David memasukkan sebuah potongan roti ke dalam mulutnya. Tatapannya nanar menatap kearah depan. Pagi itu pikirannya begitu gamang. “Kenapa aku harus bermimpi seperti itu semalam?” gumam David sambil menghelakan napasnya. Kenangan masa lalunya bersama Sonya kembali masuk ke dalam mimpinya. Semalam yang indah, meski hanya dalam bentuk mimpi. Wajah David memerah. Kisah mereka begitu indah. Kisah yang hanya dihiasi ribu-ribut kecil kemudian berbaikan kembali. Merajut rindu meski saling berdekatan seakan tidak ingin terpisah. Sonya yang dulu dikenalnya sebagai wanita mandiri dan keras kepala namun sangat manja begitu berada di dekatnya. “Apa ini karena aku sering bersamanya akhir-akhir ini?” ucap David sambil melihat ke arah luar melalui jendela rumahnya, “Tapi sejak dulu aku memang sudah

