Aera pun kembali ke meja Do hyun untuk memberitahukan keadaan Aisya, namun sesampainya disana, ia tidak bisa menemukan Do hyun, “Do hyun oppa?” Beberapa kali Aera memanggil tetapi tidak terdengar sahutan dari Do hyun, Aera kemudian mengelilingi Club untuk mencari keberadaan Do hyun, *** Sementara itu, Do Hyun dipapah oleh seorang gadis yang belum lama ia kenal, Arsyla yang mengetahui keberadaan Do hyun melalui Gps ponsel yang dihubungkan ke ponsel miliknya, Ia bergegas ke club sepulang bekerja, dan menemukan Do hyun dalam keadaan mabuk berat sendirian di mejanya. huweek huweekkk Do hyun memuntahkan seluruh isi perutnya karena terlalu banyak minum, “Kau tidak apa apa?” Arsyla menepuk nepuk lembut punggung Do Hyun, Do hyun tertawa tidak jelas, “Semua wanita itu sama saja!” Ucap Do hyun yang kemudian tiba tiba menangis, “Tidak semuanya, Aku tidak sama dengan Aisya,” Arsyla menatap dalam Do Hyun, Kemudian, Do hyun pun mendorong Arsyla “Kau jangan coba coba merayuku!” Ucap Do Hyun Arsyla kembali mendekati Do hyun dan tanpa basa basi langsung merangkulnya, dan memapahnya menuju rumah kos miliknya, Setibanya di kos Arsyla, Ia kemudian membantingkan tubuh Do hyun diatas tempat tidur, “Aisya,” Do hyun terus mengigau tentang Aisya, Hal itu membuat Arsyla semakin kesal, “Kenapa kau memberiku harapan jika ternyata hatimu hanya untuk Aisya!” Karena kesal, Arsyla melemparkan Do hyun dengan bantal, Ia kemudian meninggalkan Do hyun sendirian, Arsyla meneguk sebotol soju yang ada di lemari pendingin milik temannya yang tertinggal saat ikut menginap di rumahnya, Semua ingatan masa lalunya terus berputar di otaknya, Flashback Arsyla selalu mendapatkan posisi ke tiga di kelas, sedangkan Aisya selalu menjadi juara pertama, Perhatian pemuda yang ia sukai pun beralih pada Aisya dan itu membuat Arsyla sangat kesal pada Aisya, namun ia tidak pernah menunjukkan ketidaksukaannya pada Aisya, Aisya juga dikenal dengan keluarganya yang harmonis, dan sangat menyayanginya, berbeda dengan Arsyla yang memiliki latar belakang keluarga dingin dan datar, Hingga saat ayahnya meninggal Ia yang harus berjuang untuk melunasi utang utang keluarga, Sang ibu yang pergi bersama kekasih barunya entah kemana, membuat Arsyla semakin terpojok dan meninggalkan pendidikannya, demi untuk membayar semua hutang sang ayah dan menyelamatkan nyawa dirinya sendiri dan kedua adiknya, Ia kemudian memutuskan untuk bekerja di luar negri dengan menitipkan kedua adiknya pada paman bibinya, Naas, beberapa bulan bekerja di seoul ia mendapatkan kabar jika kedua adiknya meninggal karena kelaparan dan dijadikan pengemis jalanan, Arsyla syok mengetahui berita tersebut dari para tetangganya yang memergoki paman bibinya tengah dengan sengaja memaksa kedua adiknya untuk bekerja, Arsyla semakin merasa hancur, namun ia tetap menelan semua itu sendirian, Ia kemudian bangkit dan bekerja dengan giat, hingga hampir setahun kemudian ia dipertemukan dengan Do hyun yang telah menolongnya saat akan mencari tempat tinggal, Arsyla terpesona dengan pemuda ini, Namun pada akhirnya ia harus kembali kecewa saat mengetahui pemuda itu adalah kekasih Aisya, Tidak terima, Arsyla pun menghubungi keluarga Aisya di tanah air, dan perlahan mempengaruhi Do hyun tentang Aisya, *** “Arrghh!!” Jerit Arsyla seraya menangis kencang, Arsyla memegang kepalanya erat, “Kenapa dia selalu bisa memiliki apapun yang aku inginkan?” Arsyla pun berdiri dan menghapus air mata nya kasar, Ia kemudian melangkah masuk ke dalam kamar, dan melihat Do hyun telah tertidur, Iblis dalam diri Arsyla benar benar sudah menguasai dirinya, Ia tidak lagi memikirkan apa yang akan terjadi nanti, Ia mulai membuka kancing bajunya satu persatu,
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN