Gak adil buat gue

1594 Kata
Aisya telah selesai mengemasi barangnya, Ia pun bersiap untuk meninggalkan asrama, Aisya merebahkan dirinya di atas kasur seraya mengelusnya, “Ini adalah hari terakhirku,” Air mata pun mengalir di sudut matanya, Terdengar kembali suara getar ponsel miliknya, Drrtt Drrtt Aisya kemudian meraih ponselnya dan ia melihat nomor baru yang tertulis di layar ponselnya, In Call “Hallo,” “Assalamua’alaikum Aisya,” “Wa’alaikum salam, dengan siapa saya berbicara?” “Ini aku, Fathan.” “Oh, Ada apa ya?” “Emm, Apa kau masih bekerja di restoran?” “Iya,” “Aku ingin bertemu sama kamu disana, bisa?” “Emm, Untuk apa?” “Ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan,” “Tentang apa? Apa tentang tawaran pekerjaan itu lagi?” “Ya, salah satunya.” “Tapi, bukankah aku sudah menolaknya,” “Ya, aku tau! Tapi, aku harap kau bisa mempertimbangkannya lagi,” “Baiklah, aku akan menemuimu nanti,” “Terima kasih, Assalamu’alaikum.” “Wa’alaikum salam,” End Call Terdengar suara hembusan nafas kasar dari Aisya, Ia kemudian melangkah seraya menarik kopernya, *** ‘Aku harus pergi kemana sekarang?’ Batin Aisya, Di perjalanan, Sebuah mobil membunyikan klaksonnya dari arah samping Aisya, Aisya pun melihat ke arahnya, “Aisya!” Teriaknya Aisya hanya melirik ke arahnya, “Kau mau kemana? membawa barang sebanyak itu?” Aisya hanya diam dan terus melangkah, Mobil itu pun memarkirkan kendaraannya tepat di hadapan Aisya, Seorang pria pun keluar dari mobil tersebut, “Aisya, kenapa kau mengabaikanku?” Aisya menatap tajam ke arahnya, “Ini bukan urusanmu,” Jawab sinis Aisya, “Apa maksudmu? Tentu saja ini akan menjadi urusanku karena kau adalah kekasihku,” Ujar Do hyun “Kekasih? hubungan kita sudah berakhir, kita tidak memiliki hubungan apapun!” Ucap tegas Aisya “Tidak! Sebuah hubungan hanya akan berakhir jika kedua belah pihak menyetujuinya,” Aisya tersenyum tipis, “Tidak masuk akal,” Aisya hendak melanjutkan kembali langkahnya, “Aisya,” Panggil Do hyun “Sudahlah, Aku sedang ingin sendiri,’ “Kau mau kemana dengan membawa koper seperti itu?” “Aku sudah kehilangan beasiswa ku dan aku dikeluarkan dari asrama karena itu aku harus mencari tempat tinggal yang lain,” “Apa?” Aisya kemudian melanjutkan langkahnya, Namun baru beberapa langkah Do hyun kembali membuat langkah Aisya terhenti, “Tinggalah bersamaku dan keluargaku seperti waktu itu,” “Maaf, Aku tidak ingin merepotkanmu,” “Jangan pernah ucapkan kata kata itu, karena bagiku kau adalah tanggung jawabku,” “Huh, Jangan mengada ada!” Do hyun tiba tiba mengambil alih koper milik Aisya dan bergegas memasukkannya ke dalam bagasi, “Hey! Apa yang kau lakukan!” Teriak Aisya, Namun, Do hyun tidak memperdulikannya, Ia pun kemudian menarik lengan baju Aisya agar mengikuti langkahnya masuk ke dalam mobil, Aisya pun duduk di samping Do hyun, “Hey! Kenapa kau memaksa?” “Jika tidak dengan cara seperti ini, kau pasti akan bersikukuh menolak bantuanku,” Aisya pun terdiam, Mereka pun berangkat menuju kediaman Do hyun, Setibanya di rumah Do hyun, Kedua orang tua Do hyun syok mendengar jika Aisya akan tinggal sementara di sana, “Bagaimana? Apa boleh?” Tanya Do hyun pada Eomma, “Eomma, masih belum tau apa boleh atau tidak, karena seperti yang kau tahu, Arsyla juga akan tinggal disini, Apa Aisya tahu mengenai hal itu?” Do hyun menggelengkan kepalanya, “Bicaralah dulu dengan Aisya, mungkin itu akan menjadi awal untuk memberitahukan tentang apa yang menjadi keputusan Appa mu,” Do hyun memutuskan untuk memberitahu tentang keberadaan Arsyla tanpa memberitahu jika Ia sedang berbadan dua, “Emm, Kau bisa tidur di kamarmu yang dulu,” Tutur Do hyun “Terima kasih,” Do hyun mengantar Aisya ke kamarnya, “Selamat beristirahat,” Aisya melangkah masuk ke dalam kamar, *** Jam makan malam pun hampir tiba, Aisya kemudian turun menuju ke dapur untuk membantu Eomma menyiapkan makan malam, Namun belum sampai ke dapur, dari kejauhan ia melihat Arsyla yang tengah membantu Eomma memasak, dengan senyuman dan tawa yang terdengar sesekali, Sontak langkah Aisya langsung membeku, “A-Arsyla?” Do hyun yang melihat Aisya mematung pun menghampirinya, “Aisya, Ada apa?” Tanya Do hyun “Kenapa Arsyla ada disini?” “I-itu, ceritanya panjang, Dia diberhentikan dari tempat ia bekerja, sedangkan dia sudah tidak mempunyai tempat tinggal, karena itu, dia tinggal untuk sementara.” Jelas panjang lebar Do hyun “Sudahlah, Tidak apa apa! Lebih baik ayo kita makan malam.” Tambahnya, Do hyun pun menarik lengan baju Aisya untuk kembali ke dapur, “Eomma, Aisya disini.” Ucap Do hyun “Oh iya,” Eomma terlihat sibuk memasak, “Oh ya, Apa ada yang bisa aku bantu Eomma?” Tanya Aisya “Tidak apa apa, Tidak perlu, Semuanya sudah hampir selesai,” Raut wajah Aisya berubah, ia tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya, “Hey, Tidak apa apa,” Ucap Do hyun Aisya hanya menggelengkan kepalanya, Do hyun pun menggiring Aisya untuk duduk di salah satu kursi meja makan, Makan malam pun tiba, Eomma dan Arsyla duduk di samping kanan Appa, sedangkan Do hyun duduk di samping kiri Appa bersama Aisya, “Aisya, Bagaimana kuliahmu? Aku dengar, kau dikeluarkan dari asrama ya?” Tanya Arsyla tiba tiba, yang membuat Aisya merasa malu di hadapan kedua orang tua Do hyun, “Em, A-Aku…”Ucapan Aisya terpotong oleh ucapan Appa, “Biasanya jika seperti itu, Ada masalah yang fatal yang mengakibatkan seseorang dikeluarkan,” Ucap Appa, “Tidak Appa, aku tidak memiliki masalah apapun, hanya nilaiku yang kurang bagus, yang membuatku kehilangan beasiswa.” Ucap sendu Aisya yang tertunduk tidak mampu untuk menatap ke arah mereka, “Bukankah, itu sama saja?” Ujar Arsyla, Aisya semakin drop mendengar ucapan ucapan Arsyla, Terlihat bagaimana ramahnya dan dekatnya kedua orang tua Do hyun dengan Arsyla, Aisya pun merasa terasingkan di tengah tengah mereka, “Aku sudah selesai,” Aisya kemudian membawa piring bekas ia makan ke wastafel untuk dicuci, dari dapur ia masih mendengar bagaimana mereka tertawa seraya bercanda, Buliran bening itu pun lolos begitu saja membasahi pipinya, Aisya memutuskan untuk pergi ke halaman belakang rumah, dan menikmati dinginnya angin malam yang bertiup, “Kau sedang apa?” Seseorang menghampirinya, Aisya mengabaikannya, “Sepertinya, Kau sedang bersedih meratapi nasibmu, kan?” Terlihat Senyuman dingin di sudut bibirnya “Katakan padaku bagaimana rasanya kekalahan itu?” Aisya menatap tajam Arsyla, “Maksud Lo?” “Haa, berbicara dengan bahasa sendiri itu memang jauh lebih menyenangkan, daripada menggunakan bahasa asing, setidaknya mereka gak bakalan ngerti apa yang kita omongin, bukan?” “Mau Lo apa?” Arsyla tertawa, “Jangan terlalu buru buru, gue cuman pengen, Lo ngerasain apa yang gue rasain dari kecil, Lo selalu dapetin semua yang lo pengen, prestasi, keluarga, dan bahkan cinta, Itu tuh gak adil buat gue! Gue selalu juara kedua setelah lo, keluarga gue berantakan karena bokap gue yang jahat dan selingkuh, sampai akhirnya mereka cerai, bokap gue meninggal, ninggalin banyak utang yang harus gue bayar, kedua adik gue mati karena dipaksa jadi pengemis sama paman bibi gue saat gue kerja disini, Lo tau gimana rasanya? Gak adil tau gak!” Jelas panjang lebar Arsyla dengan mata berkaca kaca, “Tapi semua itu bukan salah gue!” “Tentu aja salah Lo! Lo selalu pamerin segala hal yang lo punya dan gue gak punya! Lo bisa kuliah disini gara gara otak encer lo, sedangkan gue disini cuman jadi babu! Lo punya kedua orang tua yang sayang sama lo, Tapi gue enggak! Lo bahkan punya Do hyun, sedangkan gue? Gue gak punya siapa siapa!” “Jadi maksud Lo, Lo pengen semua hal yang gue punya buat lo? Meski dengan cara kayak gini? ninggalin keimanan lo demi semua ini?” “Jangan bawa bawa iman!” Bentak Arsyla, “Gua cuman pengen hidup bahagia dan tenang sama Do hyun, Itu aja! Gue capek hidup ancur ancuran, Gue juga pengen ngerasain bahagianya hidup sama orang yang gue sayang,” Lanjutnya “Tapi cara lo itu salah!” “Jangan sok ngejudge gue dengan cara gimana gue hidup, karena lo gak tau apa yang udah gue laluin sampe bisa ke tahap sekarang. bentar lagi gue bakalan nikah sama Do hyun dan jadi Nyonya kim, Eomma dan Appa juga udah sayang sama gue, Jadi mendingan Lo pergi dari sini, jangan jadi penghalang buat gue,” “Huh, Lo pikir cara lo itu udah bener? Hubungan lo gak bakalan bertahan lama karena lo dapetin semuanya dengan nyakitin orang lain, Ingat! Alloh tuh gak tidur, dia bakalan nolongin setiap hamba yang meminta pertolongannya,” Tatapan tajam Aisya mengintimidasi Arsyla, “Kalau emang gitu, Dimana DIA waktu gue butuh pertolongannya, Dimana DIA waktu gue butuh buat nyelametin kedua adik gue, Dimana?” Bentak Arsyla dengan air mata yang terus mengalir, “Kalian sedang apa?” Tanya Do hyun yang tiba tiba sudah berdiri di hadapan mereka, Arsyla tiba tiba menjatuhkan dirinya, “Aww,” Ringis Arsyla, Do hyun pun menghampiri Arsyla, “Kau kenapa?” “Perutku sakit sekali, Aisya terus membentakku sedari tadi, ia tidak bisa menerima kenyataan kalau kita akan segera menikah,” “Apa? Itu tidak benar!” Bantah Aisya Do hyun pun langsung menggendong Arsyla ala bridal style, Ia melewati Aisya begitu saja tanpa menatapnya, Do hyun membaringkan Arsyla ditempat tidur, dan bergegas menelpon dokter, Tak lama kemudian Dokter pun datang dan langsung memeriksa keadaan Arsyla, “Bagaimana dok?” Tanya Do hyun cemas, “Tidak apa apa, hanya kelelahan saja, Bayi dan ibunya baik baik saja.” “Syukurlah,” “B-Bayi?” Aisya yang sedari tadi mengikuti langkah Do hyun pun mendengar langsung, Aisya syok mendengarnya,
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN