Tuan muda?

1120 Kata
“Aisya,” Panggil Do hyun yang berhasil menyusul langkah gadis itu, “Do hyun?” Mata Aisya berkaca kaca menatapnya, Perhatian Do hyun teralihkan ke arah kaki Aisya yang terbalut oleh perban, “Apa yang terjadi dengan kakimu?” Tanya Do hyun langsung “Aku tidak apa apa,” Jawab dingin Aisya Aisya hendak melangkah, namun kembali dihalangi oleh Do hyun, “Aku ingin menjelaskan semuanya, Aisya.” Tanpa menatap Do hyun Aisya menjawab, “Tidak ada yang perlu dijelaskan, Aku tidak ingin bertemu lagi denganmu,” Aisya kemudian melanjutkan langkahnya dan meninggalkan Do hyun yang diam mematung, buliran bening itu mengalir lolos begitu saja di pipi Aisya, *** Aisya meraih sebuah kitab suci yang sudah cukup lama ia tinggalkan, buliran bening itu tidak mampu ia tahan, Ia mengelus lembut kitab suci Alqur’an dan menciumnya, “Sudah cukup lama aku meninggalkanmu,” Aisya pun memeluk erat alqur’an tersebut, *** Aisya kembali menjalankan aktivitasnya sehari hari, setiap selesai melaksanakan sholat subuh, Ia selalu menyempatkan diri untuk berolahraga pagi, dengan berlari. Tanpa ia sadari, Do hyun selalu mengamati nya dari jauh, Ia menyadari jika mendekat ke arah Aisya, Ia hanya akan mendapatkan penolakan yang menyakitkan, Aisya tengah menunggu di halte bis, bersama dengan beberapa penumpang yang lain, Ia menunggu kedatangan bis untuk mengantarnya ke tempat ia bekerja, “Kenapa belum datang juga ya? Aku bisa terlambat kalau begini,” Gumamnya yang terus memperhatikan jam yang melingkar di tangannya, Tak lama kemudian, Bus yang ia tunggu pun tiba, Aisya bergegas masuk ke dalam bus tersebut, “Apa kabar, Aisya?” Tanya seorang pria yang duduk disampingnya, “Kau?” Aisya begitu terkejut melihat kehadiran Do hyun yang tiba tiba, Ia kemudian langsung berdiri dari duduknya, Aisya yang hendak turun pun kesulitan karena saat itu bus dalam keadaan penuh, Ckiittt Bus tiba tiba berhenti karena kendaraan yang didepan juga berhenti mendadak, Aisya kehilangan keseimbangan, Namun dengan sigap Do hyun menangkap Aisya, Tatapan mereka pun bertemu, Hingga beberapa detik kemudian Aisya tersadar, dan menyingkirkan tangan Do hyun yang melingkar di pinggangnya, “M-maaf, Aku tidak sengaja,” Ucap Do hyun Aisya pun pasrah dan duduk kembali di kursinya, tanpa menatap do hyun. Do hyun kembali mencoba untuk berbicara pada Aisya, setidaknya ia memiliki waktu sepuluh menit sebelum tiba di halte selanjutnya, “Maaf, karena aku sudah mengecewakanmu, Aku tau aku sudah melakukan kesalahan yang sangat fatal dan tidak pantas untuk dimaafkan, tapi.. Kau harus tahu jika semua itu terjadi diluar kesadaranku, Aku tidak pernah akan melakukan itu jika aku dalam keadaan sepenuhnya sadar, Karena yang sebenarnya hanya kau satu satunya yang aku cintai, Dan hanya kau satu satunya wanita yang berhasil menaklukan hatiku, meski aku tau tidak ada kemungkinan kita bisa bersama, tapi setidaknya beri aku kesempatan untuk berbahagia dengan perasaan yang aku rasakan meskipun hanya sebentar,” Aisya menatap Do hyun yang tertunduk, Cairan bening itu pun menetes dari kedua bola mata Do hyun, Aisya seketika mengulurkan sebelah tangannya, hingga air mata itu pun menetes di telapak tangannya, Do hyun pun menatap Aisya, Aisya tersenyum, “Aku masih berhutang padamu tiga hari lagi bukan?” Aisya kembali tersenyum, Do hyun ikut tersenyum, *** Aisya pun turun dari bis, Ia menatap Do hyun yang ada di dalam bis, dan melambaikan tangannya, Do hyun pun membalasnya, Bis pun kembali melaju, dan Aisya melanjutkan langkahnya menuju ke restoran, Setibanya di restoran, Aisya langsung bekerja, dengan senyum dan semangat bekerja yang lebih dari biasanya, “Aisya, tolong layani pelanggan yang baru datang, Aku harus ke toilet dulu,” Ucap salah satu teman kerjanya. “Baik,” Aisya pun berjalan menuju pelanggan yang tengah duduk santai di kursinya, “Maaf, anda mau pesan apa?” Tanya Aisya tanpa menatapnya, “Emm, Aku ingin pesan Americano ice Coffee, Ayam goreng dan juga kentang gorengnya,” “Baik,” Aisya pun berjalan kembali ke dapur, dan memberikan kertas pesanannya kepada tukang masak disana, Tak lama kemudian, Aisya kembali datang dengan se nampan makanan, Ia kemudian menghidangkannya di atas meja, “Silahkan! Selamat menikmati,” Aisya pun berbalik, “Tunggu,” Aisya kembali membalikkan tubuhnya, “Apa kau punya sambel?” Tanya pelanggan tersebut, Aisya terkejut, karena pria itu bukanlah orang asing baginya, “Fathan?” Aisya tersenyum sumringah Fathan pun tersenyum menatapnya, “Bagaimana kabarmu, Aisya?” “Emm Baik, Tapi menurutku kau benar benar mengejutkanku!” “Benarkah? Maaf, Aku tidak bermaksud untuk mengejutkan mu.” “Tidak apa apa, Eh bukankah terakhir kau mengatakan akan kembali ke indonesia? Tapi kau ada disini,” “Ya Aku baru kembali semalam, kenapa? Apa aku tidak boleh kembali ke seoul?” “Eh, tidak tidak! Maksudku bukan seperti itu, Aku hanya bertanya saja tidak lebih,” Fathan pun tersenyum menatapnya, “Ya sudah, kalau begitu aku harus kembali bekerja, sampai jumpa lagi,” Aisya kemudian melangkah pergi, *** Selesai bekerja, Aisya mampir ke sebuah swalayan untuk membeli beberapa kebutuhannya, Aisya yang tengah memilih beberapa cemilan dari tanah air, dikejutkan oleh kedatangan seseorang yang tiba tiba memasukkan sebuah snack berukuran besar ke troli miliknya, “Cobalah yang ini, ini sangat enak,” “Fathan? Kau sedang apa disini?” Tanya Aisya syok “Dunia ini memang sempit, bahkan belum satu hari, kita kembali dipertemukan oleh takdir,” Ucap Fathan, Aisya mengerutkan dahinya, “A-apa maksudnya?” Aisya tidak mengerti Fathan hanya tersenyum, “Tidak apa apa,” *** Setibanya di rumah, terdengar dering suara ponsel miliknya yang berbunyi, Aisya pun mengangkat teleponnya, In Call “Aisya, aku akan menunggu mu di taman dekat asrama, jadi datanglah,” “Tapi aku…” “Aku mohon,” Mendengar Do hyun memohon membuat Aisya merasa tidak tega, Aisya menghela nafas panjang, “Baiklah,” End Call Aisya melangkah menuju taman, tiba tiba sebuah mobil mewah berwarna merah pun berhenti tepat di hadapan Aisya, dan menghalangi langkah Aisya, Seorang pria pun turun dari kendaraannya, “Maaf, Apa anda Nona Aisya?” Aisya mengangguk pelan, “Maaf Nona, bisakah nona ikut bersama kami?” “Memang, Ada apa?” “Ada yang ingin menemui Nona?” “Siapa yang kau maksud?” “Anda akan mengetahuinya, setelah tiba ditempat yang dituju,” Aisya terdiam, Berpikir sejenak “Apa ada hubungannya dengan Kim do hyun?” Raut wajah Aisya berubah serius, “Tidak ada nona,” Aisya semakin merasa penasaran, Ia kemudian memutuskan untuk ikut bersama dengan pria tersebut. *** Aisya tiba di sebuah rumah yang megah dan mewah dengan perabotan yang sangat cantik, “Subhanallah, cantiknya,” Gumam Aisya, Aisya diantar menuju ke sebuah ruangan yang cukup luas, “Sebenarnya, ini rumah siapa?” Aisya bertanya tanya, Tidak ada photo keluarga yang bisa ia lihat dan ketahui di ruangan tersebut, “Silahkan duduk Nona, Tuan muda akan segera datang,” “T-Tuan muda?” Aisya semakin penasaran,
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN