Di jam istirahat,
“Aisya, Bagaimana jika kita pergi ke kantin?” Ajak Aera
“Boleh, Ayo!” jawab Aisya seraya menganggukkan kepalanya,
Mereka melangkah bersama menuju kantin,
“Hey!” sapa Do hyun seraya mendekat ke arah mereka,
“Hey! Bagaimana kabarmu Do hyun Oppa?” Tanya Aera diiringi senyuman manisnya,
“Baik, Oh ya Aisya, Nanti aku akan menjemputmu, kita akan pulang bersama, Aku tidak ingin Eomma mengkhawatirkanmu, jadi jangan kabur ya! Karena kau masih berhutang padaku!”
“Tapi..”
“Tidak ada penolakan.”
Aisya menghela nafas kasar, dan hanya bisa pasrah, Do hyun pun tersenyum dan melangkah pergi tanpa menatap Aera,
Aera pun menatap ke arah Aisya,
“Sepertinya, kalian semakin dekat.” Ujar Aera
“Tidak juga,”
“Oh ya, Kenapa Do hyun mengajakmu pulang bersama? Bukankah kalian berbeda arah?”
“Itu… Karena aku sekarang tinggal bersama dengan keluarga Do hyun,”
“APA?” Aera sangat terkejut mendengar penjelasan Aisya hingga kedua bola matanya membulat sempurna dan langkahnya pun terhenti, Hingga Aisya sedikit agak menjauh darinya,
Aisya baru menyadari jika Aera tidak ada disampingnya, Ia kemudian berbalik,
“Aera? Ada apa?” Tanya heran Aisya
“Em Tidak apa apa, Sepertinya aku tidak jadi pergi ke kantin,”
“Kenapa?”
“A-aku baru ingat ada urusan yang harus aku selesaikan,” Terang Aera
Aisya hanya mengangguk angguk,
Aera pun berpamitan pergi,
***
Hingga jam pelajaran selesai, Aisya tidak bertemu dengan Aera, Namun Aisya berpikir mungkin Aera memang memiliki urusan yang harus ia kerjakan.
Aisya tengah menunggu bis untuk pergi ke tempat ia bekerja,
Ia memutuskan untuk duduk di bangku dan mendengarkan sholawat untuk menenangkan hatinya yang akhir akhir ini sedang terasa tidak tenang.
Aisya teringat akan pesan sang ibu saat masih di tanah air,
“Kamu harus bisa menjaga diri kamu dengan baik, meski kamu seorang perempuan, kamu harus bisa kuat sedahsyat apapun angin menerpamu, tetaplah berpegang pada Allah azza wa jalla, kamu harus ingat pesan ibu, jika kamu merasa sedih, kesepian, ataupun merasa kacau, tenangkanlah dirimu dengan memperbanyak membaca dan mendengarkan sholawat, Insya Allah semuanya akan lebih terasa ringan, Karena sesungguhnya bukan kita yang hebat, Tapi Allah lah yang memudahkan segalanya,”
Tanpa terasa buliran bening itu pun tiba tiba mengalir begitu saja dengan derasnya,
‘Aisya kangen Ibu,’ Batinnya
Tiba tiba seseorang mencabut sebelah earphone yang Aisya kenakan dan memakainya,
Aisya tergugu melihat Do Hyun yang sekarang berada di sampingnya dan memakai earphone yang sedang ia gunakan,
“Lagu apa ini? Rasanya aku baru pertama kali mendengarnya,” Ucap Do hyun
Aisya yang merasa kesal atas sikap tidak sopan Do hyun, langsung mencabut kembali earphone miliknya dari telinga Do hyun,
Bus pun datang,
Aisya melangkah masuk ke dalam bus diikuti oleh langkah Do hyun,
Do hyun pun duduk di belakang Aisya,
“Hey, Apa kau marah padaku?”
Aisya menoleh ke arah belakang dan tidak mengucapkan apapun selain memberikan tatapan yang tajam, yang membuat Do hyun menelan salivanya kasar,
‘Ya ampun, kenapa raut wajahnya berubah mengerikan seperti itu?’ Batin Do hyun berkata,
“Aisya, Aku minta maaf jika ada sesuatu yang menyinggungmu, mungkin dari perkataan ku atau…” Ucapan Do hyun terpotong karena seorang pria yang tiba tiba datang dan menghampiri Aisya,
“Yaakk! Enyah kau dari negaraku! Kau hanya membuat pemandangan di negara ku menjadi tidak enak untuk dipandang! Kau dan penutup kepalamu yang aneh itu!” Pria itu berbicara dengan nada tinggi dan wajah yang memerah menahan amarah,
Do hyun yang merasa tidak terima langsung berdiri,
“Yakk!!! Negara ini justru tidak enak dipandang saat ada penduduk yang bersikap arogan seperti anda!! yang sok berkuasa dan merasa paling benar!! Jika ada yang harus pergi, itu adalah orang orang angkuh seperti mu!” tegas Do hyun
“Itu benar, tidak ada peraturan yang melarang seseorang untuk berada di negara ini, kecuali orang orang yang tidak tau cara menghargai orang lain sepertimu!” Salah seorang penumpang membenarkan ucapan Do hyun,
“Hey pak! Jika anda hanya berniat ingin membuat keributan lebih baik kau turun saja!” Sang supir bus ikut angkat bicara.
Pria itu pun merasa kesal dan malu, akhirnya ia memutuskan untuk turun dari Bis,
Do hyun berpindah tempat duduk ke samping Aisya,
“Kau tidak apa apa?” Tanya Do hyun khawatir,
Aisya hanya menggelengkan kepalanya,
“Tidak usah diambil hati perkataan orang itu, Tidak semua orang di negara ini memiliki sikap menyebalkan seperti itu,” Terang Do hyun
“Ya, kau benar, tidak semua orang semenyebalkan itu, kecuali pria tadi dan juga kau,”
Aisya melangkah melewati Do hyun,
“Apa? Aku? Kau bilang aku menyebalkan?” Do hyun menunjuk dirinya sendiri, Ia pun mengikuti langkah Aisya turun dari Bis,
“Aisya? Seharusnya, kau berterima kasih padaku! Bukannya malah seperti itu,” Teriak Do hyun
Aisya hanya tersenyum tanpa membalikkan tubuhnya,
Hingga beberapa langkah kemudian, langkah Aisya terhenti,
‘Kenapa Do hyun tidak memanggilku lagi?’ Batin Aisya yang merasa aneh karena tidak lagi mendengar teriakan Do hyun yang memanggil namanya,
Aisya pun berbalik, dan ia tidak mendapati sosok Do Hyun di belakangnya, terlihat raut wajah kecewa Aisya,
“Sudahlah,” Gumam Aisya
Aisya kemudian membalikkan tubuhnya dan..
Wa!!
Do hyun mengejutkan Aisya dengan tiba tiba berada di depan Aisya,
Aisya jatuh pingsan karena terkejut, sehingga membuat Do hyun merasa panik,
“Astaga, Pingsan!” Ucap Do hyun,
Do hyun melihat ke arah sekitar, namun jalanan tengah sepi, Do hyun pun mengambil ranting yang ada di pinggir jalan dan menggunakannya untuk mencoba membangunkan Aisya,
“Aisya?” Panggilnya seraya menyentuhnya dengan perantara ranting itu ke arah pipi Aisya,
Namun Aisya tidak merespon sama sekali dan membuat Do hyun semakin kebingungan.
“Aduh, Bagaimana ini?”
Do hyun semakin kebingungan, Ia kembali mencoba untuk membangunkan Aisya, Ia menatap ke arah mata Aisya, Hingga ia menyadari ada sesuatu yang aneh,
‘Sepertinya, dia hanya berpura pura, Awas ya! Berani beraninya kau mengerjaiku,’ batin Do hyun,
Do hyun kemudian melancarkan aksinya,
“Baiklah, Sepertinya hari ini aku akan bersenang senang, Ini saatnya aku menunjukkan jati diriku yang sebenarnya, ternyata melelahkan juga jika hanya berpura pura berteman saja,” Ucap bohong Do hyun.
Do Hyun melirik ke arah Aisya, dan mendapati Aisya yang langsung menutup matanya kembali,
Do Hyun pun berjongkok dan mulai hendak menggendong Aisya,
"Eh, Tidak tidak!! Aku sudah sadar! Kau tidak perlu melakukan itu!" Ucap Aisya yang langsung berdiri,
"Issh, kenapa kau sudah sadar? Padahal, itu adalah kesempatan agar aku bisa menyentuhmu," Goda Do Hyun,
"Kau tidak boleh macam macam denganku! Atau kau akan jatuh cinta padaku!" Ucap asal Aisya,
Aisya pun menepuk nepuk pakaiannya yang terkena debu barusan,
"Aku memang sudah jatuh cinta padamu,"
Ucapan Do Hyun sontak membuat Aisya terkejut dan langsung menatap Do hyun cukup lama,
"Aku sudah jatuh cinta padamu, dari sejak saat kau menolongku di bandara saat itu,"
Aisya terdiam,