Hari pun berganti,
Do hyun menghampiri Aera yang tengah duduk manis di salah satu bangku yang berada di sudut kampus,
“Aera?” Panggilnya,
“Do Hyun Oppa? Ada apa?”
Do hyun pun duduk di samping Aera,
“Apa kau tau, Dimana Aisya? Aku sudah mencarinya tapi aku tidak menemukan keberadaannya, Dia hilang begitu saja sejak semalam, Aku juga sudah bertanya pada penjaga asrama, tapi tidak ada yang melihatnya,”
Aera membulatkan matanya,
“Benarkah? Aku juga tidak tahu dia dimana, terakhir bertemu kemarin siang saat kami akan pergi makan siang di kantin,”
Raut wajah Do hyun pun berubah sendu, Ia menghela nafas dalam,
“Apa mungkin Aisya kembali ke negaranya? Dia pernah mengatakan jika dia sangat merindukan keluarganya akhir akhir ini,” Ujar Aera
Do hyun menatap Aera,
“Benarkah?” Do hyun seakan tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Aera.
“Em, Aku akan membantumu mencari Aisya, aku akan menanyakannya ke teman teman yang lain,”
Do hyun mengangguk paham,
“Terima kasih,”
Aera pun mengangguk diiringi senyuman,
***
Do hyun memutuskan untuk pergi ke ruangan perpustakaan, ia mencoba mencari informasi mengenai Seo jin,
“Maaf nak, Tapi informasi tentang siswa dan siswi disini adalah rahasia, tidak bisa diberitahukan secara sembarangan,” Terang penjaga perpustakaan
“Tapi Bu, ini masalah besar mengenai hidup matinya seseorang, dan jika Ibu menghalanginya, itu berarti Ibu mempercepat jalan bagi orang itu untuk menemui sang pencipta,”
“A-apa segawat itu?”
Do hyun pun mengangguk cepat,
setelah penjaga tersebut berpikir sesaat, ia kemudian mengeluarkan sebuah buku berukuran cukup besar dari bawah lemari yang berada di hadapannya,
“Ini, data siswa yang sudah ditulis beberapa tahun yang lalu, bersamaan dengan berkas berkas yang lain,”
Do hyun meraihnya, dan memperhatikannya satu persatu,
Setelah lembar demi lembar kertas itu Do hyun baca, Pandangannya pun menangkap sesuatu yang membuat dirinya sangat terkejut,
“A-apa? Jadi, Park Seo jin termasuk dari keluarga besar Kim Aera?”
Do Hyun begitu sangat syok mengetahui kenyataan itu,
“Apa mungkin?” Gumam Do hyun
Do hyun bergegas mencari keberadaan Kim Aera,
namun, ia tidak menemukan keberadaan Aera.
Hingga tanpa sengaja Ia melihat sosok Aera di dalam sebuah mobil yang tengah berlalu begitu saja di depannya,
Dengan langkah cepat, Do hyun menaiki mobil miliknya dan mengikuti mobil yang ditumpangi Aera,
Di persimpangan jalan, Do Hyun kehilangan jejak Aera,
“Siaalll!!”
Do Hyun tidak bisa berpikir, seakan semuanya terasa buntu,
Do hyun memukul mukul setir mobilnya,
Kemudian Ia meraih ponselnya,
“Semoga GPS Aera menyala,”
Do hyun pun mulai mencari petunjuk melalui GPS ponsel miliknya,
Senyum pun terukir di wajah Do Hyun,
“Ini dia, kena kau!” Do hyun segera meluncur menuju tempat dimana Aera berada,
Di lain sisi,
“Aera! apa salahku? kenapa kau memperlakukanku seperti ini? Bukankah kita berteman?” Teriak Aisya yang dalam keadaan terikat diatas tempat tidur,
Aera melangkah mendekat ke arah Aisya,
“Karena kau, semua rencana yang sudah disusun dengan rapi, hancur begitu saja!!” bentak Aera
“Apa maksudmu?” tanya Aisya,
Tiba tiba, pintu terbuka menampakkan sosok yang sudah tidak asing untuk Aisya,
“S-Seo jin?” Ucap Aisya syok
Aera dan Seo jin tertawa,
“Kau pasti bertanya tanya, kenapa seo jin bisa ada disini? dan apa hubungannya denganku?” Ucap Aera yang melangkah semakin dekat,
Aera memegang keras rahang Aisya,
“Asal kau tahu, Di hari itu, Saat kau datang dengan gaya angkuh mu dan sok menyelamatkanku, disitulah hari dimana awal aku membencimu!” Tegas Aera,
“A-apa?”
“Seharusnya saat itu, Kau tidak perlu datang dan sok menyelamatkanku! Seharusnya, Do Hyun yang akan membelaku dan menyelamatkanku dari Seo jin, Dan seharusnya setelah itu kami menjadi dekat dan bisa bersama, bukan sebaliknya! Bukan justru kau yang semakin dekat dengan Do hyun!!” Ucap kesal Aera,
Aisya mencoba mencerna ucapan Aera,
Aera mengeluarkan sebuah cutter berukuran sedang, benda itu ia usapkan di pipi mulus Aisya,
sreet
satu goresan tergurat di pipi Aisya, Hingga mengeluarkan cairan berwarna merah segar,
“Aww,” Ringis Aisya
Seo jin ikut menghampiri keduanya,
“Aku rasa, sudah cukup basa basinya kak! Dia harus bertanggung jawab atas perbuatannya! Karena ulahnya, sekarang aku menjadi buruan polisi.” Ucap kesal Seo jin seraya melipatkan kedua tangannya di dadanya.
“Kau tidak usah khawatir, Aku akan melakukan sesuatu agar kau bisa bebas, dan dia yang akan menggantikanmu di balik penjara nanti.” Ucap Aera penuh keyakinan.
Tiba tiba Aera bertepuk tangan, dan masuklah seorang pria yang dulu hampir menangkap Aisya saat di rumah sakit,
“D-Dia?” Ucap Aisya yang sangat terkejut melihat pria itu ada di depannya.
“Ya, Dia adalah orang suruhanku yang aku minta agar mengikutimu kemanapun kau pergi, termasuk saat kau di rumah sakit,” Jelas Aera
“Jadi, Kau yang menyuruh pria itu untuk mencelakaiku? bukan Seo jin?”
Aera tertawa,
“Ya, seperti itulah.”
Aisya seakan kehabisan kata, Bagaimana mungkin Aera yang selama ini ia anggap sebagai sahabatnya, kini tega melakukan hal sekeji itu padanya.
“Kau! Lakukan seperti perintahku!” Titah Aera
“Baik Nona,” Pria itu pun melangkah mendekat ke arah Aisya
Mata Aisya bergetar, Ia ketakutan, dan berusaha melepaskan diri,
“Apa yang akan kau lakukan? Pergi dariku!!” Teriak Aisya
Pria itu menyinggung kan senyuman di sudut bibirnya yang membuat Aisya semakin ketakutan.
“Tidak! Pergi!” Bentak Aisya
“lebih baik kita pergi dari sini, jangan ganggu kesenangan mereka,” Ajak Seo jin
“kau benar!” Ucap Aera membenarkan,
Aera kemudian melihat ke arah pria itu,
“Yakk!! Jangan lupa, kau harus merekamnya agar menjadi kenangan yang indah untuk kalian, Dan yang terpenting, itu bisa mengingatkan dirinya jika dia memang tidak pantas untuk seorang Kim Do Hyun.” Aera dan Seo jin pun melangkah pergi dan menutup pintu kamar,
“Tidak, Tidak! Ya Alloh, Tolong aku,” Ucap Aisya dengan nada bergetar karena ketakutan,
“Aku mohon, jangan lakukan ini!” Aisya terus memohon berulang kali,
“Kau tidak usah takut, Ini hanya akan terasa sakit saat pertama kali, Tapi itu akan segera hilang dan berganti dengan kenikmatan,” Pria itu kembali menyunggingkan senyuman di sudut bibirnya.
Perlahan pria tinggi tegap itu pun mulai melepas jas berwarna hitam yang ia kenakan, melemparnya ke sembarang arah,
Ia kemudian menghidupkan ponsel miliknya, dengan menggunakan holder ponsel Ia menempatkan ponsel tersebut tepat di depan tempat tidur, Kemudian mulai merekamnya,
Pria itu mulai melepas ikat pinggang berwarna hitam yang melingkar di pinggangnya.
“Aku sangat suka bermain kasar, Aku harap kau akan menyukai permainanku,”
Ikat pinggangnya pun Ia hantamkan ke arah tubuh Aisya,
Plaak Plakk
“Allohu akbar!!” Teriak Aisya yang merasa sangat kesakitan hingga airmata mengalir di ujung matanya,
‘Ya Alloh, Ampuni aku. Tolonglah aku ya Alloh, Aku mohon!’ Batin Aisya menjerit,
Pria itu pun mulai membuka kancing kemeja satu persatu, Hingga menampakkan Tubuhnya yang kekar dan kemejanya kembali dilemparkan ke sembarang arah,
Aisya menutup kedua matanya seraya terus berdoa memohon ada keajaiban yang bisa menolongnya,
Pria itu pun mulai naik ke atas Aisya,
Tubuh Aisya bergetar ketakutan,