“Sekretaris Mas Andra?” ucap Sonya sambil terus menatap bingung wanita yang ada di depannya sekarang. “Iya, Bu. Saya sudah lama sekali tidak melihat ibu lagi di kantor dan acara-acara perusahaan. Terakhir kali bertemu dengan ibu sekitar tiga atau empat tahun yang lalu. Waktu Ibu dan Pak Andra baru saja menikah.” “Oh iya, benar. Maaf saya tadi lupa.” Sonya tersenyum begitu mendengar penjelasan dari sekretaris suaminya itu, “Siapa ya namanya?” tanya Sonya lagi. “Jihan, Bu,” jawab sekretaris Andra, “Siapa yang sakit, Bu?” “Anak saya.” “Ini anak ibu? Wah sudah besar begini? Maaf ya bu kami tidak datang ke pemakaman anak ibu yang pertama dulu. Pak Andra mengatakan kalau ibu benar-benar terpukul saat itu dan tidak ingin dikunjungi oleh siapapun. Tapi saya senang akhirnya ibu bisa langsung

