“Astagfirullahaladzim!” David segera menjauh dari tubuh Viona yang baru saja di tangkapnya karena akan jatuh saat mengambil buku yang ada di atas lemari tinggi yang ada di ruangan praktek David. Viona tersenyum sambil menatap David yang terlihat sangat pannik. “Kenapa harus sepanik itu sih, Mas?” David menatap Viona sekilas kemudian mengambilkan buku yang ingin diambil Viona tadi dari atas lemari dengan tubuh tinggi dan tangannya yang panjang. “Seharusnya tadi kamu meminta Mas saja yang mengambilnya,Vi,” ucap David sambil memberikan buku yang baru diambilnya kepada Viona. “Aku kira tadi aku bisa mengambilnya, Mas. Rupanya ketinggian. Eh pas aku jinjit, sepatuku malah miring. Untung Mas tadi reflek nangkap aku, kalau gak pasti aku udah tersungkur jatuh. Terima kasih ya, Mas.” Viona ter

