Jalan pintas

1152 Kata
Arsyla menarik wajah Do hyun agar mau menatapnya, “Kenapa? kau mengakuinya bukan?” Do hyun kemudian menepis tangan Arsyla, “Kau gila!” Do hyun pun melangkah pergi meninggalkan Arsyla yang menunjukkan senyuman di sudut bibirnya. *** Di lain sisi, Aisya duduk termenung di dekat jendela, “Apa lebih baik, Aku pulang saja ya? Dari sisa gaji yang sudah aku sisipkan, sepertinya sudah cukup untuk mengantarkanku pulang ke tanah air,” Gumamnya, Aisya kemudian mengambil buku tabungan yang ia miliki an melihat jumlah didalamnya, “Benar, ini sudah cukup untuk mengantarkanku pulang,” Aisya pun termenung, “Tapi, jika aku pulang sekarang, bagaimana dengan kedua orang tuaku? Mereka pasti akan dihina habis habisan oleh paman dan bibiku, Bagaimana ini?” Ting tong, Terdengar suara bel, Aisya kemudian membuka pintunya, dan menampakkan Do hyun dengan senyum manisnya, “Hai,” Sapanya, Aisya tersenyum tipis dan mempersilahkan Do hyun untuk masuk, “Silahkan,” Do hyun duduk berhadapan dengan Aisya, “Aisya?” “Iya?” “Aku, Aku..” Ucap ragu Do hyun Aisya tertawa kecil, “Apa?” “Maukah kau menikah denganku?” “Apa?” Syok Aisya Do hyun berlutut di hadapan Aisya, “Aku mohon, menikahlah denganku dan jadilah milikku selamanya,” “Apa kau sadar dengan apa yang kau ucapkan?” “ya, tentu saja, aku sangat menyadari itu,” “Dan kau tau kan, selamanya kita tidak akan pernah bisa bersama,” “Ya tapi, Kita bisa menikah di negara lain yang bisa menerima perbedaan kita,” “Ini bukan masalah negara mana yang akan menerima perbedaan kita, tapi Tuhan memang menggariskan perbedaan ini tidak bisa bersatu.” “Aku tidak ingin menikah dengan Arsyla, satu satunya yang aku cintai hanyalah kamu,” Aisya terdiam, “Sekarang katakan, Kenapa Tuhan tidak menciptakan cinta diantara umatnya yang sama? kenapa harus di umat yang berbeda?” “Itu karena, kita harus belajar menerima tidak semua hal baik akan berakhir dengan baik, ada beberapa juga yang bisa berakhir buruk,” Do hyun mengusap wajahnya kasar, “Tidak bisakah kita bersama?” Aisya menggelengkan kepalanya perlahan, “Argghhh!!” Teriak Do hyun kesal, Merasa tidak memiliki cara apapun lagi untuk membujuk Aisya, Do hyun tiba tiba memiliki ide gila, Ia mendorong keras Aisya, mengunci pergerakannya dan mencoba untuk menciumnya, “Apa yang kau lakukan?” Teriak Aisya yang mencoba untuk melawan. “Maaf Aisya, Aku melakukan semua ini demi kita, agar kita bisa bersama selamanya,” “Lepaskan!” Teriak Aisya, Aisya terus mencoba untuk melepaskan diri, Brakk Seseorang mendobrak pintu apartemen, “Aisya! Do Hyun!” Mendengar nama mereka disebut, Do hyun menghentikan perbuatannya, “Appa?” Syok Do hyun Flashback Do hyun tergesa gesa keluar dari rumah dan hendak pergi, Namun Appa memergoki Do hyun dan memutuskan untuk mengikutinya hingga sampai di apartemen, *** “Apa yang kalian lakukan?” Tanya Appa, “A-Aku tidak melakukan apa apa, Do hyun yang…” Ucapan Aisya terpotong oleh Do Hyun “Kami melakukan seperti apa yang Appa bayangkan,” “Apa? berani beraninya kau mengakui perbuatan memalukan itu pada Appa mu!” “Aku tidak memiliki cara lain lagi agar kami tetap bersama,” Do hyun memegang erat tangan Aisya dan menggenggamnya, Aisya mencoba menarik tangannya namun Do hyun berhasil menahannya, “Kau? Dasar tidak tau malu! Apa kau tidak memikirkan, Bagaimana Arsyla dan juga anakmu?” “Appa! Aku dijebak oleh Arsyla, semua itu bukan kemauanku! berbeda dengan Aisya, Aku sangat mencintainya.” Do hyun menatap dalam Aisya, Appa menghela nafas panjang, “Terserah kau! Yang jelas, Appa tidak akan merestui hubungan kalian yang jelas jelas berbeda! Kecuali Aisya mau pindah agama seperti Arsyla,” Degh Appa Do hyun kemudian melangkah pergi meninggalkan Aisya yang tertegun, “Aisya?” Panggil Do hyun Aisya menatap nanar Do hyun, Tanpa mengucapkan sepatah kata pun Aisya melangkah pergi ke kamarnya dan mengunci diri di dalam kamar, Tok tok tok “Aisya? Maafkan aku untuk kejadian barusan, aku hanya sudah tidak memiliki cara lain lagi untuk membuatmu tetap bersamaku,” Panggil Do hyun dari balik pintu Namun Aisya tidak menjawab panggilan do hyun, Ia menyandarkan tubuhnya di dinding dan jatuh perlahan, Cairan bening itu pun mengalir lolos begitu saja membasahi pipinya, “Tinggalkan aku sendiri!” Teriak Aisya Do hyun pun menundukkan pandangannya dan melangkah pergi, *** Sepanjang perjalanan Do hyun merasakan perasaan bersalah karena telah hampir menodai kekasihnya, “Dasar bodoh! Kenapa kau menyamakan Aisya dengan Arsyla?” Do hyun terus merutuki perbuatannya yang terlewat batas pada Aisya “Maaf, maaf Aisya.” Terlihat raut wajah bersalahnya, Sesampainya di rumah, Ia sudah disambut dengan raut wajah dingin Arsyla, “Dari mana?” Tanya Arsyla “Kuliah,” Jawab singkat Do hyun Do hyun melangkah melewati Arsyla begitu saja, “Tunggu!” Arsyla menahan langkah Do hyun “Apa?” “Jujur padaku, kau darimana?’ “Aku sudah mengatakannya padamu, Aku pulang dari kampus,” “Bohong!” Arsyla mengeluarkan beberapa lembar kertas dan melemparkannya ke wajah Do hyun “Ini apa?” Bentak Arsyla, Do hyun melihat foto foto dirinya bersama Aisya berserakan di hadapannya, “Apa kau mengikutiku?” Bentak Do Hyun “Iya! Jika aku tidak melakukannya, aku yakin kau akan lebih dari ini, Iya kan?” Bentak Arsyla, “Apapun yang menjadi urusanku, kau tidak perlu ikut campur!” Ucap tegas Do hyun “Begitu? Lalu, kau anggap apa aku ini?” Teriak Arsyla dengan nada bergetar Do hyun menatap tajam Arsyla, “Kau, tidak lebih dari sekedar hiburan saja,” “A-Apa?” Ucap Arsyla dengan nada lemah, Do hyun pun melangkah masuk ke dalam kamar, Arsyla menggelengkan kepalanya cepat, Ia tidak terima dengan ucapan Do hyun, Ia mengejar Do hyun ke kamar milik Do hyun, “Yaak!! Setidaknya bersikap sopanlah padaku! Yang sedang mengandung seorang bayi di dalam rahimku,” Do hyun memutarkan kedua bola matanya, Ia merasa malas meladeni Arsyla yang terus terusan berteriak padanya, “Yaak! Dengarkan aku!” Do hyun membanting pintu kamarnya dan menguncinya, “Yaakk! Do Hyun! Kim Do hyun!” Teriaknya Namun, teriakannya tidak didengar oleh Do hyun, Arsyla merasa sangat kesal, dan memutuskan untuk menemui Aisya, *** Di lain sisi, Aisya tengah merapikan pakaiannya, “Lebih baik aku pulang, soal paman bibiku akan aku pikirkan nanti saja,” Gumamnya, Ting Tong Terdengar suara bel berbunyi, Aisya pun bergegas melangkah ke arah pintu dan membukanya, Kedua mata Aisya membola, “A-Arsyla?” Syok Aisya, Aisya yang ingin menghindari pertengkaran pun hendak menutup pintunya, namun Arsyla berhasil menghalanginya dengan menempatkan kakinya di celah pintu, Lalu membuka pintu tersebut dengan lebar, “Kenapa kau begitu tidak sopan pada tamu?” Aisya terdiam, Arsyla melipatkan kedua tangannya, ditemani kedua temannya, dengan raut wajah sombongnya ia mendekat ke arah Aisya, “Apa kau masih terobsesi untuk menjadi Nyonya Kim?” Aisya menggelengkan kepalanya, “Tidak,” “Benarkah?” Arsyla mengambil beberapa kertas dan melemparkannya ke arah Aisya, “Lalu, Ini apa?” Bentak Arsyla.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN