Keegoisan cintaku

1080 Kata
Pria suruhan Kim Aera tersebut membuka paksa hijab yang Aisya kenakan, Ia kemudian mengelus pipi Aisya, “Ternyata kau cantik juga, Aku akan benar benar menikmati permainan kali ini,” Ucapnya Aisya terus menangis dan memohon pada pria itu untuk melepaskan dirinya, Tiba tiba.. Brakkk Seseorang mendobrak pintu kamar dengan keras membuat pintu tersebut jebol, Sorot mata memerah menahan amarah melihat sosok seorang Pria yang kini berada diatas Aisya, membuatnya benar benar sangat murka, Dengan langkah cepat, Kim Do hyun langsung menarik bahu pria tersebut dan melayangkan satu pukulan keras di wajahnya, Hingga mulutnya mengeluarkan darah segar. “Dasar kurang ajar!!” Do Hyun sangat murka hingga satu pukulan keras kembali ia layangkan ke arah perut pria itu, Aisya yang sudah kehabisan tenaga pun jatuh pingsan, Namun, pria yang Do hyun hadapi bukanlah pria biasa, melihat Do hyun lengah, Ia membalas pukulan Do hyun dengan pukulan yang lebih keras hingga membuat Do hyun jatuh tersungkur, Pria itu tertawa penuh kemenangan melihat Do hyun yang tidak berdaya, Ia meletakkan sebelah kakinya di wajah Do hyun, “Dasar anak mamih!! Untuk hal seperti ini aku sarankan kau jangan coba coba menantangku!” Tegas pria itu, Dengan nafas tersekat sekat Do hyun tertawa, “kau pikir, aku sudah kalah?” Ujar Do hyun, Pria itu mengerutkan dahinya, Lalu seketika Do Hyun memegang pergelangan kaki pria itu dan menariknya dengan kuat, sehingga pria itu pun terduduk sekaligus, “Aww,” Ringis pria itu cukup kuat, Aera dan Seo jin pun datang, karena mendengar suara ribut yang cukup keras, “K-Kau?” Ucap Aera Aera syok melihat keberadaan Do hyun yang tiba tiba berada disana, “A-Aku bisa menjelaskan semuanya, K-kau tidak perlu khawatir,” Aera terlihat ketakutan, Tatapan tajam Do hyun membuat Aera tidak bisa berkutik, “Aku tahu, Kau adalah dalang dari semua ini bukan?” Ungkap Do Hyun “Apa? Siapa maksudmu?” Aera masih berpura pura tidak mengetahui apa apa, “Kau tidak perlu banyak berbasi basi, Aku tahu ini semua adalah ulahmu,” tegasnya. Pria itu pun hendak memukul Do hyun dari arah belakang, Namun Aera dengan cepat menarik Do Hyun dan membalikkan tubuhnya untuk melindungi Do Hyun, hingga pukulan keras itu pun mengenai punggung Aera dan membuat Aera seketika kehilangan kesadarannya. Pria itu pun syok dan hendak melarikan diri, namun polisi pun berdatangan, setelah sebelum masuk ke dalam rumah, Do hyun menghubungi polisi terlebih dahulu. Mereka segera memborgol Seo Jin dan juga pria bayaran itu, dan membawanya ke kantor polisi, Aera pun bergegas dibawa ke rumah sakit bersama dengan Aisya. *** Hari pun berganti, Di sebuah ruangan, Cahaya matahari masuk melalui celah celah kain gorden yang terpasang di sana, Hingga membuat seseorang yang terbaring perlahan membuka matanya karena terusik oleh cahaya yang menyinari matanya, “Euhh,” Lenguhnya Ia memperhatikan sekitar, “Dimana aku?” Ucapnya dengan nada lemah “Kau sudah sadar rupanya,” Perlahan pandangan Aisya mulai jelas, Ia melihat Do hyun yang kini berada di hadapannya dengan senyuman manis milik pria bermarga Kim ini, “Ini dimana?” Tanya Aisya, “Di rumah sakit, Kau pingsan dan aku membawamu kesini,” “Apa? Lalu pria itu?” Aisya mulai merasa ketakutan lagi, “Kau tidak perlu khawatir, karena pria itu sudah mendapat ganjaran yang setimpal,” Ujar Do hyun, Aisya terdiam, Ia kembali teringat bagaimana perlakuan pria itu terhadapnya, “Ada apa? Kenapa melamun?” Tanya Do hyun heran Aisya tidak menjawab pertanyaan Do hyun, “Aisya?” Panggil Do hyun Merasa khawatir dengan kondisi psikis Aisya, Do Hyun pun menanyakan keadaan Aisya pada seorang dokter, “Bagaimana Pak?” Tanya Do hyun. “Aisya tidak apa apa, Ia hanya syok saja dan kebingungan.” Terang dokter *** Setelah beberapa hari, Aisya diizinkan untuk pulang, Do hyun kembali membawa Aisya ke rumahnya, sang ibu pun tidak merasa keberatan dan bahkan merawatnya dengan baik, Do hyun pergi ke ruang perawatan di rumah sakit untuk menemui Aera yang dirawat, dan dijaga ketat oleh polisi, “Aera? Bagaimana kabarmu?” Sapa Do hyun, Aera pun hendak memposisikan duduknya, “Aku sudah merasa lebih baik, Bagaimana keadaan Aisya?” “Dia juga baik, dan dia sudah kembali ke rumah,” “Syukurlah,” Do Hyun menatap sendu Aera, “Kenapa, kau melakukan semua ini?” tanya Do hyun Aera tidak mampu menatap mata Do hyun, pandangannya terus tertunduk, “Maaf, Aku sudah salah melakukan hal sekeji itu pada temanku sendiri.” Ucap Aera, Aera terlihat tulus saat mengatakannya, terlihat rasa penyesalan yang terpancar di matanya, “Kau tau? Sekarang, Aisya sering ketakutan tanpa sebab, Dokter bilang itu semua muncul karena Aisya mengalami hal yang membuatnya syok berat, Aku tidak tau, Apa kau pantas untuk dimaafkan ataukah tidak,” Terang Do Hyun, Aera semakin tidak mampu untuk sekedar menegakkan kepalanya dan menatap mata Do hyun, Do hyun pun hendak melangkah pergi, “Apa kau masih ingat dengan seorang anak perempuan bernama park Eun jung?” Do Hyun pun membalikkan tubuhnya kembali menghadap Aera, Ia nampak sedang berpikir tentang sesuatu, “Dia adalah seorang gadis berkacamata, dengan rambut kuncirnya, dan gigi yang menggunakan kawat, Dia memberimu sebuah bucket kecil dan juga sebuah coklat, Tapi kau malah membagikan coklat itu pada teman temanmu, dan buket bunga itu kau berikan juga pada sembarang orang?” “J-jangan jangan gadis itu, adalah kau?” Ucap Do hyun terbata bata, Buliran bening itu pun mengalir begitu saja, dengan cepat Aera menghapusnya, “Aku tau, Aku sudah egois dalam memperjuangkan cintamu, Entah kenapa melihat mu bersama dengan Aisya, membuatku merasakan sakit disini,” Aera memegang bagian dadanya, “Apapun alasannya, kekerasan tetaplah tidak dibenarkan,” Aera terdiam, Do hyun pun melangkah pergi, *** Seorang gadis tengah melamun di teras belakang dengan menggunakan earphone masih terpasang di telinganya, Do hyun pun datang dan melihat Aisya, “Aisya? Panggilnya, Do hyun mendekat ke arah Aisya, “Apa kau sudah merasa lebih baik?” Tanya Do hyun Aisya mengangguk tanpa menatap ke arah Do hyun, “Aisya, Aku ingin sekali melihatmu kembali normal seperti dulu, Aku ingin sekali kita bertengkar, dan kamu menceritakan semua apa yang menjadi keluh kesahmu.” Tutur Do hyun hingga tak terasa Do hyun mengalirkan air mata dari ujung matanya, Tatapan Aisya pun beralih ke arah Do Hyun, Dengan lembut Aisya menghapus air mata Do hyun, menggunakan sehelai tisu yang tersedia diatas meja, Do hyun mulai syok melihat perlakuan Aisya terhadap nya, “Aku mencintaimu, Aisya.” Ucapan itu tiba tiba keluar dari mulut Do Hyun begitu saja, saat pandangan mereka bertemu, Aisya pun terdiam mematung,
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN