Kesalahan fatal

1402 Kata
Arsyla melepas kancing bajunya satu persatu, dan kemudian melemparkan bajunya ke sembarang arah, Ia kemudian melepas ikat rambutnya dan naik perlahan ke atas Do hyun yang tengah tertidur pulas, Arsyla memperhatikan wajah Do hyun inchi demi inchi, ia kemudian mengelus lembut wajah Do hyun, Hingga senyuman itu pun terukir di sudut bibirnya, Perlahan, Arsyla mendekatkan wajahnya ke arah wajah Do hyun, Ia berhasil mendaratkan bibir merah muda miliknya ke bibir milik Do hyun, ciumannya itu pun semakin dalam ketika Do hyun membalas ciuman Arsyla, Dalam penglihatan Do hyun, Arsyla adalah Aisya, Hingga Do hyun tanpa ragu langsung melumatnya, Arsyla semakin gila oleh sentuhan sentuhan Do hyun, Do hyun membalikkan posisinya menjadi diatas Arsyla, Di bawah pengaruh alkohol mereka pun melewati malam yang panas dan penuh gairah. Tanpa Do hyun sadari, diam diam Arsyla merekam permainan mereka. *** Keesokkan harinya, Do hyun terbangun karena merasakan sakit ditangan kanannya, “Aww, Sakit sekali.” Do Hyun merasa ada sesuatu yang menindihnya, “A-Arsyla?” Matanya membulat sempurna saat ia melihat Arsyla yang tengah tidur terlelap di atas dadanya, Tanpa sehelai benang pun menutupinya dan hanya selimut yang menjadi penggantinya. Do Hyun pun mendorong Arsyla untuk menyingkir dari dirinya, yang membuat Arsyla terbangun. “Ada apa?” Tanya Arsyla yang masih belum sepenuhnya sadar, “Apa yang kau lakukan?” Bentak do hyun Arsyla melihat dirinya yang hanya terbungkus dengan selimut, dan melihat pakaian mereka yang berserakan di segala arah, “A-Apa semalam itu benar benar terjadi?” Tanya Arsyla syok “Apa maksudmu?” Do Hyun mencoba mencerna apa yang diucapkan oleh Arsyla, Arsyla menitikkan air mata, “Semalam, kau mabuk berat dan kita bertemu di dekat club sepulang aku bekerja, Aku melihatmu yang sudah tidak bisa berdiri karena mabuk, dan berniat untuk menolongmu, Tapi karena aku tidak tahu dimana rumahmu, Aku membawa mu ke rumah sewa milikku, Dan.. Dan semalam kau memaksaku untuk melayanimu,” Tutur Arsyla Do hyun menggeleng gelengkan kepalanya, “Tidak! Tidak mungkin! Kau membohongiku kan?” “Aku tau kau pasti akan menyangkalnya, Karena itu, saat kau melakukannya padaku aku diam diam merekamnya,” Arsyla menyodorkan ponselnya, Do hyun semakin syok, Ia sama sekali tidak bisa ingat dengan apa yang terjadi semalam, Ia kemudian melihat isi video tersebut, Do Hyun melihat dirinya yang tengah menindih Arsyla, dan mencium nya dengan brutal, Do hyun kembali menggelengkan kepalanya, “tidak! itu bukan aku!” Ia membanting ponsel milik arsyla tersebut, “Yaak!! Apa yang kau lakukan!!” Bentak Arsyla, Do hyun yang kebingungan pun bergegas mengenakan kembali pakaiannya dan melangkah pergi dengan tergesa gesa meninggalkan Arsyla yang masih berbalut selimut, ‘Tidak! ini tidak benar! Aku tidak mungkin melakukan hal yang seceroboh itu,’ Batin Do hyun, Do hyun terduduk di jalanan, “Andwae!!” Teriak Do Hyun seraya menangis keras dan memegang kepalanya dengan kedua tangannya. *** Dilain sisi, Aisya tengah belajar di perpustakaan, “Aisya?” Tatapannya pun beralih ke asal suara, “Aera?” Aera kemudian duduk berhadapan dengan Aisya, “Bagaimana keadaanmu?” “Sudah lebih baik, Tapi aku masih harus menggunakan tongkat ini untuk membantuku berjalan sementara waktu,” Aera menganggukkan kepalanya, “Semoga lekas pulih,” “Terima kasih,” Tring Terdengar suara notifikasi pesan dari ponsel Aisya, Aisya pun membukanya, Ia terlihat syok dengan mata yang berkaca kaca menatap isi pesan tersebut, “Ada apa?” Aera yang merasa penasaran pun mengambil ponsel Aisya, Ia pun syok seperti Aisya, “A-Apa apaan ini?” Pesan itu rupanya berbentuk Video yang memperlihatkan bagaimana panasnya permainan Do hyun bersama Arsyla, Tiba tiba, Brugh Aisya tak sadarkan diri dan tergeletak di lantai, Aera terkejut melihatnya, “Tolong! tolong!” Aera berteriak meminta tolong, Beberapa orang pun berdatangan dan membantu Aera membawa Aisya ke ruang kesehatan, Hampir lima belas menit Aisya tidak sadarkan diri, Aisya pun perlahan membuka matanya, “Dimana aku?” Ucapnya seraya memijat pelipisnya dan mencoba untuk duduk “Biar aku bantu,” Aera membantu Aisya untuk duduk, Aisya kembali teringat dengan apa yang baru saja terjadi, “Apa itu benar benar terjadi?” Tanya Aisya seraya menahan air matanya yang sudah memenuhi kedua bola matanya, Aera terdiam sejenak, “Kita jangan langsung mengambil kesimpulan, kita harus mencari kebenarannya terlebih dahulu,” Air mata itu pun tak mampu Aisya tahan dan akhirnya lolos begitu saja, “Kenapa? Kenapa Do hyun tega melakukan hal itu pada Arsyla?” “Kau jangan langsung menilai seperti itu, Do hyun oppa pasti memiliki alasan yang jelas kenapa dia melakukannya,” “Alasan? Alasan seperti apa?” Derai air mata Aisya terus saja mengalir membasahi pipinya, “Em, mungkin seperti dijebak?” “Dijebak? Aku rasa tidak,” “Atau mungkin, dia berada di bawah pengaruh alkohol,” Aisya terdiam, Aera memegang kedua bahu Aisya dan menatapnya, “Percayalah! Aku tau siapa Do hyun, dan dia tidak akan mungkin melakukannya tanpa alasan.” *** Aera melangkah cepat untuk menemui Do hyun di rumahnya, “Permisi Eomma,” Sapa Aera “Oh, Aera, sudah lama Eomma tidak bertemu denganmu, Bagaimana kabarmu?” “Baik Eomma, Emm.. Apa Do hyun oppa ada?” “oh ya, dia ada di kamarnya, tapi sejak pulang tadi Do hyun belum keluar kamar,” “Begitu ya? Boleh aku menemuinya Eomma?” “Tentu, silahkan.” Aera pun melangkah masuk ke dalam kamar Do hyun, dan mendapati Do hyun tengah berbaring memunggunginya, “Yaakk! Kim Do Hyun!” Aera menarik selimutnya dan melihat Do hyun dengan mata bengkak dan basah, “Kau menangis?” Tanya Aera heran tanpa menjawab pertanyaan Aera, Do hyun kemudian memakai kembali selimutnya, “Hey! Kenapa kau mengabaikanku? Aku bertanya padamu, kenapa kau tidak menjawabku?” Aera kembali menarik selimutnya Do hyun pun berdiri dan menatap tajam Aera, “Apa maumu Kim Aera? Apa kau kesini hanya ingin menggangguku? Jika begitu, lebih baik kau pergi saja!” Usir Do hyun, Do hyun pun kembali berbaring diatas tempat tidur miliknya, Aera melipat kedua tangannya di dadanya, “Baiklah! Aku kesini hanya ingin memberitahukan kondisi Aisya,” Degh Mata Do hyun langsung terbuka saat nama Aisya disebut, “Aisya mengalami kecelakaan saat pulang kerja kemarin. Dia terpaksa berjalan menggunakan tongkat, parahnya, Video sial itu sampai di tangan Aisya!” Terang Aera Do hyun kembali terbangun, “Video? m-maksudmu?” Aera memutarkan kedua bola matanya, “Kau jangan pura pura tidak tahu, Video mu yang bermain panas dengan Arsyla, Aisya sudah mengetahuinya,” “Apa?” “Aku kesini hanya ingin memberitahumu tentang itu saja, Aku tidak tau apa aku harus percaya pada Video itu atau padamu, tapi yang jelas aku menyesal pernah mati matian mencintaimu dulu, untung saja aku sudah bisa menyingkirkan mu dari perasaanku, Aku tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Aisya sekarang,” Aera pun melangkah pergi dan meninggalkan Do hyun yang diam mematung, *** Mendengar kabar dari Aera tentang Aisya, Ia kemudian bergegas menemui Aisya yang ia ketahui Aisya masih di kampus, Ia mencari Aisya di setiap ruangan kampus yang sering Aisya gunakan, namun Do hyun tidak menemukannya. Terlihat raut wajah penyesalan di wajahnya, Do hyun pun kembali mencari Aisya diluar kampus, tempat terakhir yang sering didatangi Aisya untuk belajar dan menenangkan diri, Do hyun tiba di sebuah masjid yang indah dan menentramkan yang bernama ‘Seoul Central Mosque’. Sebuah masjid tertua di korea, yang dibangun pada tahun 1976, Do hyun merasa ragu untuk masuk ke dalam, hingga akhirnya ia memutuskan untuk menunggu Aisya diluar, Satu jam, dua jam, hingga hampir tiga jam Do hyun terus menunggu, Terdengar suara adzan dan tak lama riuh orang orang yang berjalan masuk ke dalam masjid untuk melaksanakan sholat maghrib, Seorang warga negara korea pun menghampirinya, “Ayo masuklah, kita sholat bersama,” Ajak nya “Tapi aku...” Ucap Do hyun terpotong “Tidak apa apa, Aku akan membantumu.” Ucapnya seraya menepuk bahunya, Do hyun yang kebingungan untuk menjawab pun akhirnya ikut masuk ke dalam masjid, Sebuah masjid yang megah dan luas dengan atmosfer yang menenangkan, Do hyun melihat sekeliling seraya terus berjalan beriringan dengan pria yang mengajaknya masuk. Do hyun tiba di tempat untuk berwudhu, Ia kebingungan namun akhirnya mengikuti apa yang dilakukan oleh pria tadi, Selesai berwudhu, Do hyun pun melangkah menuju ke dalam masjid, dan mengikuti gerakan sholat seperti seseorang yang berada di depannya meski dengan tergagap gagap, Selesai melaksanakan shalat, Do hyun kemudian melangkah keluar untuk mencari Aisya, Matanya pun menangkap sosok seorang gadis yang tengah berjalan terpapah papah dengan tongkat di tangannya, “Aisya?” Do hyun pun berlari menghampirinya,
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN