Ketidaksengajaan

1344 Kata
"Jangan ganggu Aisya!" Ucap Do Hyun penuh penekanan. Do Hyun yang hendak melangkah pergi, langkahnya terhenti oleh perkataan Seo jin "Apa kau jatuh cinta pada gadis aneh itu?" Do Hyun membalikkan tubuhnya, Ia menyeringai "Huh, Jika memang benar, kau bahkan tidak memiliki hak untuk melarangku!" Seo jin menghampiri Do Hyun dan memegang tangannya erat, “Lalu, kau anggap apa kedekatan kita selama ini?” “Kedekatan? kedekatan seperti apa yang kau maksud? Aku hanya menganggapmu tidak lebih seperti temanku yang lainnya.” Pegangan tangan seo jin pun perlahan terlepas, matanya berkaca kaca tak mampu berkata. Sedangkan Do Hyun melangkah pergi begitu saja. “Seo jin, kau tidak apa apa?” Tanya salah seorang temannya, Tangan seo jin mengepal, rahangnya pun nampak mengeras, “Aku tidak rela, Gadis aneh itu merebut tempatku begitu saja!” Tanpa mereka sadari, seseorang mendengar pembicaraan mereka sedari tadi. *** Aisya telah menyelesaikan pekerjaannya di restoran hari ini lebih cepat, “Terima kasih untuk hari ini,” Ucap pemilik restoran. “Sama sama pak, terima kasih kembali.” Aisya sedikit membungkuk Aisya melangkah keluar restoran, Namun ia tidak menyangka, seseorang tengah menunggunya di tempat parkiran di depan sebuah mobil berwarna hitam yang mewah. “Kau?” “Masuklah,” “Apa?” “Aku bilang, masuklah kedalam mobil.” Dengan langkah sedikit malas, Aisya pun mengikuti langkah pria yang ada di hadapannya itu, Di perjalanan, “Ada apa kau kesini?” Tanya Aisya langsung “Apa kau lupa dengan janjimu pada ibu?” Tanya balik Do Hyun, “Oohh,” Aisya mengangguk anggukan kepalanya ‘Imut,’ Batin Do Hyun melihat raut wajah Aisya Aisya yang menyadari tatapan Do Hyun, mengerutkan dahinya. “Apa? Kenapa kau menatapku seperti itu?” “Memangnya kenapa? Aku punya mata, Jadi sesuka ku mau melihat ke arah manapun!” Aisya memutarkan kedua bola matanya, “Terserahlah,” Do Hyun tersenyum tipis menatap Aisya, Pandangan Aisya teralihkan oleh penjual bungeopang pinggir jalan, “Eh berhentiiii!!” Teriak Aisya tiba tiba Ckiiiitttt Do Hyun secara mendadak mengerem, Hingga kepala Aisya terantuk pada dashboard mobil, “Innalillahi, Aww..” Ringis Aisya sembari mengelus keningnya yang terasa sakit, Do Hyun refleks memegang kening Aisya, Dan membuat pandangan mereka bertemu dari jarak dekat. “Kau tidak apa apa?” Tanya khawatir Do Hyun, Untuk beberapa detik mereka saling menatap dan terdiam, Hingga aisya pun tersadar, “Eh, Astagfirulloh!!” Aisya mendorong Do Hyun cukup keras, “M-maaf, A-aku tidak sengaja, Maafkan aku.” ucap Do hyun Do Hyun pun memalingkan wajahnya ke arah berlawanan, ‘Dasar bodoh!! Bisa bisanya kau menyentuhnya!!’ Do Hyun merutuki dirinya sendiri. Tiba tiba terdengar suara pintu mobil yang ditutup, Do Hyun terkejut karena melihat Aisya yang berlari keluar, Ia kemudian menyusul langkah Aisya. “Hey, Apa kau marah karena sikapku barusan?” “Itu…” Ucapan Aisya terpotong, “Aku benar benar minta maaf, aku berjanji tidak akan pernah melakukan hal itu lagi!” “Eh, Tapi kan..” “Tidak, tidak, dengarkan aku! Aku minta maaf, aku memang bersalah, aku akan melakukan apapun agar kau mau memaafkanku.” Aisya mengernyitkan dahinya, “Kau itu kenapa? Aku hanya ingin membeli kue bungeopang itu untuk eomma mu.” Aisya pun melanjutkan langkahnya, meninggalkan Do Hyun yang membeku. “Ah Iya, Bungeopang, tentu! Isshhh, Dasar bodohh!!” Gumamnya. Do Hyun pun menghampiri Aisya yang tengah memilih, “Eomma mu, paling suka rasa apa? Krim, pasta kacang merah atau yang mana?” “Terserah kau saja,” Jawab singkat Do Hyun, “Baiklah, kita pesan campuran berbagai rasa saja ya,” Do Hyun pun mengangguk setuju, “Setelah ini, Kita beli strawberry cheese cake untuk Appa.” Do Hyun lagi lagi hanya mengangguk, Setelah membeli buah tangan, Aisya dan Do Hyun pun melanjutkan perjalanannya, *** Setibanya di rumah Do Hyun Mereka disambut hangat oleh sang Ibu, “Eomma, Aku pulang!”Sapa Do Hyun, “Selamat datang putraku,” Aisya membungkukkan badannya, “Hallo Eommanim,” “Hallo, Apa kabarmu nak?” “Aku baik Eomma, Bagaimana denganmu?” “Eomma juga baik,” “Oh iya, Ini aku bawakan kue untuk Eomma,” Aisya menyodorkan sebuah kantong berukuran sedang, “Oh Terima kasih, Nanti kita makan bersama sama ya,” Aisya mengangguk seraya tersenyum. “Oh ya, Bisakah kau membantuku menyiapkan makan malam?” “Tentu Eomma.” “Kalau begitu, Aku ke kamar dulu untuk membersihkan diri,” Aisya kembali mengangguk, Aisya dan Eomma pun pergi ke dapur untuk menyiapkan makan malam. *** “Sudah berapa lama kau mengenal Do Hyun?” Tanya Eomma “Itu, belum terlalu lama Eomma,” Eomma hanya mengangguk, “Oh ya, Aku dengar dari Do Hyun, Kau bersekolah disini karena mendapat beasiswa dari Universitas seoul?” “Iya Eomma,” “Itu artinya, Kau adalah seorang gadis yang pandai.” “Tidak juga, masih banyak hal yang belum aku ketahui.” “Kau jangan terlalu merendah,” Eomma pun tersenyum menatap Aisya yang tengah memotong sayuran, “Oh Iya, Apa kau tau, Do Hyun sedang jatuh cinta pada seorang gadis?” Seketika tangan Aisya langsung berhenti, “Eomma dengar dari percakapan Do Hyun dengan Appanya tempo hari, Do Hyun mengakui jika dia memang jatuh cinta pada gadis itu.” “Ah begitu, Syukurlah kalau begitu, Aku juga baru mengetahuinya Eomma.” “Jinjja? Ishhh, Harusnya dia juga memberitahumu, Dasar anak itu!” Eomma Do Hyun membawa beberapa piring makanan yang telah siap ke meja makan. Tatapan mata Aisya brkaca kaca, seolah tengah menahan tangis, Eomma pun kembali ke dapur, Tiba tiba, Eomma menepuk keningnya, “Ya ampun!” “Ada apa Eomma?” Tanya Aisya, “Eomma lupa belum menyimpan handuk bersih di kamar mandi Do Hyun, Bisakah kau menyimpannya di kamar Do Hyun?” “T-tapi..” “Tidak apa apa,” Karena merasa tidak enak pada Eomma, Aisya pun mengangguk setuju, Dengan langkah ragu ia masuk ke dalam kamar Do Hyun, Pandangannya memperhatikan sekitar, memastikan jika tidak ada Do Hyun. Perlahan, Aisya melangkah.. Ia meletakkan Handuk tersebut diatas kasur milik Do Hyun, Saat akan melangkah pergi, Do Hyun pun keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan celana pendek tanpa memakai kaos, Mata Aisya membulat sempurna, “Aaaaaaaa!!!” Teriak Aisya dan Do Hyun bersamaan, Aisya pun bergegas berlari keluar, “Astagfirulloh!! Bisa bisanya, Ya Alloh, ampuni aku!! Mataku ternodai,” Aisya terus mengusap wajahnya kasar, “Lebih baik aku pergi dari sini,” Tambahnya. Aisya bergegas menemui Eomma Do Hyun yang tengah menata makan malam di atas meja makan, “Emm, Eomma.. A-Aku mau pamit pulang,” Ujar aisya dengan ragu ragu “Eh, Kenapa? Lebih baik makan dulu, Nanti setelah makan kau boleh pulang,” “T-Tapi..” “Tidak ada penolakan!!” Aisya pun hanya pasrah menuruti ucapan Eomma Do Hyun. Dilain sisi, Do Hyun bersembunyi di balik selimut, “Aaaa, Aku benar benar malu sekali!! Bisa bisanya Aisya masuk ke kamarku, Aku harus bagaimana jika bertemu dengannya lagi,” Do Hyun kembali menutup dirinya dengan selimut. *** Makan malam telah siap, Eomma memanggil Do hyun untuk ikut makan malam bersama mereka, Tak lama kemudian Appa Do hyun pun tiba dan ikut bergabung, Appa Do Hyun merasakan ada keanehan diantara Aisya dan Do Hyun. “Sepertinya, Kalian sedang bertengkar?” Uhuuk uhuuk Aisya dan Do Hyun tersedak makanan bersamaan, “Ya ampun, Sampai tersedak saja bisa kompak seperti itu,” Goda eomma seraya tersenyum menatap mereka berdua, Wajah Aisya pun memerah menahan malu, “Kami sama sekali tidak bertengkar Appa, Kami hanya sedang menikmati makanan ini.” Ucap Do hyun Appa Do Hyun hanya tersenyum, *** Do Hyun mengantar Aisya pulang ke asrama, “Terima kasih sudah mengantarku,” Ucap Aisya Do Hyun mengangguk, Ketika Aisya akan melangkah, “Aisya?” Panggil Do Hyun Aisya membalikkan tubuhnya, “Ya?” “Emm, Aku minta maaf untuk kejadian hari ini yang mungkin sudah membuatmu tidak nyaman.” “Tidak apa apa, Lagipula itu ketidaksengajaan,” Aisya pun kembali melanjutkan langkahnya, Setelah kepergian Do Hyun tiba tiba, Sebuah tangan kekar memegang sebuah kain yang telah dilumuri obat bius pun membekap Aisyah dan membuat Aisya seketika tidak sadarkan diri.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN