“Pppfttt, Kenapa raut wajahmu seperti itu?” Do Hyun tertawa keras,
Aisya pun melangkah pergi meninggalkan Do hyun,
Tawa Do hyun pun tiba tiba terhenti,
“Seandainya saja kau tau, Aku sungguh sungguh, Aisya.” Gumam Do hyun yang kemudian mengikuti langkah Aisya,
Di lain sisi,
Tanpa mereka sadari, tatapan tajam dari bola mata seseorang yang bersembunyi di balik pohon terus mengawasi mereka,
Tangannya mengepal kuat, Ia kemudian memukul keras pohon yang berada di hadapannya itu, Hingga tangannya mengeluarkan darah segar.
***
Aisya masih merasa kesal pada Do hyun yang masih saja duduk di salah satu kursi pelanggan,
‘Ck, Kapan dia akan pergi,’ Batin Aisya berkata,
Aisya mencoba untuk tidak memperdulikan Do hyun, Namun Do hyun tetap saja memandangi nya dan membuat Aisya merasa tidak enak.
Merasa terganggu, Aisya mencoba untuk mengusir Do Hyun,
“Hey, Pulanglah!” Usir Aisya pada Do hyun,
“Memangnya kenapa?”
“Jika kau sudah tidak ada urusan lain lagi, lebih baik kau langsung pulang ke rumah, kasihan Eomma sendirian di sana,”
“Aku kan sudah bilang padamu, Kita akan pulang bersama. Lagipula bukankah seharusnya shift mu sebentar lagi selesai?”
“Siapa yang bilang? Aku disini sampai malam nanti,”
“Apa?” Do hyun cukup terkejut dengan jawaban Aisya,
Aisya pun melangkah pergi menuju dapur, Ia mulai membantu membersihkan beberapa piring bekas para pelanggan,
Tak lama kemudian, Manajer restoran menghampirinya,
“Aisya?” Panggilnya,
“Iya pak?” Aisya menghentikan aktivitasnya,
“Shift mu hari ini sudah selesai, kau boleh pulang, Terima kasih untuk kerja kerasnya hari ini,”
“M-maaf pak, Tapi bukankah shift ku sampai nanti malam?”
“shift nya akan digantikan oleh pegawai baru,”
“Maksud anda, Saya dipecat?” Wajah Aisya langsung pucat,
“Oh tidak, Bukan begitu maksudnya, Tapi.. Emm..”
“Apa Do hyun yang memintanya?”
Sang manajer pun mengangguk pelan.
Aisya semakin kesal dan menghampiri Do hyun,
“Yakk!! Apa maksudmu berkata seperti itu pada manajer?” Tanya aisya langsung,
Do hyun berpura pura tidak mengerti dengan maksud Aisya,
“Apa maksudmu?” Ucap Do hyun
“Kau tidak perlu berbohong padaku, Aku tau, kau yang meminta pada manajer restoran agar aku diberhentikan, Iya kan?” Ucap kesal Aisya
“Siapa yang berani memberhentikanmu? Aku tidak pernah memberhentikanmu, Aku hanya minta agar shift pekerjaanmu dikurangi karena kau juga harus membantu eommaku di rumah, Dan kekosongannya diisi oleh pegawai baru,” Terang Do hyun
“Hah?” Aisya semakin terkejut mendengar pengakuan Do hyun.
Tiba tiba,
Do hyun menarik lengan baju Aisya dan membawa Aisya pergi ke taman dekat restoran.
“Lepas!”
Do hyun melepas pegangannya,
“Maaf, atas perlakuan ku, tapi aku tidak ingin kesalahpahaman ini menjadi tontonan menarik untuk mereka,”
Aisya pun terdiam,
“Ayo, kita pulang!” Ajak Do hyun,
“Tidak, Aku akan kembali bekerja, Aku tidak ingin diperlakukan berbeda, kau tidak usah khawatir, aku akan tetap memenuhi janjiku pada mu dan juga pada Eomma,” Ujar Aisya
Aisya pun melangkah pergi,
Do hyun hanya bisa menghela nafas kasar dan memutuskan untuk kembali ke rumah lebih dulu.
***
Jam menunjukkan pukul 11 malam,
Pekerjaan Aisya telah selesai, Ia kini tengah berlari menuju ke halte Bis,
“Gawat, Ini sudah terlalu larut, semoga masih terkejar Bis terakhirnya,”
Tanpa sengaja, Aisya tersandung kakinya sendiri dan menyebabkan dirinya terjatuh cukup keras, dan mengakibatkan kakinya terluka,
“Innalillahi, Aww..” Ringis Aisya,
Aisya melihat ke arah sekitar, namun jalanan terlihat sepi,
Aisya memaksakan dirinya untuk berdiri, Dengan terpincang pincang Aisya mencoba melanjutkan langkahnya,
Namun belum sampai halte, Aisya melihat Bis terakhir yang beroperasi hari ini melewati dirinya begitu saja, Aisya mencoba untuk mengejarnya namun lagi lagi Aisya justru terjatuh kembali karena tidak kuat merasakan sakit di kakinya,
“Ya Alloh, Bagaimana ini?” Ucap pelan Aisya,
Aisya kembali melangkahkan kakinya,
“Sudah malam, bagaimana ini?” Gumamnya,
Aisya mengeluarkan ponsel dari saku jaketnya,
“Astagfirulloh, Aku lupa mencharge ponselku,” Aisya terduduk lemas saat mengetahui ponselnya mati,
Di tengah kebingungannya, seseorang datang menghampirinya,
“Aisya?” Panggilnya,
Aisya mengalihkan pandangannya ke arah suara,
“Aera?”
Aera kemudian duduk di samping Aisya, dan menatap lukanya,
“Kenapa kau bisa terluka?” tanya Aera langsung,
“Tidak apa apa, Aku hanya kurang berhati hati saja,” jawab Aisya
“Begitu ya,” Aera mengangguk angguk
“Bagaimana kalau aku mengantarmu pulang? Lagipula ini sudah larut, tidak baik jika perempuan muslim pulang sendirian,” Lanjut Aera,
Tanpa berpikir panjang, Aisya langsung menyetujuinya begitu saja,
“Baiklah, Ayo!” Aisya langsung berdiri dari duduknya,
Aera membantu Aisya berjalan menuju mobil miliknya, dan mereka pun pergi bersama,
***
Sudah 20 menit, Namun Aisya masih belum juga tiba di rumah Do hyun, Aisya pun mulai sadar jika jalan yang ia lalui berbeda dari jalan yang biasa ia lalui,
“Aera? Kita mau kemana?” Tanya Aisya,
Namun, Aera hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Aisya,
Aisya semakin merasa aneh dengan sikap yang Aera tunjukkan,
“Aera?”
Lagi lagi Aera hanya mengacuhkannya,
Mereka pun tiba di sebuah rumah mewah yang memiliki halaman luas, Aisya menatap heran Aera,
“Ini rumah siapa?” Tanya Aisya
Mobil yang mereka tumpangi berhenti tepat di depan rumah itu, Aera meminta Aisya untuk turun,
Dengan keraguan Aisya pun mengikuti perintah Aera,
“Ikut aku!”
Aera pun melangkah masuk ke dalam rumah diikuti langkah Aisya,
Aera membawa Aisya ke sebuah kamar yang cukup luas, dengan dekorasi Vintage yang menghiasi kamar tersebut.
“Kita sudah sampai,” Ucap Aera
Aisya memperhatikan sekitar,
“Ini kamar siapa?” tanya Aisya
Namun, belum mendengar jawaban dari Aera, tiba tiba terdengar suara pintu terkunci,
Aisya berbalik dan mendapati Aera telah menguncinya dari luar kamar,
Dugh Dugh Dugh
Aisya menggedor keras pintu tersebut,
“Aera, Buka!! Kenapa kau mengunci ku disini?” Teriak Aisya.
“Tenanglah Aisya! Aku tidak akan melukaimu, Aku hanya ingin menjauhkanmu dari sesuatu yang seharusnya menjadi milikku!”
“Apa maksudmu?”
“Maaf, Aku tidak memiliki banyak waktu untuk menjelaskannya padamu, kau tidak perlu khawatir, Aku akan merawatmu dengan baik, jika kau butuh makanan, semua itu sudah aku siapkan di lemari, kau akan ku lepaskan setelah milikku kembali padaku,”
“Aera!! Aku sama sekali tidak mengerti dengan yang kau maksud!”
“Huh! Munafik!”
Aera pun melangkah pergi meninggalkan kamar itu, sedangkan Aisya masih terus menggedor gedor pintu, berharap Aera akan membukanya,
Dilain sisi,
Seorang pria berjalan mondar mandir dan berkali kali membuka jendela melihat ke arah luar,
“Do hyun?” Panggil sang Ibu,
“Ya Eomma,”
“Apa Aisya masih juga belum pulang?”
“Belum Eomma,”
“Kemana ya? Tumben sekali Aisya belum pulang, bahkan tidak memberitahu jika dia akan pulang terlambat, Apa tidak sebaiknya kau susul Aisya?”
Do hyun terdiam sejenak,
“Emm, Baiklah Eomma, Aku akan pergi menyusulnya.”
***
Setibanya di Restoran,
Do hyun sangat terkejut karena baru mengetahui jika Aisya sudah pulang sejam yang lalu,
“Bukankah, seharusnya Aisya sudah tiba di rumah jika dia memang sudah pulang, Tapi kenapa…? Apa jangan jangan ada sesuatu yang tidak beres?”
Do Hyun pun menyusuri jalan berharap Aisya ia temukan, Nyatanya, Semalaman do hyun mencari Aisya namun ia sama sekali tidak melihat sosoknya.
Do hyun pun memutuskan untuk kembali ke rumah pada pagi hari,
“Bagaimana Do hyun? Apa kau sudah menemukan Aisya?”
Do Hyun menggeleng lemah,
Ibu Do Hyun pun mulai khawatir,
“Ya Tuhan, Aisya kamu dimana nak?”